Definisi jurnal penyesuaian dan mengapa dibutuhkan jurnal penyesuaian

By | January 2, 2022

Kali ini kita akan membahas pengertian jurnal penyesuaian beserta tujuannya, fungsi dan contohnya. Selamat membaca …

 

Daftar Isi :

Definisi Jurnal Penyesuaian

Fungsi dan Tujuan Jurnal Penyesuaian

Akun Yang Harus Disesuaikan

Contoh Soal dan Jawaban Jurnal Penyesuaian

Cara Mengerjakan Jurnal Penyesuaian

Bagikan ini:

Definisi Jurnal Penyesuaian

Definisi jurnal penyesuaian adalah proses penyesuaian catatan atau fakta aktual pada akhir periode akuntansi. Ayat jurnal penyesuaian dibuat berdasarkan data dari neraca saldo dan data penyesuaian akhir periode (informasi).

 

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo pada beberapa akun sehingga saldo tersebut mencerminkan jumlah saldo yang sebenarnya.

 

Fungsi dan Tujuan Jurnal Penyesuaian Definisi Jurnal Penyesuaian

Fungsi jurnal penyesuaian berdasarkan informasi di atas adalah sebagai berikut:

 

Sehingga pada akhir periode akun riil yaitu aktiva, pasiva dan modal menunjukkan keadaan yang sebenarnya.

Tentukan saldo akun buku besar pada akhir periode sehingga setiap perkiraan saldo sebenarnya, terutama perkiraan aset dan kewajiban, menunjukkan jumlah yang sebenarnya.

Hitung setiap perkiraan nominal (perkiraan pendapatan dan pengeluaran) yang sebenarnya selama periode tersebut.

Sehingga akun nominal yaitu akun pendapatan dan beban dapat dikenali dalam suatu periode dan menunjukkan keadaan yang sebenarnya.

Akun Yang Harus Disesuaikan

Tidak semua akun memerlukan jurnal penyesuaian pada akhir periode akuntansi. Akun-akun yang biasanya disesuaikan pada akhir periode akuntansi untuk perusahaan jasa adalah sebagai berikut:

 

Biaya dibayar di muka

Pendapatan tangguhan

Pendapatan piutang (akrual piutang)

Beban yang masih harus dibayar

Penyusutan aset tetap

Penggunaan peralatan

Koreksi kesalahan yang direkam

Contoh Soal dan Jawaban Jurnal Penyesuaian

Cara membuat jurnal penyesuaian sebenarnya mudah, yang perlu diperhatikan adalah mengetahui perilaku transaksi yang terjadi.

 

Baca Juga : Pengertian Pasar Monopoli

Dan mengetahui aturan debit dan kredit dalam akuntansi juga penting sebagai dasar untuk menyusun jurnal penyesuaian ini.

 

Beban / Beban Dibayar di Muka

Seringkali perusahaan telah membayar biaya untuk beberapa periode yang akan datang, biaya ini disebut biaya / biaya dibayar di muka. Jadi, jika Anda menemukan pengeluaran yang harus dibayar pada periode mendatang, Anda harus menghitung pengeluaran mana yang dilaporkan pada periode yang bersangkutan (sekarang).

Contoh Kasus:

Neraca rekening asuransi menunjukkan nilai Rp. 3.600.000. dan pada akhir periode, informasi saldo rekening menunjukkan bahwa Rp. 3.000.000. artinya premi asuransi yang menjadi beban adalah Rp. 3.600.000 – Rp. 3.000.000 = Rp. 600.000 (yang harus diakui sebagai beban asuransi dan dikurangi asuransi dibayar di muka).

contoh biaya dibayar di muka

Biaya Sewa Gedung Dibayar Dimuka

Kasus ini sama dengan kasus nomor 1.

Contoh kasus: The

saldo rekening sewa dibayar dimuka sebesar Rp. 19.200.000 tidak menunjukkan keadaan yang sebenarnya, karena sewa Rp. 3.200.000. sehingga biaya sewa meningkat dan sewa dibayar dimuka berkurang sebesar Rp. 3.200.000.

contoh biaya sewa gedung

Pendapatan yang Masih Harus Dibayar (Receivable Revenue)

Pendapatan yang masih harus dibayar adalah jika suatu pendapatan telah menjadi hak perusahaan tetapi belum diterima, maka hak tersebut harus dicatat sebagai pendapatan pada periode tersebut.

Contoh Kasus : The

perusahaan telah menyelesaikan pekerjaan sebesar Rp. 550.000. Jumlah tersebut belum termasuk yang ada di neraca saldo sebesar Rp. 15.600.00 (piutang dari pendapatan perusahaan). Sehingga dicatat sebagai pendapatan penambah piutang dan pendapatan jasa sebesar Rp. 16.150.000.

Pendapatan yang masih harus dibayar

Pendapatan diterima dimuka

Pendapatan diterima dimuka tidak boleh dicatat sebagai pendapatan, tetapi sebagai hutang, karena perusahaan belum merealisasikan pendapatan untuk apa yang bukan hak perusahaan.

Contoh Kasus : The

saldo pendapatan yang diterima di muka adalah Rp. 10.000.000. dan sampai akhir periode perusahaan baru bekerja sebesar Rp. 2.600.000. Sehingga dicatat sebagai kenaikan pendapatan sewa dan pendapatan diterima dimuka menurun sebesar Rp. 2.600.000. Artinya masih ada Rp. 7.400.000 yang masih terutang dari pendapatan perusahaan.

Pendapatan diterima dimuka

Penyusutan peralatan.

Penyusutan peralatan harus dicatat sebagai beban penyusutan atau beban penyusutan oleh perusahaan.

Contoh Kasus : The

informasi menunjukkan bahwa beban penyusutan untuk periode Desember 2017 adalah sebesar Rp. 1.400.000. Sehingga akan menambah beban penyusutan dan menambah akumulasi penyusutan sebesar Rp. 1.400.000.

Penyusutan Peralatan

Penggunaan Peralatan / Perlengkapan yang Tersisa

Perlengkapan adalah bahan yang dibeli untuk tujuan operasi perusahaan dan bukan untuk dijual kembali. Perusahaan harus mencatat penggunaan peralatan atau melakukan penghitungan fisik jumlah peralatan yang digunakan atau yang tersisa.

Contoh Kasus: the

saldo akun peralatan pada neraca saldo sebesar Rp. 4.400.000. Pada akhir periode informasi menunjukkan bahwa peralatan yang tersisa adalah Ro. 2.700.000. berarti perusahaan telah menggunakan peralatan sebesar Rp. 4.400.000 – Rp. 2.700.000 = Rp. 1.700.000. sehingga dicatat bahwa peningkatan biaya peralatan dan pengurangan peralatan sebesar Rp. 1.700.000.

Penggunaan Peralatan atau Sisa

Baca Juga : Pengertian Pasar Oligopsoni

Cara Mengerjakan Jurnal Penyesuaian

Gambar berikut menunjukkan cara menyelesaikan dan mengerjakan kasus untuk jurnal penyesuaian.