Akun (Rekening) dan Penggunaannya

By | August 3, 2022

mangihin.com. Menyajikan beberapa informasi Otomotif, Bank, Tutorial, Kerajinan . semoga dapat membantu anda untuk belajar dan menuntut Ilmu serta menambah wawasan anda.

Dalam
materi sebelumnya telah dijelaskan bagaimana kita menganalisis transaksi bisnis
dan pengaruhnya ke dalam persamaan dasar akuntansi yang disajikan dalam bentuk
tabel, sebagaimana dalam ilustrasi 2.3. Jika dalam suatu perusahaan menggunakan
cara seperti itu untuk mencatat semua transaksi yang terjadi, maka cara ini
akan menjadi tidak praktis, mahal dan menyulitkan banyak pihak.

Untuk
menyederhanakan dan mempermudah cara pencatatan transaksi yang terjadi di
perusahaan, maka diperlukan seperangkat prosedur pencatatan. Kali ini akan
dibahas dasar prosedur pencatatan yang akan digunakan dalam perusahaan untuk
mencatat semua transaksi bisnisnya. Untuk tujuan pencatatan transaksi ini,
diperlukanlah sebuah akun untuk mencatat peningkatan dan penurunan setiap akun
yang ada di perusahaan.

Dalam
sebuah perusahaan, proses pencatatan suatu transaksi bisa dijelaskan
sebagaimana dalam ilustrasi 3.1.

Ilustrasi 3.1: Proses Pencatatan Transaksi

A. Pengertian Akun, Buku Besar dan Jenis-Jenis Akun dalam Perusahaan
Sebelumnya
telah dijelaskan mengenai persamaan dasar akuntansi dan pengaruh transaksi
terhadap unsur-unsur persamaan dasar akuntansi. Dalam praktiknya, pencatatan
transaksi bisnis atau transaksi keuangan tidaklah dilakukan dalam bentuk
seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, karena hal ini tidak praktis
dan tidak akan memadai bagi perusahaan yang transaksi bisnisnya menjadi sangat
kompleks.

Dalam
pencatatan transaksi bisnis perusahaan diperlukan catatan akuntansi. Dalam
catatan akuntansi ini diperlukan suatu alat pencatatan yang merupakan bagian
dari suatu sistem akuntansi. Untuk menciptakan suatu sistem akuntansi yang
dapat dicatat secara tepat dan lengkap yang disebut dengan akun atau sering
juga disebut dengan rekening.

Akun atau rekening adalah suatu alat untuk
mencatat transaksi-transaksi keuangan.

Akun
atau rekening adalah suatu alat untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan
yang bersangkutan dengan aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban
perusahaan.

Contoh:
(1) yang tergolong dalam aset adalah akun kas, akun perlengkapan, akun piutang usaha,
akun tanah, (2) yang tergolong dalam akun kewajiban adalah akun utang usaha,
utang wesel, utang gaji, (3) yang termasuk kelompok ekuitas adalah akun modal
pemilik.

Tujuan
penggunaan akun adalah untuk mencatat data yang akan menjadi dasar penyusunan
laporan keuangan. Akun memberikan informasi tentang operasi perusahaan dari
waktu ke waktu. Misalnya, dari akun, kita dapat mengetahui jumlah tagihan
perusahaan kepada pelanggannya, jumlah kewajiban perusahaan kepada krediturnya,
harga beli Aset tetap perusahaan, besarnya pendapatan perusahaan, dan
lain-lain. Dengan menggunakan akun, maka transaksi-transaksi yang terjadi dalam
perusahaan dapat dicatat secara tepat dan lengkap.

Kumpulan akun disebut buku besar atau ledger.

Kumpulan
akun yang digunakan dalam catatan akuntansi perusahaan disebut buku besar
atau ledger. Buku besar dapat berupa
sebuah buku yang halamannya berfungsi sebagai akun atau berupa kumpulan kartu.
Akun akan disusun berdasarkan urutan tertentu, yakni akun untuk neraca disusun paling
depan, kemudian akun dalam laporan laba rugi.

Secara
garis besar, akun dibagi atas 2 (dua) golongan yaitu:

1. Akun
neraca atau disebut juga akun riil
, yakni akun yang pada akhir periode akan
dilaporkan di dalam neraca. Yang termasuk dalam akun neraca ini adalah
akun-akun aset, akun-akun kewajiban, dan akun ekuitas.

