Contoh Pola Lantai Tari Seudati Aceh

By | May 29, 2022
gambar pola lantai tari seudati,gambar pola lantai tari seudati aceh,5 pola lantai tari seudati,pola lantai tari andun,pola lantai tari tandak,makna pola lantai tari seudati,pola lantai tari tambun dan bungai,pola lantai tari tayub

Tari Seudati adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Aceh. Tarian ini biasanya ditarikan oleh sekelompok penari pria dengan gerakannya yang khas dan enerjik serta diiringi oleh lantunan syair dan suara hentakan para penari.

Sejarah Tari Seudati , Makna Tari Seudati , Properti Tari Seudati & Asal Tari Seudati – Tari Seudati merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Aceh. Sama seperti tari saman, tarian ini juga dibawakan oleh sekelompok penari laki-laki dengan gerakan yang khas. Dimana gerakannya energik, semangat, dan diiringi oleh alunan musik dan juga syair.

Walaupun sama-sama berasal dari Aceh, tapi tari Saman dan tari Seudati mempunyai perbedaan di gerakan dasar tariannya. Dimana tari Saman dilakukan dengan posisi duduk. Sementara tari Seudati dilakukan dengan posisi berdiri.

Tari Seudati merupakan tarian khas Aceh yang sudah terkenal di seluruh wilayah Indonesia bahkan luar negeri. Tari ini mengusung tema dan makna terkait keteguhan, semangat dan juga jiwa kepahlawanan dari seorang pria Aceh.
Awal perkembangan tari ini, dulu hanya dijadikan sebagai sarana penyebaran dakwah Agama Islam yang dilakukan di tanah rencong. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya syair di dalam tarian Seudati yang menceritakan tentang ajaran dan juga nilai-nilai Islam.

Di dalam pementasannya, tari Seudati umumnya dilakukan oleh 8 orang penari. Dimana masing-masing penari diberi istilah atau jabatan unik. Mulai dari Syeikh atau pimpinan, Apet atau wakil, Apet bak atau anggota ahli, Apet sak sebagai anggota ahli, Apet neun sebagai anggota biasa, Apet wie sebagai anggota biasa, Apet wie abeh sebagai anggota biasa, dan Apet unuen abeh sebagai anggota biasa.

Salah satu tarian tradisional dari Aceh adalah Tari Seudati. Seperti dengan Tari Saman, tarian ini juga dibawakan oleh sekelompok laki-laki dengan gerakan khas dan enerjik, serta diiringi oleh lantuan nada dan syair.

Meski sama-sama berasal dari Aceh, tari saman dan seudati memiliki perbedaan dalam gerakan dasarnya. Tari saman dilakukan dengan duduk, sedangkan tari seudati dibawakan dengan berdiri.

Tari seudati adalah tari asli Aceh yang terkenal di seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Tarian ini mengusung makna keteguhan, semangat, serta jiwa kepahlawanan seorang pria Aceh.

Baca Juga : Pola Lantai Tari Merak dan Jenis Gerakannya

Sejarah Tari Seudati

Tari seudati adalah salah seni tari tradisional khas Aceh yang berkembang di daerah pesisir. Kesenian berupa gerak tubuh ini diyakini adalah bentuk bariu dari tari ratoh atau ratoih. Untuk tari ratoh sendiri merupakan tarian yang sering dipentaskan untuk mengawali permainan sabung ayam.

Asal Nama Seudati

Terdapat bermacam pendapat mengenail asal kata seudati yang digunakan untuk menyebut tarian Aceh ini. Misalnya pendapat kata “seudati” berasal dari bahasa Arab, yaitu “syahadati” atau “syahadatain”.

Syahadat merupakan bentuk pengakuan akan keesaan Allah dan mengakui bahwa Muhammad adalah Rasul yang diutus oleh Allah.

Akan tetapi juga ada pandangan lain terhadap asal usul nama tari seudati, yaitu dianggap berasal dari kata dalam bahasa Aceh “seurasi” yang memiliki makna kompak dan harmonis. Jika dikaitkan dengan gerakan tarian ini, maka terdapat kaitan antara nama dan koreografinya.

Baca Juga : Cara membuat DNS Server sendiri dengan mudah

Fungsi Tari Seudati

Selain menjadi sarana penyebaran dakwah Islam, tari seudati juga menjadi hiburan rakyat serta memiliki fungsi lainnya. Berikut ini adalah fungsi tarian seudati bagi masyarakat Aceh, antara lain:

1. Membangkitkan Semangat

Berdasarkan aktegori jenis tarian, tari seudati termasuk dalam jenis Tribal War Dance atau tarian perang. Hal itu dicerminkan dari syair-syair pengiring tarian yang dipenuhi oleh kata-kata yang menggugah semangat.

