PENGANGGARAN PERUSAHAAN

By | September 30, 2022

Mangihin.com is a website that provides useful information, please share if there is interesting information that can help you. Thank you

PENGANGGARAN
PERUSAHAAN

Definisi penganggaran berbeda dengan anggaran. Penganggaran
adalah
Proses
menyusun anggaran/ suatu proses, sejak dari tahap persiapan yang diperlukan
sebelum dimulainya penyusunan rencana,

pengumpulan data dan informasi,
pembagian tugas, implementasi dari rencana tersebut, sampai pada tahap
pengawasan dan evaluasi
. Sedangkan Anggaran (Budget) adalah hasil yang diperoleh
setelah menyelesaikan tugas perencanaan atau hasil dari penganggaran tersebut

Setiap perusahaan didirikan dengan tujuan untuk mendapatkan laba
yang maksimal, untuk dapat menghasilkan laba yang maksimal maka perusahaan
tersebut harus memiliki produk yang dapat dijual kepada
masyarakat/konsumen.produk tersebut dapat berupa produk non fisik maupun bahan
mentah maupun barang jadi yang siap dikonsumsi. selain produk yang dapat dijual
kepada masyarakat, jika perusahaan tersebut ingin meningkatkan jumlah
produksinya maka produk tersebut harus barang kebutuhan yang diperlukan oleh
konsumen. Untuk mencapai laba perusahaan maka selain dari produk yang
dihasilkan juga membutuhkan sumber daya yang memadai untuk menghasilkan produk
tersebut. Sumber daya tersebut dapat berupa: tanah, mesin, tenaga kerja, modal,
bahan baku dll.

Untuk dapat memiliki sumber daya yang dibutuhkan, perusahaan
dapat memperolehnya dari pemilik dalam bentuk setoran modal atau pinjaman dari
kreditur. Sedangkan untuk emmperoleh bahan baku untuk proses produksi peruahaan
dapat memperolehnya dari pemasok bahan baku. Setelah proses produksi dan
menghasilkan barang kemudian dijual kepada konsumen maka perusahaan akan
memperoleh laba usaha.

Dalam proses menggunakan sumber daya kemudian menghasilkan
produk sampai pada memasarkan produk trsebut perusahaan perlu membuat suatu
perencanaan yang baik agar operasi dapat berjalan sehingga bisa mencapai tujuan
utama yaitu meperoleh laba maksimum.

Jadi pada dasarnya anggaran ini adalah rencana kerja organisasi
atau perusahaan di masa mendatang. Proses penyiapan anggaran inilah yang
disebut penganggaran. Beberapa ahli telah mendefinisikan anggaran
diantaranya:

1. Mulyadi (2001):

“Merupakan suatu rencana kerja yang dinyatakan secara
kuantitatif yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran yang
lain yang mencakup jangka waktu satu tahun”

2. M. Nafarin (2004):

“Anggaran merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu
organisasi yang dinyatakan secara kuantitif dan umumnya dalam satuan uang untuk
jangka waktu tertentu”

3. Garrison, Norren and Brewer (2007):

“Anggaran adalah rencana terperinci tentang perolehan dan
penggunaan sumber daya keuangan dan sumber daya lainnya selama suatu periode
waktu tertentu”

Dari definisi angaran
diatas dapat disimpulkan bahwa anggaran adalah rencana kerja organisasi atau
perusahaan di masa mendatang yang diwujudkan dalam bentuk kuantitatif, formal,
dan sistematis. Rencana kerja perusahaan ditulis dalam bentuk sederetan angka
yang merupakan tujuan perusahaan untuk memudahkan anggota organisasi melihat
target yang ingin dicapai perusahaan dalam periode tertentu. Rencana tersebut
harus diupayakan untuk direalisasikan oleh seluruh anggota. Langkah-langkah
positif harus diambil oleh perusahaan untuk mewujudkan apa yang sudah
direncanakan dalam anggaran. Anggaran yang sudah dibuat juga harus dapat
dikomunikasikan kepada seluruh anggota organisasi dan disusun menggunakan
urutan tertentu agar setiap anggota organisasi dapat memahami target yang harus
dicapai oleh perusahaan.

