Ciri-Ciri Toko Online Bodong! Modus Penipuan Jual-Beli Online.

By | December 16, 2021

Ciri-ciri Akun Online Shop Bodong di IG / FB

Dengan memanfaatkan social media Instagram / Facebook dimana kasus penipuan online shop kerap terjadi, kamu harus curiga jika menemukan harga miring dan melakukan stalking terhadap ciri-ciri penipuan lewat akun online shop bodong.

  1. Kolom komentar dinon-aktifkan. Cek, apakah kamu bisa komentar di akunnya, kalau dikunci kamu patut tambah curiga karena gak mungkin online shop menutup kemungkinan komentar baik di akunnya sendiri!
  2. Followernya fiktif. Coba cek follower nya jangan-jangan fiktif / bot. Caranya lihat apakah masuk akal antara jumlah followerdengan jumlah like atau comment pada postingannya. Kalau jauh banget kaya langit dan bumi. Fix pasti ada yang gak beres!
  3. Ngajakin chat japri dan meminta Down Payment (DP) duluan atau full payment setelah menunjukkan “resi pengiriman” palsu.

Ciri-ciri Toko Bodong di Online Shop

Ada juga pelaku yang menjual barangnya melalui Online Shop ternama. Penipu biasanya menjual barang-barang branded, logam mulia Antam dll, dengan harga yang sangat murah. Ini toko abal-abal:

  1. Tidak memiliki lambang STAR di pojok kiri atas.
  2. Tidak memiliki review positif (bintang 4 ke atas) dari pembeli.
  3. Biasanya ngajakin chat japri. Nah, kalau dia udah ngajakin japri kamu harus segera curiga.
  4. Pelaku meminta DP sebelum barang dikirim atau meminta full payment setelah menunjukkan “resi pengiriman” palsu.

Nah, ketika uang sudah kamu transfer, si penipu langsung kabur.

Penting Untuk Diingat:

  • Jangan tergiur beli barang bermerek / emas / mata uang asing dll dengan harga jauh dibawah pasar.
  • Jangan mau diajak untuk keluar dari aplikasi online shopuntuk melakukan chat japri atau transfer ke si penjual sebelum barang diterima.
  • Bank tidak berwenang melakukan pendebetan kembali uang yang sudah ditransfer.
  • Hubungi Halo BCA 1500888 jika kamu terlanjur terkena tipu.
Toko Online Nakal atau Bodong Itu yang Seperti Apa Sih?
  1. Menawarkan harga produk yang jauh dari wajar. Harga super murah atau diskon super besar akan membuat banyak orang tergiur.
  2. Memanfaatkan situasi atau keresahan masyarakat.
  3. Testimoni yang terkesan nggak normal.
  4. Nggak bisa kasih komentar untuk produk yang dijual.