Pengertian Demonstrasi atau Aksi Unjuk Rasa

By | October 1, 2022

Mangihin.com is a website that provides useful information, please share if there is interesting information that can help you. Thank you

Demokrasi merupakan faham dan sistem politik yang didasarkan pada doktrin “power of the people”, yakni kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Bahwa rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi dalam sistem pemerintahan. Demokrasi baik sebagai doktrin atau faham maupun sebagai sistem politik dipandang sebagai alternatif yang lebih baik daripada sistem politik lainnya yang terdapat dihampir setiap bangsa dan negara.demikian kuatnya faham demokrasi, sampai- sampai konsepnya telah menjadi keyakinan politik (political belief) kebanyakan bangsa, yang pada gilirannya kemudian berkembang menjadi isme, bahkan berkembang menjadi mitos yang dipandang dapat membawa berkah bagi kehidupan bangsa-bangsa beradab.1

Konsep “demokrasi” dewasa ini dipahami secara beragam oleh berbagai kelompok kepentingan yang melakukan teoritisasi dari perspektif dan untuk tujuan tertentu. Keragaman konsep tersebut, meskipun terkadang juga sarat dengan aspek- aspek subyektif dari siapa yang merumuskannya, sebenarnya bukan sesuatu yang harus dirisaukan. Karena, hal itu sesungguhnya mengisyaratkan esensi demokrasi itu sendiri yaitu adanya perbedaan pendapat.2  

 Adanya perbedaan pendapat inilah yang akan menimbulkan suatu polemik atau kontroversi yang baru di antara suatu kelompok tertentu, sehingga dapat memunculkan suatu aksi pemberontakan. Dari sini, muncullah aksi unjuk rasa atau yang lebih dikenal dengan istilah “demonstrasi”.

Demonstrasi ialah suatu aksi (perbuatan) yang dilakukan oleh sekelompok orang-orang tertentu dimana didalamnya terdapat aksi pemogokan/pemberontakan (unjuk rasa) dengan tujuan untuk menuntut hak mereka masing masing sebagai bentuk aspirasi mereka terhadap tuntutan tersebut. 

Unjuk rasa (demonstrasi) biasanya dilakukan oleh berbagai kelompok contohnya sebagian mahasiswa. Hampir di seluruh kota-kota besar di Indonesia, mahasiswa turun ke jalan untuk melakukan aksi demonstrasi, yang tujuannya untuk menyatakan pendapat kelompok tersebut atau penentang kebijakan yang dilaksanakan suatu pihak atau dapat pula dilakukan sebagai sebuah upaya penekanan secara politik oleh kepentingan kelompok. 

Aksi yang dilakukan umumnya dengan menggelar poster, spanduk dan mimbar bebas yang biasanya didahului dengan pawai keliling Kampus. mereka berpidato atau berorasi bergantian dengan penuh semangat, berapi-api, dan agak emosional. Isi poster, spanduk maupun pidato umumnya mengkritik dan menunjukkan keprihatinan atas perkembangan situasi ekonomi akhir-akhir ini sehingga mereka menuntut agar pmerintah melakukan perbaikan (reformasi, renovasi) ekonomi dan politik agar keadaan menjadi lebih cepat membaik.3

Demonstrasi merupakan salah satu wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap perkembangan dan nasib bangsa ini. Demonstrasi juga menjadi pertanda bahwa masih ada aspirasi masyarakat yang tidak tersampaikan.

Referesi:

1      Haedar Nashir, Pragmatisme Politik Kaum Elite (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999), hal
37.
2      Din Syamsuddin, Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani, (Jakarta : PT. Logos 
     Wacana Ilmu,2000), Cet. I,
h.
33.

3       Joko Siswanto, Reaksi Intelektualis Untuk Demokrasi, (Palembang : Yayasan Bakti Nusantara, 2006), Cet. I, h. 116.