Kram Otot : Jenis dan Penyebabnya

By | October 1, 2022

Mangihin.com is a website that provides useful information, please share if there is interesting information that can help you. Thank you

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :

Apa itu pengertian-definisi kram otot ?

Kram Otot (Muscle Cramps) adalah otot yang tidak sengaja dan secara paksa dikontraksi terus mnerus dalam keadaan yang tidak rileks. Misalnya ketika kita menggunakan otot-otot pada bagian tubuh kita (kepala, leher, tangan, kaki) dalam keadaan rileks maka akan terjadi kontraksi yang normal. Sebaliknya otot yang tanpa sengaja atau tiba-tiba kontraksi maka dapat mengeyebabkan kejang.

Nah apabila kejang ini  berlangsung kuat dan berkelanjutan (terus menerus) maka akan menjadi kram. Kram otot sering menyebabkan pengerasan pada bagian yang terkena dan itu bisa kita lihat dan jika diraba terasa keras dan kaku.

Kram otot dapat berlangsung dari beberapa detik, seperempat jam atau kadang-kadang lebih lama. 

Kram otot sangat umum terjadi bahkan hampir semua orang (sekitar 95%) pernah mengalami kram otot ini. Kram otot umumnya sering terjadi pada orang dewasa dan semakin sering terjadi pada orang usia tua. Namun, anak-anakpun kadang juga mengalami kram otot. 

Jenis Kram Otot

kram otot
Gambar : www.whatcausesthis.com

1. True Cramps

Adalah kram yang melibatkan sebagian atau seluruh dari otot atau sekelompok otot yang umumnya berkontraksi bersama-sama, misalnya otot-otot yang melenturkan beberapa jari yang berdekatan. True Cramps disebabkan oleh hyperexcitability dari saraf yang merangsang otot-otot. 

True Cramps dapat disebabkan atau terjadi dalam berbagai situasi sebagai berikut :

a. Cedera

Kram atau kejang otot ini dapat terjadi sebagai mekanisme perlindungan akibat cedera, misalnya patah tulang. Dalam hal ini, kejang cenderung meminimalkan gerakan dan menstabilkan daerah cedera.  

b. Gerakan Kuat (Berlebihan)

Penggunaan yang kuat (berlebihan) dari otot sampai terjadi kelelahan otot (misalnya melakukan olahraga tidak seperti biasa). Kram bisa langsung terjadi saat bergerak atau berolahraga maupun terjadi setelahnya. Orang dewasa yang lebih tua beresiko untuk terkena kram saat melakukan kegiatan fisik yang kuat atau berat. 

c. Istirahat

Kram juga bisa terjadi saat istirahat, terutama pada orang dewasa yang lebih tua, tapi bisa juga terjadi pada setiap orang baik yang muda maupun anak-anak. Kram ini sering terjadi pada malam hari (umumnya dikenal sebagai kram nokturnal), rasanya menyakitkan, mengganggu tidur, dan sering kambuh. Penyebab sebenarnya dari kram ini tidak diketahui. Kadang-kadang, kram ini disebabkan oleh gerakan otot yang lebih pendek. Contoh menunjuk jari kaki ke bawah sambil berbaring di tempat tidur, yang memperpendek otot betis.

d. Dehidrasi

Olahraga dan kegiatan aktif lainnya dapat menyebabkan kehilangan cairan yang berlebihan dari keringat. Dehidrasi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya true cramps.

e. Pergeseran Cairan Tubuh

True Cramps juga dapat dialami dalam kondisi ketika terjadi distribusi yang tidak biasa dari cairan tubuh. Contohnya adalah sirosis hati, yang mengarah ke akumulasi cairan di rongga perut (ascites). Kram ini terjadi karena komplikasi dari perubahan cairan tubuh cepat yang terjadi selama dialisis.

f. Rendah Kalsium dan Magnesium

Rendahnya kalsium atau magnesium dalam darah bisa langsung meningkatkan rangsangan dari kedua ujung saraf dan otot-otot dan ini menjadi faktor predisposisi untuk terjadinya kram. 

g. Rendah Kalium

Rendah kalium kadang menyebabkan kram otot, meskipun yang lebih umum untuk kalium yang rendah berhubungan dengan kelemahan otot. 

2. Tetany Cramps

Pada Tetany, semua sel-sel saraf dalam tubuh diaktifkan, yang kemudian merangsang otot. Reaksi ini menyebabkan kejang atau kram di seluruh tubuh. Nama tetany berasal dari efek toksin tetanus pada saraf. Namun, nama ini sekarang umum diterapkan untuk kram otot dari kondisi lain.

3. Dystonic Cramps

Keadaan ini di mana otot-otot yang tidak diperlukan untuk gerakan dirangsang untuk berkontraksi. Otot yang terpengaruh biasanya bekerja dalam arah yang berlawanan dari gerakan. Kram distonik biasanya mempengaruhi kelompok-kelompok kecil dari otot (kelopak mata, rahang, leher, dll). Tangan dan lengan juga terpengaruh jika aktivitas terjadi berulang-ulang.  Contohnya jenis kram ini ketika kita menulis, mengetik, dll, gerakan berulang-ulang ini dapat menyebabkan kram karena faktor kelelahan otot.

Artikel Lainnya:

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :