ANGGARAN BIAYA PRODUKSI

By | September 30, 2022

Mangihin.com is a website that provides useful information, please share if there is interesting information that can help you. Thank you

ANGGARAN BIAYA
PRODUKSI

1.    
Pengertian Anggaran Biaya Produksi

Mulyadi (2000:14)
menyatakan anggaran biaya produksi adalah “rencana biaya-biaya yang terjadi
untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual.” Menurut
Aliminsyah (2003:242) Anggaran biaya produksi (Manufacturing budget) adalah
“rencana biaya produksi yang terjadi selama satu periode tertentu di masa
datang.”

Satu periode dalam
penyusunan anggaran, umumnya adalah satu tahun anggaran. Tahun dapat disusun
dengan teknik anggaran kontinyu atau anggaran perpetual yaitu anggaran yang
terinci menjadi anggaran bulanan (12 bulan) dimana anggaran setiap bulan yang
bersangkutan dan saldo pada akhir bulan tersebut.

Jadi menurut
perusahaan beberapa para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa anggaran biaya
produksi sangat penting peranannya untuk menentukan dan mengetahui jumlah
output, agar perusahaan memiliki keunggulan daya saing. Salah satu syarat
penting yang harus dipenuhi oleh perusahaan adalah kemampuan dalam meningkatkan
laba dan mengendalikan biaya-biaya lainnya.

2.    
Unsur-unsur Biaya Produksi

Menurut objek
pengeluarannya secara garis besar unsur-unsur biaya produksi terdiri dari:

1.    Biaya bahan baku Biaya bahan baku yaitu berbagai macam bahan
yang diolah menjadi produk jadi dan pemakaiannya dapat diidentifikasikan secara
langsung yang merupakan bagian integral dari produk tertentu. Menurut M.
Munandar (2000 : 25) bahwa biaya bahan baku adalah “harga yang terdiri dari
semua bahan yang dikerjakan di dalam proses produksi untuk diubah menjadi
barang lain yang nantinya akan dijual.” Jadi biaya bahan baku adalah semua
biaya yang terjadi untuk bahan baku dan menempatkannya dalam keadaan siap untuk
diolah dimana biaya bahan baku ini tidak hanya berupa harga yang tercantum
dalam faktur pembelian saja, tetapi ditambah dengan biaya-biaya pembelian dan
biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menyiapkan bahan baku tersebut dalam keadaan
siap untuk diolah.

2.       Biaya Tenaga Kerja Langsung Adalah jasa yang diberikan kepada
tenaga kerja langsung oleh perusahaan. Menurut Supriyono (1999 : 194)
mengemukakan bahwa “biaya tenaga kerja langsung adalah balas jasa yang
diberikan oleh perusahaan kepada tenaga kerja langsung dan jejak manfaatnya
dapat diidentifikasikan oleh produk tertentu.” Jadi berdasarkan pengertian di
atas dapat disimpulkan bahwa biaya tenaga kerja langsung merupakan biaya tenaga
kerja yang langsung dapat diidentifikasi dengan produktif unit tertentu dari
barang jadi. Anggaran tenaga kerja langsung ini harus menunjukkan jam tenaga
kerja langsung yang direncanakan.

3.  Biaya Overhead Pabrik (Factory Overhead Cost) Biaya overhead
pabrik merupakan biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi seluruh kegiatan
perusahaan dalam proses pencapaian tujuan. Biaya overhead terdiri dari biaya
bahan tidak langsung, biaya tenaga kerja tidak langsung, dan semua jenis biaya
pabrik seperti pajak, asuransi, penyusutan, barang persediaan, perbaikan dan
pemeliharaan

3.    
Pengaruh Anggaran Biaya Produksi terhadap Laba Perusahaan

Dalam usaha
merencanakan sebuah anggaran biaya produksi, perusahaan selalu menunjukan kesan
dan menaruh kepercayaan kepada manajemen untuk mlaksanakannya. Anggaran
mempunyai peranan penting dalam meningkatkan laba, karena bertambahnya
permintaan anggaran, maka pemasukan (income) yang diperoleh suatu perusahaan akan
semakin bertanbah.