Jika dilihat bedasarkan
definisi anggaran memiliki kemiripan dengan ramalan dan proyeksi. Tetapi
ketiganya memiliki perbedaan. Ramalan merupakan prediksi tentang apa
yang akan terjadi, tanpa ada usaha dari peramal untuk mempengaruhi apa yang
akan terjadi agar sesuai dengan ramalannya. Mirip dengan anggaran, ramalan
merupakan taksiran mengenai apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Tetapi ramalan hanya dipengaruhi oleh faktor di luar pembuat ramalan, sedangkan
anggaran disusun sebagai sesuatu yang akan dikerjakan perusahaan pada periode
tertentu di masa mendatang. Perusahaan juga memiliki kemampuan untuk
merealisasikan, merubah atau menggagalkan rencan tersebut. Oleh karena itu
faktor yang perlu diperhatikan dalam penyusunan anggaran ini adalah realistis
atau tidaknya. Realistis berarti anggaran di susun sesuai dengan kemampuan
sumber daya yang dimiliki.

Proyeksi adalah perkiraan apa
yang akan terjadi jika suatu kondisi atau situasi yang lain terjadi lebih dulu.
Jadi proyeksi juga merupakan prediksi tentang sesuatu yang akan terjadi di masa
mendatang, tetapi dengan suatu persyaratan tertentu. Sesuatu akan terjadi atau
tidak terjadi jika peristiwa lain terjadi atau tidak terjadi lebih dulu. Dalam
anggaran diperlukan langkah-langkah aktif yang harus diambil oleh organisasi
untuk merealisasikan apa yang direncanakan di dalam anggaran.

I. CIRI-CIRI ANGGARAN

Tidak setiap rencana kerja dapat disebut sebagai anggaran,
karena itu anggaran memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan sekedar
rencana, antara lain:

1. Dinyatakan Dalam Satuan Moneter

Penulisan dalam satuan moneter dapat didukung oleh satuan
kuantitatif lain, misalnya unit. Hal ini bertujuan untuk mempermudah memahami
rencana tersebut.

2. Umumnya Mencakup Kurun Waktu Satu Tahunan

Batasan waktu di dalam penyusunan angaran akan berfungsi
untukmembeikan batasan rancana kerja tersebut.

3. Mengandung Komitmen Manajemen

Disertai upaya oleh berbagai pihak anggota organisasi untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

4. Usulan Anggaran Disetujui Oleh Pejabat Yang Lebih Tinggi

Harus disetujui oleh pihak atasan/dewan direksi, tidak dapat
susun sendiri-sendiri tanpa persetujuan dari atasan pihak penyusun.

5. Perubahan Anggaran (hanya dilakukan apabila ada keadaan khusus)

Hanya boleh diubah jika situasi eksternal dan internal tidak
memungkinkan lagi untuk mempertahankan anggaran, tidak setiap saat boleh
dirubah.

6. Harus Dianalisis Penyebabnya

Jika terjadi penyimpangan didalam pelaksanaannya harus
dianalisis lebih dalam, tujuannya supaya tidak terulang dimasa yang akan datang
& penyusunan lebih relevan lagi

II. FUNGSI DAN PENTINGNYA ANGGARAN

Dalam upaya
untuk mencapai tujuan perusahaan, perusahaan memiliki berbagai fungsi yang
berkaitan dengan tujuan tersebut.
Fungsi Anggaran berkaitan erat dengan empat
fungsi manajemen yang antara lain:

1. Planning (perencanaan)

Ditetapkan tujuan jangka panjang dan pendek, sasaran, strategi,
produk, pemasaran, termasuk didalamnya menetapkan produk, sumber daya serta
memasarkan produk tersebut.

2. Organizing (Pengorganisasian)

Setelah perencanaan ditetapkan, maka perusahaan mencari Sumber
Daya yang dibutuhkan seperti, modal, bangunan, mesin, SDM untuk menghasilkan
produk yang direncanakan dan sebagainya.

