Jenis-Jenis Organisasi Usaha, Konsep dan Prinsip Akuntansi Perusahaan Perorangan, Persekutuan atau Korporasi.

By | January 6, 2022

Kali ini kita akan membahas Jenis-Jenis Organisasi Usaha, Konsep dan Prinsip Akuntansi Perusahaan Perorangan, Persekutuan atau Korporasi. Selamat membaca …..

Daftar Isi :

  • Jenis Organisasi Bisnis
    • Perusahaan Perorangan (Kepemilikan)
    • Kemitraan (kemitraan)
    • Korporasi (korporasi)
    • Aliansi Perseroan Terbatas (LLP) dan Perseroan Terbatas (LLC)
  • Konsep dan Prinsip Akuntansi
    • Konsep Entitas
    • Prinsip Keandalan (Objektivitas)
    • Biaya Pokok (Biaya Pokok)
    • Konsep Kepedulian
    • Konsep Unit Moneter Stabil
    • Bagikan ini:

Jenis Organisasi Bisnis

1. Perusahaan Perorangan (Proprietorship)

Pemilik hanya satu orang, yang disebut pemilik, yang sering mengelola jalannya bisnis. Perusahaan individu cenderung merupakan saham ritel kecil atau bisnis profesional, seperti dokter, pengacara, dan akuntan.

Dari sudut pandang akuntansi, catatan setiap perusahaan terpisah dari catatan pemiliknya. Catatan akuntansi perusahaan swasta tidak termasuk catatan pribadi pemilik. Namun, dari sudut pandang hukum, perusahaan adalah pemilik.

2. Kemitraan (partnership)

Yaitu menggabungkan dua individu atau lebih sebagai pemilik bersama. Setiap pemilik adalah mitra. Banyak toko ritel dan organisasi profesional untuk dokter, pengacara, dan akuntan adalah asosiasi.

Sebagian besar aliansi berukuran kecil atau menengah, tetapi ada juga yang berukuran raksasa, dengan 1.000 atau lebih mitra. Dari sudut pandang akuntansi, kemitraan adalah organisasi terpisah yang berbeda dari mitra.

Namun, dari segi hukum, kemitraan adalah mitra seperti perusahaan swasta.

3. Korporasi (korporasi)

Adalah perusahaan yang dimiliki oleh para pemegang saham (stockholder, atau pemegang saham), yaitu orang-orang yang memiliki bagian kepemilikan dalam perusahaan tersebut.

Suatu perusahaan akan menjadi korporasi jika pemerintah negara bagian menyetujui akta pendiriannya. Tidak seperti perusahaan individu dan kemitraan, korporasi adalah badan hukum yang terpisah dari pemiliknya.

 

Baca Juga :  Contoh Bukti Transaksi  

 

Ada perbedaan antara korporasi dan perusahaan perseorangan atau persekutuan, dimana perbedaan tersebut membuat korporasi begitu populer, dimana orang dapat berinvestasi pada korporasi dengan risiko pribadi yang terbatas, antara lain:

  1. Jika orang perseorangan atau persekutuan tidak mampu membayar utangnya, pemberi pinjaman dapat menyita harta pribadi pemiliknya untuk memenuhi kewajibannya;
  2. Jika korporasi bangkrut, pemberi pinjaman tidak dapat menyita aset pribadi pemegang saham.

Faktor lain mengapa perusahaan begitu populer adalah pembagian kepemilikan menjadi saham individu.

Contoh:  Coca Cola  perusahaan  memiliki miliaran saham yang dimiliki oleh banyak pemegang saham. Seorang investor yang tidak memiliki hubungan pribadi dengan Coca Cola dapat menjadi pemegang saham dengan membeli 50, 100, 5.000 atau salah satu saham perusahaan.

4. Aliansi Perseroan Terbatas (LLP) dan Perseroan Terbatas (LLC)

Kemitraan tanggung jawab terbatas (LLP) adalah satu perusahaan di mana satu mitra tidak dapat membuat kewajiban besar untuk mitra lainnya.