2. Akun
laba rugi, disebut juga akun nominal
, yakni akun yang pada akhir periode
akan dilaporkan dalam laporan laba rugi. Akun-akun ini meliputi akun pendapatan
dan akun-akun beban.

Ilustrasi
3.2 menjelaskan penggolongan akun yang biasa terjadi di perusahaan.

Ilustrasi 3.2: Penggolongan Akun

Dalam
praktik dikenal berbagai macam bentuk akun, namun bentuk yang paling banyak digunakan
dan paling sederhana adalah bentuk akun huruf T. Akun ini terdiri atas 3 (tiga)
bagian, yaitu judul atau nama akun dan 2 (dua) sisi, yaitu sisi kiri yang
disebut sisi debit dan sisi kanan yang disebut sisi kredit. Kedua ruang (sisi)
ini untuk mencatat peningkatan jumlah pos atau item yang bersangkutan serta
untuk mencatat penurunan jumlah pos bersangkutan. Ilustrasi 3.3 menunjukkan
bentuk akun dengan huruf T secara sederhana.

Ilustrasi 3.3: Bentuk Akun Huruf T secara Sederhana

Jumlah yang dicatat pada sisi kiri dari akun
adalah debit dan jumlah yang dicatat pada sisi kanan dari akun adalah kredit.

Nilai
transaksi yang dicatat di sisi kiri sebuah akun, tanpa melihat nama akunnya,
disebut mendebit akun, sedangkan apabila nilai transaksi dicatat di sebelah
kanan disebut mengkredit akun.

Secara
lebih lengkap bentuk akun T dapat ditunjukkan pada ilustrasi 3.4.

Ilustrasi 3.4: Bentuk Akun Huruf T yang Lengkap

Nama
akun
diletakkan di atas dan dituliskan di tengah-tengah. Kolom tanggal
digunakan untuk mencatat tanggal transaksi terjadi, sedangkan kolom keterangan
digunakan untuk mencatat keterangan yang berhubungan dengan transaksi yang
dicatat. Penggunaan kolom F, berkaitan dengan penggunaan buku jurnal,
diisi dengan halaman jurnal, pada saat melakukan posting ke buku besar
atas pencatatan transaksi di buku jurnal. Dengan kata lain, kolom F diisi untuk
melakukan cek silang dengan halaman buku jurnal untuk melihat keabsahan
pencatatan suatu transaksi atau terjadinya suatu akun.

Ilustrasi
3.5 adalah contoh akun kas yang digunakan oleh perusahaan Widya Jasa Karya
untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengan kas pada bulan Oktober 2006.

Ilustrasi 3.5: Contoh Pencatatan Transaksi dalam Akun Kas

C. Sifat-Sifat Akun dan Aturan
Pencatatan Akun

Di
bagian terdahulu sudah dijelaskan bahwa akun dikelompokkan menjadi 2 (dua)
bagian, yaitu akun riil dan akun nominal. Dalam akun riil terdiri dari akun
aset, yang sifatnya berbalik arah dengan akun kewajiban dan akun ekuitas.

Pada akun
aset
, sisi kiri/ atau sisi debit akun bentuk T akan digunakan untuk
mencatat sifat-sifat akun aset penambahan aset. Sedangkan, untuk pencatatan
penurunan jumlah aset akan dicatat di sebelah sisi kanan atau sisi kredit.
Dengan demikian jika kita mengatakan mendebit akun kas, maka kas akan bertambah
dan dicatat di sebelah sisi kiri/ debit pada akun kas dan jika dikatakan
mengkredit akun kas, maka kas akan berkurang dan dicatat di sebelah
kanan/kerdit akun kas.

Sebaliknya,
pada akun kewajiban dan ekuitas, sisi debit atau sisi kiri akun T untuk
mencatat penurunan akun tersebut. Sedangkan peningkatan jumlah kewajiban dan
ekuitas akan dicatat di sebelah kanan/kredit akun tersebut. Sehingga, jika kita
mengatakan mendebit akun utang atau modal pemilik yang dicatat di sebelah
kiri/sisi debitnya, maka akan terjadi penurunan jumlah utang dan modal pemilik
dan jika kita katakan mengkredit akun utang dan ekuitas berarti ada penambahan
jumlah utang dan modal pemilik.

