Mencegah Kompor Gas Meledak | Tips Merawat Kompor

By | November 13, 2020
Mencegah Kompor Gas Meledak | Tips Merawat Kompor

Perawatan Agar Kompor Gas Meledak | Tips Merawat Kompor – Dulu kompor minyak begitu digemari, tetapi sejak kemunculan kompor gas, popularitasnya mulai menurun. Banyak orang yang beralih menggunakan kompor gas untuk memasak. Selain mudah dan praktis, memasak dengan menggunakan kompor gas terasa lebih cepat karena api yang dihasilkan tersebar merata. Akan tetapi, jika tidak digunakan dan dirawat dengan baik, kompor gas bisa membahayakan anda.

Kelalaian yang Anda lakukan bisa memicu kebocoran gas yang berujung dengan ledakan tabung gas. Meskipun pemerintah sudah melakukan beragam upaya sosialisasi penggunaan kompor gas, kasus ledakan kompor gas masih kerap terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, lakukan 10 langkah ampuh berikut untuk hindari kompor gas meledak :

Hindari Kompor Gas Meledak Dengan Memasang Selang dan Regulator Secara Tepat

Selang dan Regulator Harus Terpasang Secara Tepat,Kompor gas dihubungkan dengan tabung menggunakan selang dan regulator. Jika selang dan regulator tidak terpasang secara tepat maka akan memicu kebocoran gas. Sebelum menyalakan kompor gas, pastikan dulu gas mengalir dengan baik hingga ke kompor. Pasang regulator pada mulut tabung gas hingga terdengar bunyi klik. Kemudian hubungkan kompor dan regulator menggunakan selang khusus. Jangan lupa juga untuk mengatur posisi selang agar tidak terlipat.

Mencegah Kompor Gas Meledak | Tips Merawat Kompor

Mencegah Kompor Gas Meledak | Tips Merawat Kompor

Hindari Kompor Gas Meledak Dengan Pastikan Regulator Berfungsi Dengan Baik

Pada dasarnya, regulator berfungsi untuk mengatur dan menstabilkan aliran gas menuju kompor sehingga diperoleh panas api yang merata. Jika panas api pada kompor gas yang anda gunakan tidak merata, bisa dipastikan regulator mengalami kerusakan. Lama-kelamaan akan terjadi kebocoran dan gas mengalir keluar. Biasanya akan terdengar bunyi mendesis dan tercium bau gas yang sangat menyengat di sekitar ruangan.

Baca Juga : Cara Memperbaiki Kompor Gas | Pemantik Api Kompor Gas

Hindari Kompor Gas Meledak Dengan Menggunakan Regulator SNI Dengan Tiga Stopper

Sudah banyak kasus ledakan gas yang disebabkan oleh perlengkapan kompor yang belum memenuhi standar. Oleh karena itu, gunakan perlengkapan seperti selang, regulator, tabung gas, dan kompor gas HOCK yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Lebih baik mengeluarkan uang berlebih, daripada harus membeli regulator abal-abal tetapi membawa bahaya.

Selain label SNI, gunakan juga regulator yang sudah dilengkapi dengan tiga stopper yang mampu mencegah kebocoran gas berkat 3 lapisan pelindung. Lapisan pertama terpasang pada mulut tabung gas, lapisan kedua pada dudukan regulator, dan lapisan ketiga terletak pada mulut out-flow regulator. Dengan tiga stopper tersebut, peluang kebocoran gas akan semakin kecil.

Pasang Klem Pada Kedua Ujung Selang

Selang dan Regulator Harus Terpasang Secara Tepat, Terkadang diameter selang gas yang anda beli sedikit lebih besar dibanding diameter lubang regulator dan kompor. Jika selang longgar, gas akan terbuang sia-sia atau bocor. Untuk menghindarinya, anda bisa memasang klem pada kedua ujung selang. Putar sekrup pada klem sekuat mungkin menggunakan obeng hingga selang tidak bisa dicabut. Jika klem sudah terlihat berkarat, segera ganti dengan yang baru.

Ganti Regulator dan Selang Secara Berkala Untuk Hindari Kompor Gas Meledak

Sesuatu yang digunakan secara terus-menerus pasti akan usang dan mengalami penurunan fungsi. Begitu juga dengan regulator dan selang kompor gas yang anda gunakan. Jika tidak diganti secara berkala, aliran gas menjadi tidak stabil dan selang menjadi mudah pecah atau sobek. Bahkan, tikus bisa dengan mudahnya menggigit selang kompor gas yang rapuh. Apabila pemakaian sudah lebih dari dua tahun, segera ganti regulator dan selang kompor gas dengan yang baru.

Jangan Beli Gas Yang Sudah Kadarluarsa Untuk Hindari Kompor Gas Meledak

Sebenarnya, tidak ada istilah kadaluarsa untuk tabung gas. Pertamina telah mengklarifikasi bahwa kode tahun yang tertera merupakan tahun dimana tabung gas harus ditest ulang, bukan tahun kadaluarsa. Setiap 5 tahun sekali, tabung gas elpiji harus sudah diuji ulang kelayakannya. Jika Anda membeli tabung gas dengan kode tahun yang sudah terlampau lama, anda harus sedikit waspada. Bisa saja mulut tabung gas tersebut sudah tidak berfungsi dengan baik, atau kandungan gas di dalamnya sudah menyusut.