Dengan semakin
bertambahnya pemasukan (income) tersebut, maka laba yang akan diperoleh suatu
perusahaan juga akan meningkat. Selain menjalankan suatu usaha atau kegiatan,
tentu harapan yang pertama kali yang diinginkan adalah memperoleh laba. Untuk
memperoleh laba berbagai cara dilakukan oleh perusahaan sebagi bisnis keuangan,
dalam mencari laba juga memiliki cara tersendiri. Menurut Nafarin (2000 : 29),
menyatakan bahwa Anggaran biaya produksi merupakan hasil penyusunan anngaran, sedangkan
anggaran biaya produksi di buat untuk mencapai tujuan perusahan dalam
memperoleh laba.

Sebagaimana telah
dibahas sebelumnya, anggaran biaya produksi dari suatu perusahaan manufaktur
merupakan gabungan dari anggaran biaya bahan baku, anggaran biaya tenaga kerja
langsung dan anggaran biaya overhead. Karena anggaran biaya bahanbaku
sitentukan dengan menggunakan satu metode, maka jumlah biaya bahan baku yang
dianggarakan dapat ditentukan tanpa alternatif lain. Tetapi untuk anggaran
biaya tenaga kerja langsung, perusahaan harus menetapkan salah satu metode yang
diajadikan dasar perhitungan dari beberapa alternatif metode yang ada, dengan
tetap mempertimbangkan kelemahan metode tersebut. Sedangkan metode penetapan
tarif overhead, tidak berpengaruh terhadap anggaran biaya overhead total,
tetapi akan berpengaruh terhadap anggaran biaya overhead per unit.

Ilustrasi:

1.     Jika anggaran tenga kerja disusun bedasarkan jam kerja, maka
anggaran biaya produksi total adalah:

Jumlah bahan baku yang dianggarkan telah dihitung menggunakan
anggaran biaya bahan baku dan menghasilkan anggaran biaya bahan baku sebesar
Rp. 3.160.000.000. sedangkan biaya tenga kerja langsung ditetapkan
denganmenggunakan dasar jam kerja sebesar Rp. 360.000.000. Sedangkan biaya
overhead total tidak dipengaruhi oleh metode yang digunakan dimana totalnya
adalah sebesr Rp. 510.000.000 sehingga gabungan dari keseluruhan biaya tersebut
akan menghasilkan biaya produksi total sebesar Rp. 4.030.000.000.

Jenis Biaya

Jumlah

Biaya Bahan Baku

3.160.000.000

Biaya Tenaga Kerja Langsung

360.000.000

Biaya Overhead

510.000.000

4.030.000.000

2.   Jika anggaran tenaga kerja disusun bedasarkan hari kerja, maka
anggaran biaya produksi total adalah:

Jumlah bahan baku yang dianggarkan telah dihitung menggunakan anggaran
biaya bahan baku dan menghasilkan anggaran biaya bahan baku sebesar Rp.
3.160.000.000. sedangkan biaya tenaga kerja langsung ditetapkan dengan
menggunakan dasar hari kerja menghasilkanangaran biaya tenaga kerja sebesar Rp.
333.600.000. Sedangkan biaya overhead total tidak dipengaruhi oleh metode yang
digunakannya yaitu sebesar Rp. 510.000.000. Sehingga gabungan dari keseluruhan
biaya tersebut akan menghasilkan biaya produksi sebesar Rp. 3.982.000.000