Aturan
pencatatan atau pendebitan dan pengkreditan akun dinyatakan dalam ilustrasi
3.6.

Ilustrasi 3.6: Aturan Pencatatan Suatu Akun

Aturan
pencatatan sebuah akun atau sering disebut sebagai aturan pendebitan dan
pengkreditan sebuah akun juga dapat dinyatakan sebagaimana dalam ilustrasi 3.7.

Ilustrasi 3.7: Aturan Pendebitan dan Pengkreditan
Akun-akun Aset

Ilustrasi 3.8: Aturan Pendebitan dan Pengkreditan
Akun-akun Kewajiban

Ilustrasi 3.9: Aturan Pendebitan dan Pengkreditan
Akun-akun Ekuitas

Aturan
pendebitan dan pengkreditan yang ada pada ilustrasi 3.7, 3.8 dan 3.9 dapat
dijelaskan sebagai berikut:

1.
Akun-akun Aset (Asset Accounts )

Akun-akun
aset digunakan untuk mencatat semua transaksi yang mempengaruhi perubahan
(peningkatan atau penurunan aset) dalam aset. Pengaruh transaksi terhadap
akun-akun ini adalah bila terjadi peningkatan nilai aset (+) maka akun ini
didebit, bila terjadi penurunan aset, akun ini dikredit (–) sejumlah
peningkatan atau penurunan akun aset. Secara singkat dapat dijelaskan bahwa
pada sisi kiri (debit) akun aset digunakan untuk mencatat peningkatan aset dan
sisi kanan (kredit) digunakan untuk mencatat penurunan nilai aset.

2.
Akun-akun Kewajiban (Liability Accounts)

Akun-akun
kewajban adalah akun yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang
mempengaruhi perubahan (peningkatan atau penurunan aset) dalam kewajiban.
Pengaruh transaksi terhadap akun-akun ini adalah bila terjadi peningkatan (+)
akun-akun kewajiban maka akun ini akan dikredit, sebaliknya bila terjadi
penurunan (–) akun-akun kewajiban ini, akun ini akan didebit. Secara singkat
dapat dijelaskan bahwa sisi kanan (kredit) akun kewajiban digunakan untuk
mencatat peningkatan dan sisi kiri (debit) akun kewajiban digunakan untuk
mencatat penurunan nilai kewajiban.

3.
Akun-akun Ekuitas (Equity Accounts)

Akun-akun
ekuitas adalah akun yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang
mempengaruhi perubahan (peningkatan atau penurunan) dalam ekuitas. Pengaruh
transaksi terhadap akun-akun modal ini adalah jika terjadi peningkatan (+)
modal sebagai akibat suatu transaksi, maka akun ini akan dikredit. Sedangkan
jika terjadi penurunan (–) akun modal, maka akun ini akan didebit. Secara
singkat dapat dijelaskan bahwa sisi kanan (kredit) akun modal digunakan untuk
mencatat peningkatan dan sisi kiri (debit) akun modal digunakan untuk mencatat
penurunan nilai modal.

Akun-akun
modal bisa dijabarkan menjadi 4 jenis akun yang meliputi:

a.
Akun modal pemilik (Owner’s Equity
Account
)

b.
Akun penarikan modal pemilik (Owner’s
Withdrawals
)

c.
Akun pendapatan (Revenue Account)

d.
Akun beban (Expense Account).

Akun
modal pemilik
adalah akun yang digunakan untuk mencatat akun investasi atau
transaksi pemilik pada perusahaan. Transaksi ini meliputi penyetoran investasi
oleh pemilik sebagai modal awal bagi perusahaan dan penarikan modal pemilik
(pengambilan modal perusahaan) oleh pemilik untuk keperluan pribadi pemilik.
Bila pemilik menyetorkan kekayaannya pada perusahaan sebagai modal awal maka
transaksi ini akan dicatat di sebelah kredit.

Sedangkan
akun penarikan modal pemilik, merupakan akun yang digunakan untuk
mencatat transaksi penarikan modal untuk keperluan pribadi dan bukan keperluan perusahaan.
Transaksi akun jenis ini dicatat sebelah debit.

