3 Fungsi Penting Database yang Perlu Anda Ketahui

By | May 21, 2022
bayar bpjs lewat atm bca,cara bayar bpjs kesehatan bri mobile,cara bayar bpjs bni mobile banking,cara bayar bpjs kesehatan bni,kode bayar bpjs kesehatan bca,cara bayar bpjs kesehatan mandiri,cara bayar bpjs kesehatan online,biaya admin bayar bpjs di alfamart

Di era modern ini, teknologi sudah menjadi kebutuhan bagi penggunanya. Salah satu buktinya adalah meningkatnya jumlah pengguna media sosial hingga saat ini. Di balik semua itu ada fungsi database besar yang menyimpan semua data media sosial.

Daftar Isi  menunjukkan

Database tidak hanya terdapat di bidang IT saja, tetapi dapat ditemukan di semua bidang, mulai dari sekolah, komunitas, perusahaan, pemerintahan dan lain-lain. Database yang dibuat tentunya memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda-beda. Satu hal yang perlu Anda ketahui adalah bahwa isi dari database yang disimpan akan sesuai dengan proses input data.

Apa itu Basis Data?

Fungsi Basis Data

Mungkin sebagian dari anda ada yang belum mengetahui definisi lengkap tentang apa itu database. Basis data atau database adalah kumpulan data dan informasi yang tersimpan dan tersusun rapi dalam suatu ruang penyimpanan komputer secara sistematis sehingga mudah diakses oleh program komputer untuk mencari keberadaan data.

Dalam database terdapat suatu perangkat yang tugasnya memanggil query database sesuai dengan kebutuhan yang disebut  database management system (DBMS). Istilah database berasal dari istilah ilmu komputer, namun saat ini istilah database sudah umum dan memiliki arti yang luas.

Tipe Basis Data

Saat ini sudah banyak aplikasi untuk membuat database, baik yang gratis maupun yang berbayar, seperti MySQL, Microsoft SQL Server, Microsoft Access, Oracle dan masih banyak lagi. Selain itu masih banyak lagi jenis database yang ada saat ini, berikut pembahasannya :

  • Basis Data Operasional

Basis Data Operasional

Basis data operasional ini digunakan untuk penggunaan basis data dinamis secara real-time, basis data ini juga bisa disebut OLTP (On Line Transactional Processing). Database seperti ini memiliki kelebihan dalam penggunaan saat menambah, mengubah dan menghapus data secara real time. Contoh database operasional ini adalah XML (Extensible Markup Laguange) dan JSON (JavaScript Object Notation).

  • Basis Data Relasional

Jenis database yang kedua adalah database relasional, database jenis ini adalah database yang organisasinya didasarkan pada pemodelan data relasional. Hampir semua database relasional saat ini menggunakan SQL sebagai bahasa query dan pemeliharaan database. Beberapa contoh database relasional yang terkenal antara lain SQL, PostgreSQL, MongoDB, MariaDB, Oracle Database, SAP HANA, MemSQL, Firebird dan Interbase.

  • Gudang Basis Data

Jenis database yang ketiga adalah database warehouse atau bisa disebut dengan data warehouse (DW atau DWH). Gudang basis data adalah sistem basis data yang lebih banyak digunakan untuk pelaporan dan analisis data. Gudang basis data adalah tempat untuk menyimpan repositori pusat dari satu atau lebih basis data. Basis data di gudang akan diunggah dari sistem operasional yang ada seperti sistem pemasaran atau penjualan. Contoh database gudang adalah Microsoft SQL Server,

  • Basis Data Terdistribusi

Basis Data Terdistribusi

Jenis database yang keempat adalah database terdistribusi, sehingga database ini memiliki penyimpanan data yang tidak berada dalam penyimpanan yang sama. Basis data disimpan di lokasi fisik yang berbeda tetapi masih terhubung oleh jaringan komputer yang saling berhubungan. Sistem database terdistribusi ini tidak seperti database paralel yang digabungkan menjadi satu, tetapi database paralel ini terdiri dari situs-situs yang terhubung. Contoh database terdistribusi ini adalah Microsoft Office Access.

  • Basis Data Pengguna Akhir

Pengguna akhir adalah jenis database terakhir yang kita bahas, database ini terdiri dari berbagai jenis file yang dikelola dan dikembangkan oleh workstation pengguna akhir. Contoh database pengguna akhir adalah dokumen spreadsheet, pengolah kata dan bahkan file unduhan juga disertakan dari database pengguna akhir.

Fungsi Basis Data

Server Basis Data

Dalam dunia komputer saat ini terdapat banyak sekali jenis database seperti yang telah kita bahas di atas, yang kesemuanya memiliki fungsi dan spesifikasi yang berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa fungsi database yang perlu Anda ketahui:

  1. Basis data berfungsi untuk mengklasifikasikan data dan mempermudah proses identifikasi data. Basis data akan menampilkan data sesuai dengan permintaan dari pengguna tentang informasi dengan proses yang cepat dengan bantuan perangkat lunak Sistem Manajemen Basis Data (DBMS).
  2. Perangkat lunak DBMS akan menghindari duplikasi data dan inkonsistensi dalam database. Basis data akan memberi tahu Anda secara langsung jika terjadi duplikasi data. Duplikasi dalam database ini sangat dimungkinkan karena banyaknya data yang diinput.
  3. Fungsi ketiga dari database adalah untuk memudahkan akses, edit, tambah, hapus dan simpan data. Admin akan lebih mudah mengelola semua aktivitas di atas meskipun jumlah datanya cukup besar.
  4. Menjaga kualitas database yang masuk agar sesuai dengan proses entri data dan setelah entri. Disini peran software sangat penting terutama dalam kondisi agar data tersimpan dengan aman hingga data tersebut dibutuhkan.
  5. Menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan penyimpanan data konvensional yang membutuhkan space yang besar dan biaya yang banyak.