3. Actuating (Menggerakkan)

Mengarahkan, mengelola dan menggerakan setiap sumber daya yang
ada, agar dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Setiap sumber daya diarahkan
dan dikoordinasikan satu dengan lainnya agar dapat bekerja optimal.

4. Controlling (Pengendalian)

Langkah berikutnya adalah memastikan bahwa setiap sumber daya
tersebut bekerja sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Fungsi ini berkaitan
erat dengan upaya menjamin bahwa setiap sumber daya telah bekerja dengan
efisien dan efektif.

Berkaitan dengan keempat fungsi utama manajemen tersebut,
anggaran memiliki dua fungsi utama, yaitu:

1. Sebagai Alat Perencana

Anggaran merupakan rencana kerja yang menjadi pedoman bagi
angota dalam bertindak, karena itu dalam fungsi perencanaan, anggaran memiliki
beberapa manfaata yang saling terkait satu dengan lainnya, yaitu:

a. Memberikan pendekatan terarah dan terintegrasi kepada seluruh
anggotra

b. Mengarah pada tujuan umum perusahaan yaitu memperoleh laba
usaha

c. Mendorong semua anggota organisasi berkomitmen mencapai
sasaran

d. Mengarahkan penggunaan Sumber Daya pada kegiatan yang
menguntungkan

e. Mendorong pencapaian prestasi tinggi bagi anggota organisasi

2. Sebagai Alat Pengendalian

Sebagai bagian dari fungsi pengendalian, anggaran berguna
sebagai alat penilai apakah aktivitas organisais telah sesuai dengan rencana
atau tidak, karena itu dalam fungsi pengendalian, anggaran memiliki beberapa
manfaata yang saling terkait satu dengan lainnya, yaitu

a. Menjadi tolak ukur/standar organisasi

b. Memberikan kesempatan untuk menilai dan menevaluasi secara
sistematis 

    setiap aspek organisasi

c. Mendorong pihak manajemen secara dini  mengadakan penelaahan
terhadap 

    masalah yang dihadapi.

Pentingnya anggaran dalam perusaaan yaitu:

1. Masa yang akan datang penuh ketidak pastian

2. Masa yang akan datang penuh alternatif

3. Rencana yang dibuat dijadikan pedoman

4. Rencana yang dibuat  dijadikan alat pengkoordinasi

5. Rencana yang dibuat digunakan sebagai alat pengawasan

III. JENIS ANGGARAN

Walaupun anggaran yang harus disusun perusahaan terdiri dari
berbagai jenis anggaran, tetapi pada dasarnya anggaran perusahaan dapat
dikategorikan ke dalam beberapa kelompok anggaran yaitu:

1. Anggaran Operasional

Yaitu rencana kerja perusahaan yang mencakup semua kegiatan
utama dalam memperoleh pendapatan

A. Anggaran pendapatan

Rencana yang dibuat perusahaan untuk memperoleh pendapatan pada
kurun waktu tertentu:

B. Anggaran biaya

Rencana biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan,
disusun bedasarkan jenis biaya yang dikeluarkan seperti

1) Biaya bahan baku

2) Biaya tenaga kerja

3) Biaya overhead

4) Biaya pemasaran

5) Biaya administrasi

C. Anggaran laba

Besarnya laba yang akan diperoleh dalam suatu periode tertentu (anggaran
pendapatan & biaya)

2. Anggaran Keuangan

Berkaitan dengan rencana pendukung aktivitas operasi perusahaan,
tidak berkaitan langsung, hanya pendukung:

A. Anggaran Investasi

Membeli barang modal untuk menghasilkan produk di masa yang akan
datang

B. Anggaran kas

Rencana aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan
dalam periode tertentu

C. Anggaran Neraca

Kondisi keuangna perusahaan dalam suatu periode tertentu, harta
yang diinginkan perusahaan beserta kewajibannya

Dilihat dari kelengkapan anggaran yang disusun oleh suatu
organisasi, maka anggaran dapat dokategorikan sebagai:

1. Anggaran Parsial

Anggaran yang terdiri dari satu jenis kelompok kegiatan tertentu

2. Anggaran Komprehensif

Keseluruhan anggaran yang terdiri dari gabungan anggaran parsial
dalam peroide tertentu, keseluruhan rencana yang ingin dicapai.