Akun
pendapatan
dan akun beban disebut juga sebagai akun laporan laba
rugi atau akun nominal. Akun pendapatan merupakan akun yang digunakan untuk
mencatat transaksi yang menghasilkan pendapatan atau penghasilan. Transaksi ini
akan dicatat sebelah kredit. Dan akun beban merupakan akun yang digunakan untuk
mencatat transaksi yang berhubungan dengan beban dan dicatat sebelah debit.

Aturan
umum untuk pendebitan dan pengkreditan akun pendapatan dan beban ditunjukkan
dalam ilustrasi 3.8. Aturan pendebitan dan pengkreditan untuk akun riil dapat
juga dinyatakan dalam hubungannya dengan neraca (ilustrasi 3.11) dan persamaan
dasar akuntansi (ilustrasi 3.12) dalam bentuk akun. Sedangkan aturan pendebitan
dan pengkreditan akun nominal dapat dinyatakan dalam hubungannya dengan akun
ekuitas.

Ilustrasi
3.10: Aturan Pendebitan dan Pengkreditan Akun Pendapatan dan Beban

Ilustrasi 3.11: Aturan Pendebitan dan Pengkreditan Akun
Riil dalam Neraca

Ilustrasi
3.12: Aturan Pendebitan dan Pengkreditan Akun Riil dalam Persamaan Dasar
Akuntansi

Ilustrasi
3.13: Aturan Pendebitan dan Pengkreditan Akun Nominal dalam Akun Ekuitas

Sisi
kiri (debit) akun beban digunakan untuk mencatat kenaikan beban dan sisi kanan
(kredit) akun beban akan digunakan untuk mencatat penurunan nilai beban.
Sedangkan sisi kanan (kredit) akun pendapatan akan digunakan untuk mencatat
penambahan pendapatan dan sisi kiri (debit) akun pendapatan akan digunakan
untuk mencatat penurunan nilai pendapatan.

Aturan
pendebitan dan pengkreditan untuk akun-akun pendapatan dan beban, didasarkan
pada hubungan antara akun-akun tersebut terhadap ekuitas. Laba bersih atau rugi
bersih dalam suatu periode seperti yang nampak dalam laporan laba rugi
merupakan penambahan atau pengurangan bersih atas ekuitas. Aturan pendebitan
dan pengkreditan untuk akun pendapatan dan beban jika dihubungkan dengan akun
ekuitas akan nampak sebagaimana dalam ilustrasi 3.13.

D. Akun dan Persamaan Dasar Akuntansi
Dari
ilustrasi 2.3 pada materi sebelumnya, kita melihat bagaimana suatu transaksi berpengaruh
terhadap persamaan dasar akuntansi yang disajikan dalam bentuk tabel. Dari
ilustrasi ini, selanjutnya kita dapat menghubungkan dengan penggunaan akun yang
terkait untuk mencatat setiap transaksi yang terjadi selama bulan Oktober 2006
di perusahaan Widya Jasa Karya.

Ilustrasi
3.14 menjelaskan penggunaan akun untuk mencatat transaksi dalam kaitannya
dengan persamaan dasar akuntansi. Transaksi (1), (2) dan (6) akan mempengaruhi
sisi debit pada akun kas, yang berarti ada peningkatan jumlah pada akun kas
yang ditimbulkan dari transaksi-transaksi tersebut. Sedangkan transaksi nomor
(4), (7) dan (8) berpengaruh pada sisi kredit dari akun kas. Hal ini berarti
terdapat penurunan jumlah kas yang ditimbulkan dari transaksi-transaksi
tersebut. Pada akhir periode, terdapat jumlah kas positif Rp. 482.400.000,-.
Jumlah ini merupakan saldo debit kas pada akhir periode, yang jika dilihat dari
akun kas akan menunjukkan jumlah sisi debit sebesar Rp. 550.000.000,- dan
jumlah sisi kreditnya sebesar Rp. 67.600.000,-

Dengan
cara yang sama, kita bisa menelusuri transaksi-transaksi yang lain untuk kita
masukkan ke dalam setiap akun yang sesuai. Sebagai catatan adalah, ketika kita
menelusuri transaksi tersebut, kita harus selalu ingat pada sifat akun dan
aturan pendebitan dan pengkreditan dari setiap akun.