Bahkan ketika masa kolonial Belanda berkuasa, tarian ini dilarang untuk ditampilkan.

Baca Juga : Tipe Cloud Computing Berdasarkan Modelnya

Syair dan lagu tari seudati akan membangkitkan para pemuda dan menginsipirasi pemberontakan terhadap Belanda. Kemudian setelah Indonesia merdeka, tarian ini boleh ditampilkan secara bebas.

2. Mengajarkan Nilai Kehidupan

Selain sebagai pengobar semangat, tarian ini juga mengandung filosofi tentang kehidupan. Dalam syair tari seudati terkadang disisipkan cerita tentang persoalan hidup dan sosial sehari-hari, sehingga dapat menjadi solusi bagi permasalahan masyarakat.

3. Sarana Dakwah Agama Islam

Dalam bait syair pengiring tari seudati juga disisipkan ajaran-ajaran Agama Islam. Oleh karena itu, tarian ini juga menjadi sarana penyebaran dan pendidikan agama Islam. Rakyat yang terhibur oleh gerakan dtari ini juga sekaligus mendapatkan pemahaman tentang agama.

Baca juga : PERBEDAAN ANTARA PRIVATE CLOUD COMPUTING DAN PUBLIC CLOUD COMPUTING

 

Contoh Pola Lantai Tari Seudati Aceh

Pada tari Seudati terdapat pola lantai lurus, segi empat, pola berbentuk huruf U, pola zig zag, pola berbentuk huruf S, pola segi tiga, dan pola segi empat silang.

Kesimpulan nya adalah pola lantai tari seudati yaitu Gabungan dari pola lantai lurus,lengkung,dan zig-zag.

gambar pola lantai tari seudati,gambar pola lantai tari seudati aceh,5 pola lantai tari seudati,pola lantai tari andun,pola lantai tari tandak,makna pola lantai tari seudati,pola lantai tari tambun dan bungai,pola lantai tari tayub

gambar pola lantai tari seudati,gambar pola lantai tari seudati aceh,5 pola lantai tari seudati,pola lantai tari andun,pola lantai tari tandak,makna pola lantai tari seudati,pola lantai tari tambun dan bungai,pola lantai tari tayub

Sejarah Tari Seudati

Tari Seudati merupakan salah satu kesenian tari tradisional yang berasal dari Aceh. Tarian tersebut berkembang di daerah pesisir. Kesenian tari seudati dianggap sebagai bentuk baru dari tari Ratih atau Ratoh.Tari Ratih ini adalah tarian yang kerap dipentaskan untuk mengawali acara lomba sambung ayam.

Selain itu, tarian ini juga dilakukan ketika akan menyambut panen dan datangnya bulan purnama. Lalu, setelah Agama Islam masuk dan tersebar luas di wilayah Aceh, terjadilah percampuran atau akulturasi budaya serta agama. Sehingga membentuk sebuah tarian yang dikenal sebagai tari Seudati.

Berdasarkan sejarahnya, tarian ini asalnya dari Desa Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie. Awalnya tari Seudati diprakarsai oleh seseorang yang bernama Syeh Tam. Kemudian tarian ini mulai berkembang lebih luas di sekitar desa. Seperti Kecamatan Mutiara, Desa Didoh, dan Pidie. Tari Seudati dipopulerkan oleh anak asuhan Syeh Ali Didoh. Setelah itu, tarian tersebut tersebar ke wilayah Aceh Utara sampai seluruh wilayah Aceh.

Asal Mula Nama Tari Seudati

Terdapat banyak pendapat tentang asal mula kata Seudati yang digunakan untuk menyebut tarian tersebut. Pendapat pertama mengatakan bahwa kata Seudati berasal dari Bahasa Arab, yang artinya syahadati atau syahadatain. Syahadat adalah sebuah bentuk atau kalimat pengakuan terhadap keesaan Allah SWT. Serta mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah rasul atau nabi yang diutus langsung oleh Allah SWT.

Namun, terdapat pula anggapan lain terkait asal mula nama dari tari Seudati, yaitu dianggap berasal dari Bahasa Aceh itu sendiri. Kata tersebut berasal dari “seurasi” yang artinya makna yang harmonis dan kompak. Apabila dikaitkan dengan gerakan yang ada di dalam tarian ini, maka akan ada kaitannya dengan nama serta koreografinya.

Asal usul dari nama tarian ini juga dapat dikaitkan dengan Bahasa Tarekat. Dimana kata tersebut berasal dari “ya sadati” yang artinya wahai tuan guru. Hal tersebut bisa dikaitkan dengan sejarah dari tari ini sendiri yang berasal dari komunitas tarekat yang diinisiasi oleh Syekh Tarekat Saman. Teori tersebut juga didukung dengan adanya nama lain dari tari seudati yaitu musamman yang berasal dari Bahasa Aceh.