Anggaran dapat pula dikelompokan menurut fleksibilitasnya
didalam menghadapi perubahan. Yaitu:

1. Anggaran fleksibel yaitu Anggaran yang dapat diubah sesuai dengan situasi dan
kondisi

2. Anggaran tetap yaitu anggaran yang tidak dapat dirubah meski terjadi perubahan 

    situasi dan kondisi

IV. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGGARAN

Dalam proses penyusunan
anggaran terdapat berbagai pertimbangan yang perlu diperhatikan, baik faktor
eksternal maupun internalnya. Beberapa pertimbangan yang menyangkut motivasi
berkaitan dengan penyusunan anggaran, antar lain:

1. Tingkat Kesulitan

Anggaran yang terlalu sulit membuat pelaksana tidak bersemangat
& anggaran yang terlalu mudah membuat pelaksana tidak berprestasi maksimal

2. Partisipasi manajemen Puncak

Mananjemen puncak ikut memantau & mengesahkan anggaran, jika
tidak akan banyak godaan bagi para pelaksana

3. Keadilan

Agar efektif, pelaksana harus percaya anggaran yang telah dibuat
memang adil, tingkat kesulitan diantara pelaku harus sejajar.

4. Kesulitan Departemen Anggaran

Dept. Anggaran perlu menganalisis dan yakin informasi yang
terkandung didalamnya akurat, tidak mengandung kelonggaran berlebihan

5. Struktur Organisasi

Anggaran dalam struktur organsiasi memiliki pengaruh besar,
lebih bervariasi dalam merencanakan anggarannya

6. Sumber Daya Persahaan

Pihak manajemen perlu memperhitungkan sumber daya yang ada dalam
merealisasikan rencana kerja, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah

V. TAHAP PENYSUSUNAN ANGGARAN

Dalam penganggaran (budgeting) terdapat tahapan-tahapan
yang harus dilalui agar anggaran tersebut dapat digunakan oleh organisasi atau
instansi. Tahapan tersebut antara lain:

1. Penentuan Pedoman Anggaran

Anggaran yang akan dibuat pada tahun akan datang sebaiknya disiapkan
disiapkan bebrapa bulan sebelum tahun anggaran berikutnya dimulai. Sebelum
penyusunan anggaran, terlebih dahulu manajemen puncak melakukan dua hal yaitu:

a. Menetapkan rencana besar perusahaan, seperti tujuan, kebaikan
dan asumsi 

    sebagai dasar penyusunan anggaran.

b. Membentuk panitia penyusun anggaran

2. Persiapan Anggaran

Dalam persiapan anggaran bagian-bagian yang terkait dengan
anggaran mengadakan rapat untuk membuat suatu anggaran, dalam pembuatan suatu
anggaran ditentukan juga ramalan penjualan setelah penyusunan ramalan penjualan
bagian pemasaran bekerja sama dengan manajer umum dan manajer keuangan untuk
menyusun anggaran :

a. Anggaran Penjualan

b. Anggaran beban penjualan

c. Anggaran piutang usaha

Setelah itu manajer produksi bekerja sama dengan manajer
keuangan dan umum untuk menyusun :

a. Anggaran produksi

b. Anggaran biaya pabrik

c. Anggaran persediaan

d. Anggaran piutang usaha

Anggaran tersebut dibuat berdasarkan anggaran penjualan yang
dibuat oleh manajer pemasaran. Manajer umum bekerja sama dengan manajer keuangan
menyusun  Anggaran beban administrasi umum. Setelah itu manajer keuangan
bekerja sama dengan manajer lainnya menyusun:

a. Anggaran laba rugi

b. Anggaran neraca

c. Anggaran kas

3. Penentuan Anggaran

Pada tahap penentuan anggaran semua manajer beserta direksi mengadakan
rapat kegiatan:

a. Perundingan untuk menyesuaikan rencana akhir setiap komponen
anggaran

b. Koordinasi dan peneelaahan komponen anggaran

c. Pengesahaan dan pendistribusian

4. Pelaksanaan Anggaran

Untuk kepentingan pengawasan setiap manajer membuat laporan realisasi
aggaran setelah dianalisis kemudian laporan realisasi anggaran disampaikan pada
direksi.

