MODAL

By | September 30, 2022

Mangihin.com is a website that provides useful information, please share if there is interesting information that can help you. Thank you

MODAL

 

I.         
PENGERTIAN MODAL

Inti dasar dari suatu
perusahaan dapat menjalankan kegiatan usahanya adalah dengan adanya modal.
Modal merupakan faktor produksi terpenting.

Bagi perusahaan yang baru berdiri
modal digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha sedangkan bagi perusahaan yang
sudah berdiri lama modal digunakan untuk mengembangkan usaha dan memperluas
pangsa pasar.

Untuk mendirikan atau
menjalankan suatu usaha diperlukan sejumlah modal (uang) dan tenaga (keahlian).
Modal dalam bentuk uang diperlukan untuk membiayai segala keperluan usaha,
mulai dari biaya pra-investasi, pengurusan izin-izin, biaya investasi untuk pembelian
aktiva tetap, sampai dengan modal kerja. Sementara itu, modal keahlian adalah
keahlian dan kemampuan seseorang untuk mengelola atau menjalankan suatu usaha.

Modal usaha adalah segala
seuatu yang pertama kali dikeluarkan digunakan untuk membiayai pendirian
perusahaan (pra-investasi), mulai dari persiapan yang diperlukan sampai
perusahaan tersebut berdiri (memiliki badan usaha). Contoh biaya awal yang
harus dikeluarkan adalah biaya survei lapangan, biaya pembuatan studi
kelayakan, izin-izin, dan biaya pra-investasi lainnya.
modal Usaha terdiri dari:

 

1.       Modal Uang

Modal dalam bentuk uang diperlukan untuk membiayai segala
keperluan usaha, mulai dari biaya pravintasi, pengurusan izin. Biaya investasi
untuk pembelian aktiva tetap, sampai dengan modal kerja

 

2.       Modal Tenaga (keahlian)

Modal
keahlian adalah keahlian dan kemampuan seseorang untuk mengelola dan
menjalankan suatu usaha.
Modal keahlian
diperlukan untuk mengelola atau menjalankan usaha tersebut.

Pada permulaannya
orientasi dari modal pengertian modal ini bersifat “physical-oriented”, dimana
dalam hubungan ini dikemukakan pengertian modal klasik yaitu sebagai hasil
produksi yang digunakan untuk memproduksi lebih lanjut. Namun dalam
perkembangnannya pengertian modal mulai bersifat “non- physical oriented”
dimana dalam hubungan ini pengertian modal mulai ditekankan pada nilai, daya
beli atau kekuasaan memakai atau menggunakan yang terkandung dlam barang-barang
modal, meski dalam hal ini belum ada penyesuaian pendapat diantara para ahli
ekonomi sendiri. Sehingga para ahli mendefinisikan pengertian modal ini
bervariasi diantaranya:

 

1.      
Prof. Meij :

mengartikan modal sebagai kolektivitas dari barang-barang
modal yang terdapat dalam neraca sebelah debit, sedangkan yang dimaksud dengan
barang-barang modal ialah semua barang yang ada dalam rumah tangga perusahaan
dalam fungsi produktifnya untuk membentuk pendapatan dalam fungsi produktifnya
untuk membentuk pendapatan. Yang dimaksud dengan kekayaan adalah daya beli yang
terdapat dalam barang modal sehingga kekayaan ini terdapat dalam neraca sebelah
kredit.

 

2.      
Prof. Polak :

Kekuasan untuk menggunakan barang-barang modal. Dengan
demikian modal ialah terdapat di neraca sebelah kredit. Adapun yang dimaksud
dengan barang-barang modal ialah barang-barang yang ada dalam perusahaan yang
belum digunakan, jadi yang terdapat di neraca sebelah debit.

 

3.      
Bakker :

Baik yang berupa barang-barang kongkret yang masih ada
dalam rumah tangga perusahaan yang terdapat di neraca sebelah debit, maupun
berupa daya beli atau nilai tukar dari barang-barang itu yang tercatat di
sebelah kredit.
 

 

Yang tercatat disebelah
debit dari neraca disebut “modal konkret” dan yang tercatat disebelah kredit
disebut “Modal Abstrak”. Apabila melihat dari neraca suatu perusahaan selain
menggambarkan adanya modal konkret
dan Modal Abstrak terdapat dua modal yaitu modal yang
menunjukan bentuknya atau disebut juga modal aktif (sebelah debit) dan modal
yang menunjukan sumbernya atau asalnya yaitu modal pasif (sebelah kredit)

Dengan kata lain modal
aktif itu adalah modal kongkret yaitu modal yang menggambarkan bentuk-bentuk
dimana seluruh dana yang diperoleh perusahaan ditanamkan. Sedangkan modal pasif
adalah modal abstrak yaitu modal yang menggambarkan sumber-sumber dari mana
dana diperoleh.