Dalam setiap akun jumlah saldo akan dihitung
pada akhir periode akuntansi.

Sisi
kiri dari semua akun baik akun aset, kewajiban maupun ekuitas merupakan sisi
debit sedangkan sisi kanan merupakan sisi kredit.

Transaksi
debit dapat berupa peningkatan maupun penurunan, tergantung dari jenis akun
yang dipengaruhi. Demikian pula transaksi kredit dapat berupa peningkatan
maupun penurunan tergantung jenis akun yang dipengaruhi pula.

Dalam
setiap akun, jumlah saldo yang terjadi pada setiap akhir periode akuntansi akan
selalu dihitung. Pada kondisi yang normal, akun aset akan memiliki jumlah sisi
debit lebih besar daripada jumlah sisi kredit. Dengan demikian, dikatakan bahwa
akun aset memiliki saldo normal debit.

Sedangkan
pada akun kewajiban dan ekuitas, pada kondisi normal jumlah sisi kreditnya akan
lebih besar dari pada sisi debitnya di akhir periode akuntansi. Sehingga kita
dapat mengatakan bahwa akun kewajiban dan ekuitas memiliki saldo normal kredit.

Pada
akhir periode, saldo akun pendapatan dan akun beban dilaporkan dalam laporan
laba rugi. Saldo akun nominal dalam buku besar kemudian dipindahkan ke akun
Ikhtisar Laba Rugi, yang selanjutnya akun ikhtisar laba rugi ini akan
dipindahkan ke akun ekuitas. Sedangkan saldo akun riil pada akhir periode akan
dilaporkan di neraca, dan saldo rekening riil akan dibawa ke periode berikutnya.

Jumlah
kenaikan yang dicatat dalam suatu akun biasanya sama atau lebih besar dari
jumlah penurunan akun tersebut. Karena itu, jika secara normal pada suatu akhir
periode akuntansi saldo dari suatu akun memiliki total debit lebih besar dari
pada total kreditnya, seperti pada akun aset dan beban, dikatakan bahwa akun
tersebut memiliki saldo normal debit. Jadi akun aset dan beban umumnya
mempunyai saldo debit. Sedangkan, jika pada keadaan normal suatu akun memiliki
total kredit umumnya lebih besar daripada total debit, seperti pada akun
kewajiban, ekuitas dan pendapatan, maka akun-akun tersebut memiliki saldo
normal kredit. Jadi, akun kewajiban, ekuitas dan pendapatan umumnya bersaldo
normal kredit.

Jika
suatu akun yang umumnya bersaldo normal debit mempunyai saldo kredit atau
sebaliknya, maka mungkin telah terjadi kesalahan atau kondisi yang tidak
normal. Misalnya, saldo kredit pada akun kas bisa terjadi karena adanya
kesalahan dalam mencatat. Namun sebaliknya pada akun kewajiban bisa terjadi memiliki
saldo debit, karena mungkin telah terjadi kelebihan pembayaran kewajiban.

Aturan
pendebitan dan pengkreditan serta saldo normal dari berbagai jenis akun
diikhtisarkan pada ilustrasi 3.14

Ilustrasi
3.14: Aturan Pendebitan dan Pengkreditan dan Saldo Normal setiap Kelompok Akun

F. Cara Pencatatan Transaksi dalam Akun

Agar
kita mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan lengkap atas penerapan aturan pendebitan
dan pengkreditan, maka di bawah ini akan dijelaskan cara pencatatan beberapa
transaksi dalam akun-akun yang ada dalam buku besar pada perusahaan travel
“Indah Permai” dalam bulan Januari 2007. Untuk menyederhanakan pencatatan, digunakan
bentuk akun T secara sederhana.