Pilih Tabung Dengan Kondisi Fisik Yang Masih Bagus

Ada dua jenis tabung gas elpiji yang beredar di pasaran, yaitu ukuran 3 kilogram dan 12 kilogram. Selain memeriksa kode tahun uji test pada bagian badan tabung, Anda juga harus memeriksa penampilan fisiknya. Tabung gas yang sudah berkarat menandakan bahwa tabung tersebut sudah usang atau tidak ditaruh ditempat yang benar oleh pemakai sebelumnya. Meskipun tidak bisa dijadikan patokan, sebaiknya anda memilih tabung gas dengan kondisi fisik yang masih bagus.

Ada logo SNI, Pertamina, dan Depnakertrans? Sebelum diedarkan ke pasar, tabung gas sudah melewati beberapa tahap uji coba yang ketat. Pertamina hanya mengedarkan tabung gas yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan telah melewati uji ketahanan tabung oleh Depnakertrans. Jika tabung gas yang anda beli tidak memiliki logo tersebut, sebaiknya tanyakan kepada pihak penjual mengenai keasliannya.

Jangan Letakan Tabung Dekat Benda Yang Mudah Terbakar

Posisi tabung gas juga harus anda perhatikan. Jangan terlalu dekat dengan kompor dan jangan diletakan di tempat yang lembab. Karena tabung elpiji berisi gas yang mudah terbakar maka jauhkan juga dari benda-benda yang mudah terbakar. Jangan pernah merokok atau bermain kembang api di dekat tabung gas. Percikan api sekecil apapun dapat memicu ledakan tabung gas.

Baca Juga : Contoh Studi Kelayakan Bisnis | Bisnis Yang Menjanjikan | Peluang Bisnis

Lepas Regulator Saat Pergi Dalam Jangka Waktu Lama

Saat pergi meninggalkan rumah dalam jangka waktu lama, jangan lupa untuk mencabut regulator dari mulut tabung gas. Hal ini untuk mencegah kebocoran gas jika sewaktu-waktu selang kompor digigit oleh tikus. Atau bisa saja rumah yang anda tinggalkan dalam waktu lama menjadi lembab sehingga membuat bagain dalam regulator dan tabung gas berkarat.

Penyebab Tabung Gas LPG Meledak

Pertama adalah bocornya tabung gas. Ada kalanya selang dan keran penutup tabung gas tidak rapat. Namun, penggunaan selang yang tidak sesuai standar keamanan juga mungkin berperan dalam peristiwa meledaknya tabung gas.

Cara mengatasai adanya kebocoran gas

Bagaimana cara mendeteksi adanya konsentrasi gas didalan satu ruangan. Jawabnya mudah saja. Yaitu adanya bau gas yang menyengat. Lalu, kalau sudah tahu adanya kebocoran gas apa yang perlu diperbuat ?

JANGAN SEKALI KALI MENYALAKAN API, MEROKOK ATAU MENYALAKAN LAMPU/LISTRIK.

# Pertama, cabut regulator dari katub tabung gas.
# Kedua, bila sudah dicabut dari tabung masih ada suara mendesis, bawa keluar tabung ke tempat terbuka. Bisa minta tukar dari penjualnya.

Bila regulator sudah dilepas dari tabung, tetapi tidak ada suara mendesis, sedang didalam tabung diperkirakan masih ada isinya, beratnya lebih dari 5 kilo (berat tabung kosong), Maka, kemungkinan yang bocor bukan tabung, bisa jadi yang bocor adalah regulatornya, selangnya, atau dari bagian2 kompor. Untuk itu kompor harus diservis.
Ketiga, buka semua pintu dan jendela supaya gas cepat hilang.

Setelah semuanya dicek, dan dibetulkan/diganti bagian yang rusak. Anda bisa memakai lagi kompor gas dengan aman.

Beberapa langkah lain sebagai pengaman Seputar Kompor dan Tabung Gas.

1. Taruh tabung di luar dapur, syukur2 di tempat terbuka.
2. Kalau takut dicuri, buatkan pengait ke tembok agar tabung bisa digembok.
3. Syukur panjang slang mencukupi, kalau tidak buat jumper pakai pipa (agar aman dari tikus)
4. Kalau ada apa2 dengan regulator, tetap aman karena dipisahkan tembok…. Lihat Selengkapnya
5. Untuk menciptaan sistem pengaman ini, biaya tak terlalu banyak. Bandingkan dengan resikonya.
6. Regulator bukan komponen seumur hidup. Ada masa pakainya. Makin sering buka tutup, makin pendek usianya. Pemerintah perlu meneliti seberapa sering regulator harus diganti. Masyarakat kita sangat awam akan hal itu.