Jenis Biaya

Jumlah

Biaya Bahan Baku

3.160.000.000

Biaya Tenaga Kerja Langsung

333.600.000

Biaya Overhead

510.000.000

4.003.000.000

3.  Jika anggaran tenaga kerja disusun bedasarkan volume produksi,
maka anggaran biaya produksi total adalah:

Jumlah bahan baku yang dianggarkan telah dihitung menggunakan
anggaran biaya bahan baku dan menghasilkan anggaran biaya bahan baku sebesar R.
3.160.000.000. Sedangkan biaya tenaga kerja langsung ditetapkan dengan
menggunakan dasar volume produksi menghasilkan angaran biaya tenaga kerja
sebesar Rp. 370.000.000. Sedangkan biaya overhead total tidak dipengaruhi oleh
metode yang digunakannya yaitu sebesar Rp. 510.000.000. Sehingga gabungan dari
keseluruhan biaya tersebut akan menghasilkan biaya produksi sebesar Rp.
3.982.000.000

Jenis Biaya

Jumlah

Biaya Bahan Baku

3.160.000.000

Biaya Tenaga Kerja Langsung

370.000.000

Biaya Overhead

510.000.000

4.040.000.000

4.     Anggaran
Biaya Produksi Bulanan

Jika perusahaan telah
menetapkan suatu metode dalam menentukan dasar perhitungan tarif biaya tenaga
kerja dan tarif biaya overhead, maka perushaana dapat menentukananggaran biaya
produksi tahunan. Bedasarkan anggaran biaya produksi tahunan tersebut dapat
disusun pula anggaran biaya produksi bulanan. Untuk menentukan anggaran biaya
produksi bulanan pada dasarnya adalah membagi biaya produksi tahunan dengan
alokasi volume produksi bulanan perusahaan.

Ilustrasi:

PT. Cygnus telah menetapkan anggaran tenaga kerja disusun
bedasarkan tarif jam kerja

Jenis Biaya

Jumlah

Biaya Bahan Baku

3.160.000.000

Biaya Tenaga Kerja Langsung

360.000.000

Biaya Overhead

510.000.000

4.030.000.000

Dari total biaya yg direncanakan untuk 1 tahun tersebut
dialokasikan 15% untuk bulan okt & des, 10% bulan Jan, Feb, Sept & Nov.
5% untuk bln sisanya, maka anggaran biaya produksi bulanannya adalah:

Jawab:

Untuk bulan januari sebanyak 10% dari Rp. 3.160.000.000
dialokasikan dari bahan baku total yaitu sebesar Rp. 360.000.000. Sedangkan
untuk bulan-bulan lainnya dan jenis biaya lainnya lakukan perhitungan yang
sama.

Bulan

Biaya

Total

Bahan Baku

Tenaga Kerja

Overhead

Januari

316.000.000

36.000.000

51.000.000

403.000.000

Februari

316.000.000

36.000.000

51.000.000

403.000.000

Maret

158.000.000

18.000.000

25.500.000

201.500.000

April

158.000.000

18.000.000

25.500.000

201.500.000

Mei

158.000.000

18.000.000

25.500.000

201.500.000

Juni

158.000.000

18.000.000

25.500.000

201.500.000

Juli

158.000.000

18.000.000

25.500.000

201.500.000

Agustus

158.000.000

18.000.000

25.500.000

201.500.000

September

316.000.000

36.000.000

51.000.000

403.000.000

Oktober

474.000.000

54.000.000

76.500.000

604.500.000

Nopember

316.000.000

36.000.000

51.000.000

403.000.000

Desember

474.000.000

54.000.000

76.500.000

604.500.000

3.160.000.000

360.000.000

510.000.000

4.030.000.000

5.    
Anggaran Produksi dan Anggaran Biaya Produksi

    Antara angaran produksi dan anggara biaya produksi merupakan dua
rangkaian kerja yang terkait erat satu sama lainnya. Volume produk yang akan
dihasilkandi dalam suatu periode tertentu, seperti tercermin dalam anggaran
produksi, akanmenentukan secara langsung besarnya biaya produksi yang akan
dikeluarkan perusahaan pada periode tersebut. Semakin besar volume produk yang
akan dihasilkan di dalam suatu periode tertentu akan semakin besar biaya
produksi yang akan dikeluarkan. Demikian pula sebaliknya.

Ilustrasi:

 

Sebuah perusahaan mainan pada tahun 2010 merencanakan menjual
produknya sebanyak 142.000 unit. Jumlah persediaan awal januari diperkirakan
sbanyak 20.000 unit. Sedangkan akhir tahun sebesar 15.000 unit.

Setiap unit produk memerlukan bahan baku sebanyak 0,5 m kayu dan
2 m karet. Perusahaan merencanakan jumlah bahan baku pada awal tahun 2010
adalah sebanyak 400 m kayu & 500 m karet. Sedangkan persediaan bahan baku
pada akhir bulan adlah sebesar 20% kebutuhan bahan baku bulan yg bersangkutan.
Diperkirakan harga beli bahan baku akan stabil sepanjang tahun 2010 yaitu
sebesar Rp. 25.000 per meter kayu & 15.000 per meter karet.

Sedangkan setiap produk perusahaan memerlukan 6 jam kerja
langsung. Dimana setiap pekerja dibayar dengan upah sebesar Rp. 5.500 perjam
kerja langsung. Sedangkan biaya overhead ditetapkan sebesar Rp. 4.000 per jam
kerja langsung.

Dari total volume penjualan yang dianggarakan sebesar 142.000
unit dalam setahun tersebut, direncanakan akan dijual dalam 12 bulan operasi,
dengan rincian sebagai berikut:

Bulan

Volume

Januari

15.000

Februari

16.000

Maret

16.000

April

14.000

Mei

12.000

Juni

10.000

Juli

7.000

Agustus

6.000

September

9.000

Oktober

11.000

Nopember

12.000

Desember

14.000

Total

142.000

Jawab:

Langakah pertama dimuali dengan menyusun anggaran produksi satu
tahun dengan menghitung volume produksi:

Volume penjualan

142.000

Volume Persediaan, Akhir tahun

15.000

Volume Persediaan, Awal Tahun

(20.000)

Volume Produksi

137.000

Kemudian menyusun anggaran produksi dengan metode persediaan
stabil

Anggaran produksi

Bulan

Volume Penjualan

Persediaan

Volume Produksi

awal

akhir

Januari

15.000

19.000

20.000

14.000

Februari

16.000

18.000

19.000

15.000

Maret

16.000

17.000

18.000

15.000

April

14.000

16.000

17.000

13.000

Mei

12.000

15.000

16.000

11.000

Juni

10.000

15.000

15.000

10.000

Juli

7.000

15.000

15.000

7.000

Agustus

6.000

15.000

15.000

6.000

September

9.000

15.000

15.000

9.000

Oktober

11.000

15.000

15.000

11.000

Nopember

12.000

15.000

15.000

12.000

Desember

14.000

15.000

15.000

14.000

Total

142.000

137.000

Langkah berikutnya menyusun anggaran biaya bahan baku dengan
menghitung kebutuhan bahan baku per unit produk.

Karena setiap unit produk perusahaan membutuhkan 0,5 m kayu dan
2 m karet, sedangkan pada bulan januari 2010 diproduksi sebanyak 14.000 unit,
maka pada bulan Januari diperlukan 7.000 m kayu (0,5 x 14.000) dan 28.000 m
karet ( 2 x 14.000). karena diperlukan 7.000 m kayu untuk Januari, sedangkan
harga kayu Rp. 25.000 per meter maka biaya kayu untuk bulan Januari 7.000 m x
Rp 25.000 = 175.000.000. sedangkan karet harga beli per meternya Rp. 15.000,
maka 28.000 m x Rp. 15.000 = Rp. 420.000.000.