Awal
Januari 2007, Nn Indah mendirikan perusahaan travel Malang–Surabaya. Nama
perusahaan itu adalah Biro Perjalanan “Indah Permai” Nn Indah menanamkan
modalnya ke perusahaan berupa: Uang sebesar Rp. 1.000.000.000,- dan peralatan
kantor senilai Rp. 15.000.000,-.

a.
Akun aset dan akun ekuitas (modal) bertambah.

b.
Nama akun aset yang muncul adalah kas dan peralatan kantor, sedangkan untuk
ekuitas adalah modal, Nn Indah.

c.
Debit: Kas sebesar Rp. 1.000.000.000,-, karena aset bertambah

    Debit:
Peralatan kantor sebesar Rp. 15.000.000,-, aset bertambah

    Kredit:
Modal Nn Indah sebesar Rp. 1.015.000.000,-, karena ekuitas bertambah

Membeli
dua buah kendaraan yang harganya masing-masing Rp. 200.000.000,- dan Rp.
250.000.000,- secara tunai.

a.
Transaksi ini akan mengubah dari satu aset menjadi aset yang lain

b.
Nama akun yang terpengaruh adanya transaksi ini adalah kendaraan dan kas

c.
Debit: Kendaraan sebesar Rp. 450.000.000,-, karena aset bertambah

   Kredit:
Kas sebesar Rp. 450.000.000,-, karena aset berkurang

Membayar
sewa gedung bulan Januari 2007 sebesar Rp. 14.000.000,-

a.
Transaksi ini akan menyebabkan beban bertambah dan aset berkurang

b.
Nama akun yang terpengaruh adanya transaksi ini adalah beban sewa dan kas

c.
Debit: Beban sewa sebesar Rp. 14.000.000,-, karena beban bertambah

   Kredit:
Kas sebesar Rp. 14.000.000,-, karena aset berkurang

Membeli
sebidang tanah kepada Tn Joko untuk keperluan garasi kendaraan seharga Rp.
350.000.000. Dari harga tanah tersebut sejumlah Rp. 200.000.000,- dibayar tunai
dan sisanya akan dibayar dalam waktu dua bulan.

a.
Adanya transaksi ini akan menyebabkan bertambahnya aset, di lain pihak akan menurunkan
aset serta munculnya kewajiban

b.
Nama akun aset yang timbul adalah tanah, kas, sedang untuk kewajiban adalah
utang usaha

c.
Debit: Tanah sebesar Rp. 350.000.000,-, karena aset bertambah

   Kredit:
Kas sebesar Rp. 200.000.000,-, aset berkurang

   Kredit: Utang usaha sebesar Rp. 150.000.000,-, karena
kewajiban bertambah

CONTOH SOAL DAN
PENYELESAIANNYA

Pada
tanggal 1 Nopember 2007, Nova mendirikan sebuah perusahaan servis komputer yang
diberi nama Nova Servis Komputer. Berikut ini adalah transaksi-transaksi yang
terjadi selama bulan Nopember 2007.

(1)
Nova menyetorkan uang pribadinya sebagai setoran modal awal sebesar Rp. 45.000.000,-

(2)
Membeli sebidang tanah secara tunai seharga Rp. 30.000.000,-

(3)
Dibeli perlengkapan komputer secara kredit seharga Rp. 4.150.000,-

(4)
Menerima uang tunai atas jasa perbaikan komputer dari para pelanggan sebesar
Rp. 12.000.000,-.

(5)
Dibayar beban-beban sebagai berikut: Gaji Rp. 6.725.000,-; sewa Rp. 2.400.000,;
listrik Rp. 1.350.000,00; macam-macam beban sebesar Rp. 875.000,-.

(6)
Menyelesaikan perbaikan komputer untuk beberapa pelanggannya yang pembayaran
atas jasa yang telah diberikan tadi dilakukan secara kredit seharga Rp.
10.500.000,-.

(7)
Dibayar utang usaha sebesar Rp. 2.850.000,-.

(8)
Untuk kepentingan pribadinya, Nova mengambil uang tunai sebesar Rp. 2.500.000,.

Catatlah
transaksi-transaksi di atas ke dalam akun yang sesuai dengan memperhatikan
aturan pendebitan dan pengkreditan yang benar pada setiap jenis akun yang ada.

Pencatatan transaksi ke dalam akun-akun di Buku Besar.

Konsep Dasar Akuntansi
dan Pelaporan Keuangan SMK
Buku Sekolah
Elektronik, Departemen Pendidikan Nasional

semoga informasi bermanfaat dan dapat membantu anda.

Mangihin.com is a website that provides useful information, please share if there is interesting information that can help you. Thank you