Anggaran sangat berpengaruh terhadap jalannya kegiatan
operasional produksi, anggaran juga berkaitan juga dengan beberapa fungsi
yaitu:

Hubungan Peranggaran dengan Manajemen

Fungsi Manajemen adalah menyusun perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), koordinator
(coordinating), dan pengawasan (controling) terhadap orang dan barang, untuk
mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan.

Berdasarkan pengertian sebelumnya (budget maupun manajemen),
dapat disimpulkan bahwa budget sebagai alat bagi manajemen untuk membantu
menjalankan fungsi-fungsinya. Namun demikian budget sebagai alat bagi manajemen
memiliki kelemahan: yakni:

1. Budget disusun berdasarkan taksiran-taksiran.

2. Budget disusun dari berbagai data baik yang controlabel dan
non controlabel.

3. Efeftivitas dan efisiensi budget tergantung dari manusia
sebagai pelaksana.

Hubungan antara budget dengan Akuntansi

Akuntansi menyajikan data historis yang sangat bermanfaat untuk
menghitung (menyiapkan) taksiran-taksiran yang akan dituangkan dalam budget,
yang nantikan akan dijadikan sebagai pedoman kerja di waktu yang akan datang.
Selanjutnya akutansi akan melakukan pencatatan secara sistematis dan teratur
tentang pelaksanaaan budget itu nantinya, dari hari ke hari, dengan demikian
akuntansi dapat menyajikan data realisasi pelaksanaan budget secara lengkap.

Sehingga dengan membandingkan antara budget dan catatan akuntansi
dapat diketahui apakah perusahaan telah melaksanaakan proses kerja secara
efisien atau in-efisisen, efektif atau inefektif, dst, Oleh karena itu semua
teknik pencatatan dan semua sistematika yang dipakai dalam akuntansi harus sama
dan sejalan dengan teknik serta sistematika yang dipakai dalam budget.

Hubungan antara budget dengan statistika dan matematika

Berhubungan untuk pengolahan data (sebagai penunjang) baik saat
penyusunan maupun realisasi dan penganalisaan realisasi budget. Sehingga dapat
diketahui penyimpangan positif maupun negatif, sebagai bahan pertimbangan
keputusan efisiensi budget.

VI. SISTEM PENANGGARAN

Ada beberapa cara baik
instansi pemerintah atau perusahaan dalam menyusun anggaran untuk proses
produksinya diantaranya:

1. Sistem
Anggaran Tradisional

Sistem
anggaran tradisional adalah sistem anggaran yang berdasarkan jenis-jenis
pengeluaran dan penerimaan. Dasar pemikirannya adalah setiap pengeluaran negara
harus didasarkan pada perhitungan dan penelitian yang ketat agar tidak terjadi
pemborosan dan penyimpangan atas dana yang terbatas. Ciri-ciri sistem anggaran
tradisional:

a. Anggaran diklasifikasikan menurut jenis pengeluaran dan
penerimaan.

b. Berorientasi
ke belakang (backward oriented), artinya anggaran tahun sebelumnya 

    dijadikan acuan
untuk menyusun anggaran tahun berjalan.

c. Bersifat
incremental karena memasukkan unsur tambahan/marjinal terhadap 

     anggaran tahun
yang lalu sebagai dasar penyusunan anggaran tahun berikutnya.

d. Menitik
beratkan pada input dari semua kegiatan daripada outputnya.

