PENGERTIAN SISTEM MANAJEMEN BERBASIS DATA

By | May 21, 2022
bayar bpjs lewat atm bca,cara bayar bpjs kesehatan bri mobile,cara bayar bpjs bni mobile banking,cara bayar bpjs kesehatan bni,kode bayar bpjs kesehatan bca,cara bayar bpjs kesehatan mandiri,cara bayar bpjs kesehatan online,biaya admin bayar bpjs di alfamart

Pengertian database atau disebut juga database dalam bahasa Inggris adalah kumpulan informasi yang disimpan dalam media elektronik atau komputer secara sistematis. Data tersebut juga diolah sedemikian rupa sehingga dapat digunakan dengan mudah. Biasanya istilah database atau database dipelajari dalam ilmu informasi. Awalnya, database ada dalam ilmu komputer dan kemudian diperluas ke bidang elektronik. Selain itu, pengertian database secara sederhana juga dapat diartikan sebagai kumpulan data yang saling berhubungan satu sama lain dan memiliki berbagai kegunaan.

 

Basis data juga berarti kumpulan data yang mekanis, terdefinisi, dan secara formal dibagi melalui suatu organisasi. Basis data adalah data operasional yang digunakan oleh sistem dari aplikasi organisasi. Basis data juga didefinisikan sebagai sistem file terintegrasi dan memiliki setidaknya satu kunci utama untuk sebuah loop.

 

Pengolahan database dalam media komputer dimaksudkan untuk mempermudah dan tentunya mengikuti perkembangan zaman yang semakin menerapkan era komputerisasi. Sistem manajemen basis data dalam dunia IT biasa dikenal dengan DBMS (Database Management System). Basis data juga dapat didefinisikan terdiri dari kumpulan tabel yang menyimpan data dan informasi.

 

Namun pada hakikatnya penerapan database tidak hanya dalam lingkup IT saja, tetapi lebih dari itu. Misalnya di sekolah atau universitas terdapat database siswa, siswa, tenaga pengajar, sarana prasarana dan lain-lain. Dalam sebuah lingkungan perusahaan tentunya terdapat data-data perusahaan antara lain database karyawan, keuangan, dan database lainnya.

Konsep Basis Data dan Sistem Basis Data

Basis data adalah kumpulan data yang terhubung yang disimpan bersama pada suatu media, diatur menurut skema atau struktur tertentu, dan dengan perangkat lunak untuk melakukan manipulasi untuk penggunaan tertentu.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa database memiliki beberapa kriteria penting, yaitu:

– Berorientasi data dan tidak berorientasi program.

– Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah database.

– Dapat mengembang dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.

– Dapat memenuhi kebutuhan sistem baru dengan mudah.

– Dapat digunakan dengan cara yang berbeda.

Dari beberapa kriteria tersebut terlihat adanya perbedaan yang signifikan antara file berbasis data dan file konvensional yang lebih berorientasi pada program, yaitu hanya dapat digunakan oleh satu program aplikasi, hanya menangani masalah tertentu untuk sistem yang direncanakan, pengembangan data hanya mungkin. pada volume data saja, duplikasi data tidak terkontrol.

Pemanfaatan basis data:

– Sebagai salah satu komponen penting dalam sebuah sistem informasi, karena merupakan dasar untuk menyediakan informasi

– Menentukan kualitas informasi: akurat, tepat waktu, dan relevan.

– Mengurangi duplikasi data (data redundancy)

– Hubungan data dapat ditingkatkan

– Manipulasi data dengan cepat dan mudah

– Penggunaan ruang penyimpanan yang efisien

Selanjutnya, sistem basis data adalah kumpulan basis data dengan pengguna yang menggunakan basis data secara bersama-sama. Individu yang merancang dan mengelola database dan sistem komputer untuk mendukungnya.

Dengan demikian sistem basis data memiliki beberapa elemen penting, yaitu basis data sebagai inti dari sistem basis data, perangkat lunak untuk mengelola basis data, perangkat keras sebagai pendukung operasi pengolahan data, dan manusia yang memiliki peran penting dalam sistem.

 

Ada beberapa hal yang harus dipatuhi dalam file database agar dapat memenuhi kriteria sebagai database, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan redundansi data, inkonsistensi data, data yang terisolasi, keamanan data dan integritas data. Secara rinci hal tersebut dijelaskan sebagai berikut:

  • Redundansi data , yang merupakan penyimpanan item data yang sama dari lebih dari satu lokasi fisik. Umumnya, data tertentu hanya disimpan dalam satu file tetapi dapat dihubungkan dengan data di file lain. Pengambilan data perlu dihindari dalam penyusunan file database karena akan mengakibatkan pemborosan penggunaan media penyimpanan dan memungkinkan terjadinya inkonsistensi data.
  • Inkonsistensi data , yaitu munculnya data yang tidak konsisten pada area yang sama untuk beberapa file dengan kunci yang sama. Inkonsistensi ini dapat terjadi karena kesalahan entri data yaitu proses update data, namun akibatnya muncul data yang tidak konsisten.
  • Data terisolasi , hal ini disebabkan oleh penggunaan beberapa file database. Program aplikasi yang digunakan tidak dapat mengakses file-file tertentu dalam sistem database. Data yang terisolasi ini harus dihindari karena akan mengakibatkan data atau informasi yang kurang lengkap atau kurang akurat.
  • Security Problem , hal ini berkaitan dengan masalah keamanan data pada sistem database. Pada prinsipnya, file database hanya dapat digunakan oleh pengguna tertentu yang memiliki kewenangan untuk mengaksesnya. Pembatasan ini dikendalikan secara internal dalam program aplikasi yang digunakan. Teknik yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan password, baik pada awal proses maupun password berlapis yang diberikan pada setiap awal proses. Sedangkan untuk melindungi data dari kerusakan biasanya dapat dilakukan backup data.
  • Masalah Integritas , hal ini berkaitan dengan kinerja sistem untuk mengendalikan seluruh bagian sistem agar sistem selalu beroperasi dalam kendali penuh.