Perhitungan yang sama digunakanuntuk menghitung bulan berikutnya
sehingga total dari biaya bahan baku sebesar Rp. 5.822.500.000

                                                Biaya bahan baku
bulanan

Bulan

Kebutuhan kayu (meter)

Nilai Kayu Rupiah

Kebutuhan Karet
(meter)

Nilai Karet Rupiah

Biaya Bahan Bangunan

Januari

7.000

175.000.000

28.000

420.000.000

595.000.000

Februari

7.500

187.500.000

30.000

450.000.000

637.500.000

Maret

7.500

187.500.000

30.000

450.000.000

637.500.000

April

6.500

162.500.000

26.000

390.000.000

552.500.000

Mei

5.500

137.500.000

22.000

330.000.000

467.500.000

Juni

5.000

125.000.000

20.000

300.000.000

425.000.000

Juli

3.500

87.500.000

14.000

210.000.000

297.500.000

Agustus

3.000

75.000.000

12.000

180.000.000

255.000.000

September

4.500

112.500.000

18.000

270.000.000

382.500.000

Oktober

5.500

137.500.000

22.000

330.000.000

467.500.000

Nopember

6.000

150.000.000

24.000

360.000.000

510.000.000

Desember

7.000

175.000.000

28.000

420.000.000

595.000.000

Total

68.500

1.712.500.000

274.000

4.110.000.000

5.822.500.000

Langkah berikutnya menyusun anggaran biaya tenaga kerja langsung
bulanan. Untuk menyusun anggaran biaya tenaga kerja langsung harus diketahui
jam kerja langsung yang diperlukan untuk menghasilkan setiap unit produk,
karena perusahaan ini menggunakan dasar tarif jam kerja langsung. Dimana
setiap unit produk memerlukan 6 jam kerja langsung. untuk bulan januari
perusahaan memproduksi 14.000 unit sehingga.

14.000 unit x 6 jam = 84.000 jam

Setiap pekerja dibayar Rp. 5.500 per jam kerja, maka

84.000 jam x Rp. 5.500 = 462. 000.000

Untuk bulan berikutnya lakukan perhitungan yang sama

                               Anggaran Biaya Tenaga Kerja Bulanan

Bulan

Jam Kerja

Tarif

Nilai

Per unit

Total

Januari

6

84.000

5.500

462.000.000

Februari

6

90.000

5.500

495.000.000

Maret

6

90.000

5.500

495.000.000

April

6

78.000

5.500

429.000.000

Mei

6

66.000

5.500

363.000.000

Juni

6

60.000

5.500

330.000.000

Juli

6

42.000

5.500

231.000.000

Agustus

6

36.000

5.500

198.000.000

September

6

54.000

5.500

297.000.000

Oktober

6

66.000

5.500

363.000.000

Nopember

6

72.000

5.500

396.000.000

Desember

6

84.000

5.500

462.000.000

Total

822.000

4.521.000.000

Langkah terakhir menyusunanggaran biaya overhead. Dasar
perhitungannya sama seperti menghitung anggaran biaya tenaga kerja bulanan
hanya tarif yang digunakan adalah tarif overhead per jam kerja langsung.

Dan untuk bulan berikutnya lakukan perhitungan yang sama

                                 Anggaran Biaya Tenaga Kerja Bulanan

Bulan

Jam Kerja

Tarif

Nilai

Per unit

Total

Januari

6

84.000

4.000

336.000.000

Februari

6

90.000

4.000

360.000.000

Maret

6

90.000

4.000

360.000.000

April

6

78.000

4.000

312.000.000

Mei

6

66.000

4.000

264.000.000

Juni

6

60.000

4.000

240.000.000

Juli

6

42.000

4.000

168.000.000

Agustus

6

36.000

4.000

144.000.000

September

6

54.000

4.000

216.000.000

Oktober

6

66.000

4.000

264.000.000

Nopember

6

72.000

4.000

288.000.000

Desember

6

84.000

4.000

336.000.000

Total

822.000

3.288.000.000