cara menghitung bunga pinjaman per bulan

By | June 1, 2021
Bagaimana cara menghitung bunga pinjaman?
Rumus menghitungnya adalah, saldo pokok pinjaman (SP) x i (suku bunga tiap tahun) : 12 (jumlah bulan dalam satu tahun). Contohnya, Anda mengajukan plafon kredit sebesar Rp 360 juta dengan bunga 10 persen tiap tahun untuk tenor lima tahun. Besaran pokok pinjaman Rp 360.000.000 x 10 persen : 12 = Rp 3.000.000.v

Cara Menghitung Bunga Pinjaman

kalkulator bunga pinjaman,cara menghitung bunga pinjaman bank bri,cara menghitung bunga pinjaman koperasi,cara menghitung bunga kredit motor,cara menghitung bunga efektif,rumus angsuran perbulan,rumus perhitungan bunga efektif excel,cara menghitung bunga deposito

kalkulator bunga pinjaman,cara menghitung bunga pinjaman bank bri,cara menghitung bunga pinjaman koperasi,cara menghitung bunga kredit motor,cara menghitung bunga efektif,rumus angsuran perbulan,rumus perhitungan bunga efektif excel,cara menghitung bunga deposito

Suku Bunga Flat

Perhitungan suku bunga flat merupakan cara menghitung bunga pinjaman yang paling mudah dibandingkan dengan suku bunga lainnya, karena cara menghitung bunga pinjamannya akan sama setiap bulan.

Dapatkan Souvenir Gratis Setiap Bulan nya Dari Website Manghin.com
Daftar : Pendaftaran Give Away Souvenir Mangihin.com 

Besaran bunga flat mengacu pada besaran hutang awal. Bunga flat biasa dikenal juga dengan suku bunga kredit dan besaran bunga dihitung sesuai dengan jangka waktu kredit yang ditentukan. Umumnya, suku bunga ini digunakan untuk pinjaman kredit tanpa agunan/jaminan.

Rumus perhitungan :

Bunga per bulan = (p x l x t) / jb

Keterangan:

p = pokok pinjaman

l = suku bunga

t = jumlah jangka waktu kredit

jb = jumlah bulan dalam jangka waktu kredit

Suku Bunga Efektif

Suku bunga efektif merupakan bunga pinjaman yang dilakukan tiap akhir periode cicilan. Jadi, cara menghitung bunga pinjaman adalah dengan dihitung dari saldo akhir tiap bulannya atau berdasarkan pokok hutang yang tersisa.

Jadi, porsi bunga dan pokok dalam angsurannya tiap bulan akan berbeda dan mengecil tiap waktunya, tapi besar angsurannya tetap saja sama. Suku bunga ini biasa digunakan untuk cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Rumus Perhitungan:

Bunga = sp x i x (30 / 360)

Keterangan:

sp = saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya

i = suku bunga pertahun

30 = jumlah hari dalam sebulan

360 = jumlah hari dalam setahun

Suku Bunga Anuitas

Terakhir, ada suku bunga anuitas. Jadi, suku bunga anuitas ini sebenarnya merupakan suku bunga efektif yang telah dimodifikasi. Tujuannya adalah untuk memudahkan nasabah untuk membayar cicilan tiap bulannya, karena yang berbeda adalah komposisi bunga dan pokok angsuran saja tiap periode.

Bunga tiap bulan akan mengecil, namun angsuran pokok akan membesar. Jadi, angsuran tiap bulan sama, yang membedakannya hanya pokok dan bunga. Memberatkan di awal, meringankan di akhir karena nominal yang semakin mengecil. Cara menghitung bunga pinjaman suku bunga anuitas sama dengan suku bunga efektif.

Rumus Perhitungan:

Bunga = sp x i x (30 / 360)

Keterangan:

sp = saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya

i = suku bunga pertahun

30 = jumlah hari dalam sebulan

360 = jumlah hari dalam setahun

Bagaimana rumus menghitung bunga dan cara menghitung bunga diskonto?

Besarnya nilai pinjaman pada sistem diskonto nilainya sama dengan jumlah modal yang harus dibayar saat jatuh tempo. Misalkan ada seseorang meminjam Rp.1.000.000,00 dengan diskonto 2% tiap bulan, maka diskontonya : bunga diskonto = 2% x Rp.1.000.000,00 tiap bulan = Rp.20.000,00.

Berapa bunga deposito 10 juta perbulan?

Jadi, bila Anda memiliki uang Rp 10 juta dan menyimpannya di deposito dengan bunga 5 persen per tahun maka menghitung bunganya sebagai berikut. 10.000.000 X 30 X 5 persen X 80 persen : 365 = 32.877. Jadi penghasilan dari bunga deposito Anda yakni Rp 32.877 per bulan.

Bagaimana rumus menghitung bunga per bulan pada bunga efektif?

Perhitungan Bunga Efektif
  1. Angsuran pokok per bulan = Pokok pinjaman / jangka waktu pembayaran.
  2. Angsuran bunga per bulan = Saldo pinjaman bulan terakhir X suku bunga per tahun / 12.

Nama lain dari jenis bunga yang satu ini adalah sliding rate. Jenis bunga ini biasa diterapkan pada kredit dengan jangka waktu atau tenor yang panjang. Contohnya saat Anda mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) atau kredit pemilikan apartemen (KPA).

Alasan bunga efektif lebih ditujukan kepada kredit jangka panjang karena tenor yang lama membuat pinjaman tidak terburu-buru harus terlunasi, sementara suku bunganya tidak terlalu besar. Ya, suku bunga efektif biasa lebih rendah dibandingkan bunga flat. Inilah yang membuatnya cocok untuk digunakan dalam kredit jangka panjang.

Bunga yang lebih kecil itu didapatkan dari cara hitung bunga efektif yang melihat sisa pinjaman pokok dari debitur. Jika bunga flat melakukan penghitungan dengan mematok nilai pokok pinjaman dari awal pinjaman, berbeda dengan penerapan bunga efektif.

Yang dihitung saat kreditur menggunakan jenis bunga ini adalah jumlah utang yang belum terbayarkan tiap bulannya. Jadi kian lama, nilai bunga pinjaman Anda akan semakin rendah sebab sisa pinjaman Anda semakin berkurang.

Dari nilai bunganya yang semakin kecil itu, angsuran yang mesti Anda pertanggungjawabkan tiap bulannya juga semakin sedikit. Berikut adalah rumus untuk menghitung besaran bunga efektif dari sebuah pinjaman.

Jika pada bunga flat, kreditur hanya menghitung pada awal pinjaman untuk menentukan angsuran, pada pinjaman dengan bunga efektif penghitungan akan dilakukan setiap bulan. Ini karena sisa pinjaman tentu akan semakin berkurang tiap bulannya sehingga perlu untuk melakukan penghitungan ulang.

Perhitungan Bunga Flat

Cara penghitungan bunga flat bisa dianggap paling mudah dibandingkan dua jenis tipe bunga lainnya. Anda dapat menemukan contoh dari penggunaan cara hitung bunga ini umumnya pada kredit kepemilikan kendaraan bermotor atau kredit tanpa agunan.

Dalam brosur-brosur iklan kredit kendaraan bermotor, Anda akan menemukan kolom-kolom yang menampilkan angsuran yang mesti dibayar tiap bulannya. Angka dalam kolom-kolom tersebut berlaku sampai akhir pinjaman Anda berakhir atau lunas.

Jika Anda menemukan jumlah angsuran yang tetap seperti itu, bisa dipastikan cara penghitungan jenis bunga yang dipakai adalah flat atau rata. Di tipe ini, nilai plafon pinjaman beserta bunganya akan dihitung secara proporsional sesuai dengan jangka waktu atau tenor pinjaman.

Prinsip dari bunga flat adalah, cicilan pokok dan bunga per bulannya tetap.

Misal:

P = pokok pinjaman
i = suku bunga per tahun
t = lama kredit dalam bulan

Maka:

Cicilan pokok per bulan = P / t
Bunga per bulan = P x i / 12
Total  bunga yang harus dibayar = P x i / 12 x t

Contoh kasus:

Adi mendapatkan kredit KTA sebesar Rp 12.000.000,- dengan jangka waktu kredit 24 bulan. Bank pemberi KTA tersebut memberikan bunga setahunnya 11%.
Berapakah angsuran per bulan yang harus dibayar?

P = Rp 12.000.000,-
i = 11%
t = 24 bulan
Cicilan pokok = Rp 12.000.000,- / 24  =  Rp 500.000,- 
Bunga = Rp 12.000.000,- x 11% / 12  = Rp  110.000,- 
Angsuran per bulan = Cicilan pokok + Bunga = Rp 610.000,-

Keuntungan Perhitungan Bunga Flat

  • Mudah dihitung.
  • Setiap bulan pokok cicilan, bunga dan angsurannya tetap.

Kerugian Perhitungan Bunga Flat

  • Suku bunga flat, kadang “menipu” konsumen karena terkesan lebih rendah.
  • Bunga total yang dibayar lebih banyak daripada dengan bunga efektif.