Setiap mitra hanya bertanggung jawab atas tindakannya sendiri dan orang-orang yang berada di bawah kendalinya. Perseroan Terbatas, perseroan bukan pemilik, bertanggung jawab atas utang perseroan.

Konsep dan Prinsip Akuntansi

Peraturan yang mengatur akuntansi dikenal sebagai GAAP (  Generally Accepted Accounting Principles  ) atau prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Konsep Entitas

Merupakan organisasi yang berdiri sendiri sebagai unit ekonomi tersendiri. Dengan menggambar batas antara masing-masing entitas sehingga kita tidak mencampuradukkan urusan entitas tersebut dengan urusan entitas lain.

Contoh:  perusahaan “MY” membentuk modal awal untuk memulai usaha dengan dana sebesar Rp. 100 juta diperoleh dengan pinjaman bank.

 

Baca Juga :  Pengertian Pasar Monopoli  

 

Menurut konsep entitas, perusahaan “MY” akan memperhitungkan dana Rp 100 juta secara terpisah dari aset pribadi seperti pakaian dan mobil.

JIKA Rp 100 juta dicampur dengan aset pribadi, akan sulit untuk mengukur keberhasilan atau kegagalan perusahaan “MY”. Intinya, ada batasan atau pemisahan antara aset perusahaan dan aset pribadi, sehingga lebih mudah untuk dianalisis.

Prinsip Keandalan (Objektivitas)

Ini juga disebut pedoman berdasarkan data yang andal di mana data yang dapat diverifikasi berarti bahwa data dapat dikonfirmasi oleh pengamat independen mana pun.

Misalnya:  perusahaan menjual barang, maka untuk membuktikan bahwa transaksi ini dapat dipercaya, penjualan tersebut disertai dengan surat penawaran dari perusahaan.

Dan dilengkapi dengan Purchase Order dari pembeli, kemudian disertai dengan konfirmasi pembayaran yang menjelaskan syarat-syarat penjualan (syarat pembayaran, penyerahan barang, dll).

Biaya Pokok (Biaya Pokok)

Menyatakan bahwa aset dan jasa yang diperoleh harus dicatat pada biaya sebenarnya.

Contoh:  perusahaan “MY” membeli barang elektronik seharga Rp. 2 jutaan, harga ini sebenarnya lebih murah dibandingkan jika “saya” beli di tempat lain.

Hal ini dikarenakan penjual akan mencuci gudang, sehingga barang dijual dengan harga yang terjangkau. Padahal “saya” tahu harga di luar lebih mahal, misalnya Rp. 3 juta, pembukuan akan tetap mencatat Rp. 2 juta karena rekamannya harus benar-benar tidak diduga.

Prinsip biaya juga menyatakan bahwa catatan akuntansi harus terus melaporkan biaya historis suatu aset selama masa manfaatnya.

Misalnya, barang elektronik dibeli setahun yang lalu seharga Rp. 2 juta dan sekarang jika dijual akan dijual seharga Rp. 3 juta (naik). Jadi pencatatan perusahaan “MY” masih Rp. 2 juta bukan Rp. 3 juta.

Konsep Kepedulian

Konsep ini mengasumsikan bahwa entitas akan terus beroperasi di masa mendatang.

Berdasarkan konsep ini, akuntan berasumsi bahwa perusahaan akan beroperasi cukup lama sehingga dapat menggunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.

Konsep Unit Moneter Stabil

Di Amerika Serikat kami mencatat transaksi dalam dolar karena dolar adalah alat tukar. Nilai dolar dapat berubah dari waktu ke waktu, dan kenaikan tingkat harga disebut inflasi.

Selama periode inflasi, satu dolar akan membelikan Anda lebih sedikit makanan dan lebih sedikit bahan bakar untuk mobil Anda. Namun, akuntan berasumsi bahwa daya beli dolar masih stabil.