Fungsi DHCP Server Beserta Penjelasan nya

By | December 4, 2020
Fungsi DHCP Server Beserta Penjelasan nya

Dynamic Host Configuration Protocol atau yang akrab disebut dengan DHCP di kalangan teknisi komputer ini sangat bermanfaat bagi otomatisasi distribusi alamat IP kepada komputer atau jaringan. Client/perangkat tidak perlu mengonfigurasi satuan alamat IP komputer dengan memakan waktu secara manual.

Dynamic Host Configuration Protocol ( DHCP ) adalah protokol manajemen jaringan yang digunakan pada jaringan TCP / IP di mana server DHCP secara dinamis menetapkan alamat IP dan parameter konfigurasi jaringan lainnya ke setiap perangkat pada jaringan sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan jaringan IP lainnya. 

Server DHCP memungkinkan komputer untuk meminta alamat IP dan parameter jaringan secara otomatis dari penyedia layanan Internet (ISP), mengurangi kebutuhan administrator jaringan atau pengguna untuk secara manual menetapkan alamat IP ke semua perangkat jaringan. Karena tidak ada server DHCP, komputer atau perangkat lain di jaringan harus diberikan alamat IP secara manual.

DHCP dapat diimplementasikan pada jaringan mulai dari ukuran jaringan rumah ke jaringan kampus besar dan jaringan penyedia layanan Internet regionaL.

Router atau gateway perumahan dapat diaktifkan untuk bertindak sebagai server DHCP. Sebagian besar router jaringan perumahan menerima alamat IP unik global dalam jaringan ISP. Dalam jaringan lokal, server DHCP menetapkan alamat IP lokal untuk setiap perangkat yang terhubung ke jaringan.

Cara Kerja DHCP Server

Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.

  • DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat “menyewakan” alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.
  • DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, Windows 7, Windows 8 atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.

Konfigurasi DHCP Server

Terdapat dua tata cara konfigurasi DHCP Server dengan secara otomatis atau secara manual. Untuk mengaktifkan DHCP Server langkah demi langkah yang harus dilewati tidaklah terlampau rumit.

Diantaranya melakukan setting DHCP IP Address Network, install DHCP Server, Konfigurasi DHCP, dan restart jaringan secara menyeluruh.

Setelah berhasil direstart maka selanjutnya perlu dilakukan verifikasi IP Address yang telah dibuat, caranya dengan mengecek pengalamat IP Address apakah sudah sama atau belum terhadap seluruh komputer dalam jaringan. Untuk tes ini tinggal dilakukan di CMD saja melalui perintah instruksi IP Config.

Apabila ingin mengecek dari sisi DHCP Client, dapat dilakukan dengan cara memverifikasi IP Address dengan langkah tes koneksi.

Melakukan tes koneksi tetap dilakukan di CMD, selanjutnya klik perintah ping untuk memanggil IP Server. Jika berhasil dan IP yang dimiliki sama berarti konfigurasi DHCP server tidak ada yang salah.

cara kerja DHCP Server yang terjadi di dalam proses layanan DHCP antara client atau user dengan server seperti yang ada di bawah ini;

  • IP Least Request

Komputer client meminta alamat IP kepada server.

  • IP Least Offer

DHCP Server yang mempunyai list alamat IP menawarkan kepada komputer client atau user.

  • IP Lease Selection

Client memilih atau melakukan seleksi penawaran yang pertama kali diberikan oleh DHCP Server. Setelah menjatuhkan pilihan, client akan mengirimkan broadcast berisi pesan bahwa client telah setuju dengan penawaran yang diberikan

  • IP Lease Acknowledge

Di bagian tahapan yang ini, DHCP Server menerima isi pesan yang telah dikirimkan client, lalu secara bertahap membalasnya dengan sebuah paket acknowledge DHCPACK) kepada client.

Di dalam DHCP Server sebagian diantaranya juga dilengkapi sebuah fitur mikrotik. Kegunaan dari mikrotik ini sangat tepat ditujukan bagi jaringan yang mempunyai user dinamis, dengan jumlah personel yang sering berganti.

Untuk melakukan setting DHCP Server mikrotik Anda dapat melakukannya di menu IP kemudian klik DHCP Server lalu klik DHCP Setup. Selanjutnya akan muncul beberapa kali instruksi lanjutan yang menuntun Anda untuk melakukan setting konfigurasi mikrotik sesuai dengan apa yang Anda kehendaki.