 

II.       
PEMBAGIAN MODAL AKTIF

Bedasarkan cara dan
lamanya perputaran, modal aktif dapat dibedakan antara:

1.        
Aktiva lancar

Yaitu aktiva yang habis dalam
satu kali berputar dalam proses produksi dan proses perputarannya adalah dalam
jangka waktu yang pendek dengan kata lain aktiva lancar ini adalah aktiva yang
dapat diuangkan dalam jangka pendek.

 

2.        
Aktiva tetap

Adalah aktiva yang tahan
lama yang tidak atau secara berangsur-angsur habis turut serta dalam proses
produksi seperti tanah, hutan dll dan untuk aktiva ini tidak diadakan
penyusutan. Untuk aktiva tetap yang berangsur-angsur habis dlam proses produksi
seperti bangunan pabrik, kendaraan, mesin dll diadakan penyusutan.

 

Perimbangan
atau perbandingan antara kedua aktiva lancar dan aktiva tetap ini akan
menentukan struktur kekayaan perusahaan. Bedasarkan fungsi bekerjanya modal
aktif ini dibagi menjadi modal kerja dan modal tetap. Modal kerja ini adalah jumlah
dari keseluruhan aktiva lancar diatas utang lancar. Sedangkan modal tetapnya
yang Tertanam dalam harta tetap, hak paten, tanah dan mesin-mesin, serta saham
dan surat berharga lainnya. Perebdaan dari modal tetap dan modal kerja dapat
dilihat pada tabel.

 

Karakteristik

Modal Kerja

Modal
Tetap

Jumlah

 

 

Susunan/komposisinya

 

 

Proses perputaran

Lebih fleksibel

 

 

Relatif variabel, bisa
berubah sesuai kebutuhannya

 

Jangka waktu yang pendek

Sekali dibeli tidak mudah
dikurangi atau diperkecil

 

Relatif pemanen dalam jangka
waktu tertentu

 

Jangka waktu panjang

 

 

III.      PEMBAGIAN MODAL PASIF

 

1.        
Modal sendiri

Atau modal badan usaha
yaitu modal yang berasal dari perusahaan itu sendiri (cadangan, laba) atau
pemilik (modal saham, peserta, dll). Modal inilah yang menjadi tanggungan
seluruh risiko perusahaan dan modal inilah yang merupakan jaminan bagi
kreditor.

 

2.        
Modal Asing

Adalah modal yang berasal
dari kreditur yang merupakan hutang bagi perusahaan yang bersangkutan.

Perimbangan atau
perbandingan antara kedua golongan modal tersebut dalam suatu perusahaan akan
menentukan struktur finansial dari perusahaan tersebut. Baik modal sendiri
maupun modal asing dalam penggunaannya memiliki kelemahan dan kelebihan
masing-masing yaitu:

 

Modal
Sendiri

Modal
Asing

Kelebihan

1.      
Tidak ada biaya: bunga, admin

2.      
Tidak tergantung pihak lain

3.      
Persyaratan tidak rumit

4.      
Tidak ada pengembalian modal

1.    
Jumlah tidak terbatas

2.    
Motivasi usaha tinggi

 

Kelemahan

1.    
Jumlah terbatas

2.    
Perolehan relatif sulit

3.    
Kurang motivasi

1.      
Beban bunga dan adiminstrasi

2.      
Perlu pengembalian

3.      
Beban moral

 

Pembagian modal pasif
dapat juga didasarkan pada syarat:

1.        
Likuiditas

Yaitu menurut jangka
waktu penggunaannya yang dibedakan menjadi

a.      
Modal jangka panjang

      
Tak tertentu waktunya contoh: modal
saham & modal dari perusahaan induk. Tertanam 

      dalam perusahaan selamanya

     Tertentu waktunya contoh: modal
obligasi & hipotek. Tertanam di perusahaan dalam 

     jangka waktu lama tetapi
terbatas sampai hari jatuhnya

 

b.     
Modal jangka pendek

      
Tak tertentu waktunya contoh: kredit
rekening koran

      
Tertentu waktunya contoh : kredit,
prolongasi, kredit belening, kredit wesel dll

 

2.        
Solvabilitas

Hubungannya dengan
fungsinya sebagai jaminan. Modal pasiva ini dapat dibedakan menjadi “modal
sendiri” dan “modal asing”.