2. Anggaran
Berbasis Kinerja (performance budgeting system)

Anggaran berbasis kinerja merupakan pendekatan penyusunan
anggaran berdasarkan beban kerja dan unit cost data ke dalam setiap kegiatan
yang terstruktur dalam suatu program untuk mencapai tujuan. Dasar pemikirannya
adalah penganggaran harus dapat digunakan sebagai alat menajemen sehingga
penyusunan anggaran harus dapat memberikan hasil yang berguna bagi pengambilan
keputusan manajerial (legislatif/eksekutif). Oleh karena itu, anggaran harus
dianggap sebagai program kerja.Anggaran berbasis kinerja memusatkan perhatian
pada pengukuran efisiensi hasil kerja dengan tujuan memaksimumkan output yang
dapat dihasilkan dari input tertentu. Tiga unsur pokok anggaran berbasis
kinerja, yaitu:

a. Pengeluaran pemerintah dikelompokkan menurut program dan
kegiatan

b. Performance measurement (pengukuran hasil kerja)

c. Program reporting (pelaporan program)

Ciri-ciri anggaran berbasis kinerja:

a. Klasifikasi anggaran didasarkan pada program dan kegiatan

b. Penekanan pada pengukuran hasil kerja dan bukan pada aspek
pengawasan

c. Setiap kegiatan harus dilihat dari segi efisiensi dengan
memaksimalkan output

d. Memerlukan standar pengukuran hasil kinerja

3. Zero-Based
Budgeting (ZBB)

ZBB adalah sistem anggaran yang mengasumsikan bahwa kegiatan
pada tahun anggaran yang bersangkutan dianggap berdiri sendiri, tidak ada
kaitannya dengan anggaran yang lalu. Dasar pemikirannya adalah anggaran tidak
selalu didasarkan pada kegiatan di masa yang lalu tetapi anggaran harus
diciptakan dari sesuatu yang sedang atau akan dilakukan. Setiap kegiatan harus
dapat diformulasikan ke dalam paket keputusan (decision package). ZBB lebih
memusatkan perhatian pada sasaran untuk memperbaiki manajemen melalui perbaikan
pelayanan manajerial dengan menekankan penilaian atas permintaan pendanaan
unit-unit pelaksana. Langkah-langkah penyusunan ZBB:

a. Penentuan
keputusan manajemen

b. Pembentukan
paket keputusan

c. Konsolidasi
skala prioritas

c. Alokasi
dana

Karakteristik
ZBB:

a. Dimulai
dari kondisi belum adanya sumber daya

b. Perlu dibuat
urutan terhadap tujuan-tujuan dan program-program organisasi

c. Memerlukan
perhatian terhadap prioritas operasi entitas dan alternatif-alternatifnya.

4. Planning,
Programming, And Budgeting System (PPBS)

PPBS
merupakan proses perencanaan, penyusunan program, dan penganggaran suatu
organisasi yang diikat dalam satu sistem sebagai satu kesatuan yang terpadu,
bulat, dan tidak terpisahkan. Dasar pemikirannya adalah anggaran merupakan
hasil kerja dari suatu proses kegiatan-kegiatan perencanaan yang dituangkan dalam
program. Ciri-ciri pokok PPBS lebih bersifat:

a. Analistis

b. Projektif

c. Programatis

Sasaran
utama dari PPBS adalah:

a. Membantu
pemimpin dalam membuat keputusan menyangkut usaha-usaha untuk 

    mencapai tujuan

b. Merasionalkan
penggunaan sumber-sumber yang terbatas untuk mencapai tujuan 

    sehingga dapat
berdaya guna dan berhasil guna

c. Sinkronisasi
dan integrasi aparat organisasi dalam proses perencanaan

d. Untuk
menjamin komitmen perencanaan tiap-tiap tahun, yaitu anggaran tahunan yang 

     berdasarkan rencana jangka menengah dan rencana jangka panjang

Sumber:

kinanzahirah.wordpress.com/2012/10/03/penganggaran/

ronyastrajingga.blogspot.co.id/2014/01/penganggaran-perusahaan.html

M. Nafarin, 2000, Penganggaran Perusahaan, Salemba 4, Jakarta

Rudianto, 2009, Penanggaran Konsep dan Teknik Penyusunan
Anggaran, Erlangga, Jakarta