 

3.        
Rentabilitas

Hubungannya dengan
penghasilan/pendapatan. Modal ini dibedakan “pendapatan tetap” contoh modal
obligasi dan “pendapatan tidak tetap” contoh modal saham

 

3.       Aturan Struktur Kekayaan

Yang dimaksud dengan
struktur kekayaan adalah perimbangan atau perbandingan baik dalam artian
absolut maupun dalam artian relatif antara aktiva lancar dan aktiva tetap.
Contoh:

Dalam neraca suatu  perusahaan
diketahui aktiva lancar Rp. 80.000,- dan aktiva tetap Rp. 120.000,-

maka dapat
dilihat absolutnya = 8 : 12 sedangkan relatifnya = 40% : 60% 

Sedangkan Struktur
finansiil mencerminkan perimbangan baik dalam artian absolut maupun relatif
antara keseluruhan modal asing (jangka panjang /jangka pendek) dengan jumlah
modal sendiri, contoh

Suatu perusahaan memiliki modal asing Rp. 50.000,- dan
modal sendiri Rp. 150.000,- maka perimbangan dalam artian absolut adalah 5 : 15
dan perimbangan relatifnya 25% : 75%

 

Tabel dibawah ini
menjelaskan keadan struktur kekayaan dan struktur finansill tersebut

                    Struktur
Kekayaan                                         Struktur
Finansiil

Aktiva
Lancar

8 = 40%

 

Aktiva
Lancar 8 = 66,7% dari aktiva tetap

Modal Asing
5 = 33,3% dari modal sendiri

 

Modal Asing
5 = 25%

Aktiva Tetap
12 = 60%

Atau

Aktiva Tetap
12 = 100%

Modal
Sendiri 15 = 100%

Atau

Modal
sendiri 15 = 75%

 

Dalam hubungannya dengan
struktur finansil dan struktur kekayaan terdapat pedoman Struktur Finansiil
Konserfatif Vertikal
dan Struktur Finansiil Konserfatif Horizontal

 

1.        
Struktur Finansiil Konserfatif
Vertikal

Yaitu memberikan batas
perimbangan yang harus dipertahankan oleh suatu perusahaan mengenai besarnya
modal asing dengan modal sendiri. Bedasarkan anggapan bahwa pembelanjaan yang
sehat itu harus dibangun atas dasar modal sendiri. Besarnya modal asing dalam
keadaan apapun tidak boleh melebihi 1 : 1 pandangan ini didasarkan pada prinsip
keamanan

 

2.        
Struktur Finansiil Konserfatif
Horizontal

Yaitu memberikan batas
perimbangan antara besarnya modal sendiri dengan besarnya aktiva tetap ditambah
persediaan besi, aturan ini menyetakan bahwa kesuluruhan aktiva tetap ditambah
persediaan besi harus sepenuhnya ditutup atau dibelanjai dengan modal sendiri
yaitu modal yang tetap tertanam di dalam perusahaan. Besarnya modal sendiri
tidak boleh kurang dari jumlah aktiva tetap ditambah persediaan besi. Keadaan
dianggap normal jika Besarnya modal sendiri sama besarnya dengan jumlah aktiva
tetap ditambah persediaan besi.

 

     Keadaan normal antara
modal sendiri sama dengan aktiva tetap ditambah persediaan besi

Aktiva
Lancar

Modal
Asing

Aktiva
Tetap

+

Persediaan Besi

Modal
Sendiri

Jika modal sendiri kurang
dari besarnya aktiva tetap ditambah persediaan besi berarti sebagian aktiva dan
persediaan besi dibelanjai dari modal asing. Hal ini akan menganggu likuiditas
perusahaan

  Keadaan dimana antara
modal sendiri lebih kecil dari aktiva tetap ditambah persediaan besi.

Aktiva Lancar

Modal Asing

 

Aktiva
Tetap

+

Persediaan Besi

Modal
Sendiri

 

 

Sebaliknya apabila modal
sendiri lebih besar dari aktiva tetap ditambah persediaan besi berarti modal
sendiri lebih dari cukup untuk menutup aktiva tersebut sehingga kelebihannya
dapat digunakan untuk menutup aktiva lancar yang lain.

 

Keadaan dimana antara
modal sendiri lebih kecil dari aktiva tetap ditambah persediaan besi.

Aktiva
Lancar

Modal
Asing

Modal
Sendiri

Aktiva
Tetap

+

Persediaan

Besi

 

 

 

Sumber:

Prof. Dr. Bambang
Riyanto, Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan,1995, UGM Jogjakarta