 

Menurut para ahli database pengertian database adalah sebagai berikut :

  1. Menurut Gordon C. Everest

Gordon C. Everest mengungkapkan bahwa database atau database adalah kumpulan data yang bersifat mekanis, dibagi, didefinisikan secara formal dan dikendalikan. Kontrol sistem database terpusat, yang biasanya dimiliki dan juga dipegang oleh suatu organisasi.

  1. Menurut Tanggal CJ

Basis data atau basis data tersebut adalah kumpulan data operasional yang sengaja disimpan dan digunakan oleh sistem aplikasi suatu organisasi. Date menyatakan bahwa data yang tersimpan dalam database memiliki tiga jenis data, yaitu: input data yaitu data yang masuk dari luar sistem, data output yaitu data yang dihasilkan oleh sistem, sedangkan data operasional adalah data yang disimpan pada sistem.

  1. Menurut Toni Fabbri

Fabbri mengungkapkan bahwa database atau database adalah suatu sistem dimana terdapat banyak file dan data yang terintegrasi dimana file dan data tersebut memiliki kunci utama untuk melakukan proses pengulangan data.

  1. Menurut Connolly dan Begg (2010: 65)

Connolly dan Begg menyarankan bahwa database adalah satu set terdistribusi dari data yang berhubungan secara logis, dan penjelasan dari data ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi.

  1. Menurut Indrajani (2011)

Beberapa pengertian database, yaitu:

  1. Kumpulan data yang berhubungan secara logis dan merupakan penjelasan dari data yang dirancang dengan tujuan untuk menemukan data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan atau organisasi. Basis data juga dapat dikatakan sebagai kumpulan data yang terintegrasi secara kompetitif karena basis data dirancang untuk digunakan oleh banyak pengguna, menampung data operasional serta penjelasan data, dan menghindari duplikasi data.
  2. Kumpulan elemen data yang terintegrasi secara logis. Basis data menggabungkan berbagai catatan yang sebelumnya disimpan dalam file terpisah menjadi elemen data. Menurut Connolly & Begg (2010, p65), database adalah kumpulan data yang berhubungan secara logis dan dirancang untuk memenuhi informasi yang dibutuhkan oleh suatu organisasi.

 

  1. Fungsi Basis Data

 

Bagi orang awam, mungkin database hanyalah kumpulan data dan informasi yang hanya perlu dibackup demi keamanan. Namun dibalik itu ada fungsi lain dari penggunaan database, yaitu sebagai berikut:

  1. Suatu data dapat dikelompokkan dengan tujuan untuk mempermudah proses identifikasi data, pengelompokan dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti membuat beberapa tabel atau dengan field yang berbeda. Sebagai contoh, sebuah DBMS di perbankan dapat menemukan informasi pengguna lebih cepat karena telah dikelompokkan masing-masing.
  2. Hindari duplikat data yang disimpan. Sebuah perangkat lunak DBMS dapat diatur untuk dapat mengenali duplikasi data yang terjadi saat diinput. Hal ini disebabkan oleh sifat database yang dapat diakses oleh lebih dari satu pengguna. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan sistem kata kunci atau Primary Key.
  3. Mudah digunakan di hampir semua aspek, seperti memasukkan data baru, memperbarui atau bahkan menghapus data yang tidak diperlukan lagi. Didukung dengan tampilan atau interface yang telah disediakan menggunakan aplikasi tertentu.
  4. Menjadi solusi terbaik penggunaan kertas sebagai media penyimpanan yang kurang efektif dan memakan banyak tempat. Dengan database, file dapat disimpan secara digital.
  5. Basis data juga bisa menjadi alternatif lain mengenai masalah ruang penyimpanan dalam suatu aplikasi. Hal ini disebabkan keterbatasan media penyimpanan oleh sebagian besar aplikasi komputer.

 

  • Jenis Database

Sebuah database pada umumnya terdiri dari data-data yang digunakan oleh banyak pengguna, dari setiap pengguna tentunya memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Dengan ini, sistem manajemen basis data juga dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis dengan fungsi dan kegunaannya masing-masing. Di bawah ini adalah jenis-jenis database, yaitu:

 

  1. Basis Data Operasional

Jenis database ini dapat menyimpan data rinci sehingga dapat dioperasikan di seluruh organisasi. Dalam pengertian ini mereka juga dapat disebut sebagai Database Area Subjek (SADB), database transaksi atau database produksi. Contoh Database Operasional adalah database yang digunakan pelanggan, database akuntansi dan lain-lain.

 

  1. Basis Data Relasional

Jenis database ini bisa dibilang yang paling populer, hal ini karena dengan menggunakan Database Relasional, pengguna dapat mengakses atau mencari informasi dalam tabel yang berbeda. Kueri juga dapat melibatkan beberapa tabel karena fungsi relasi ini.

 

  1. Basis Data Terdistribusi

Sesuai dengan namanya, database yang satu ini dapat mendistribusikan data secara tersebar namun saling berhubungan dan dapat diakses secara bersama-sama. Basis data jenis ini biasanya digunakan pada suatu instansi atau perusahaan yang terdiri dari beberapa cabang, guna memudahkan pengguna dalam mengakses data dari satu tempat ke tempat lain.

  1. Basis Data Eksternal

Basis data ini mampu memberikan akses ke bagian eksternal, data yang disimpan nantinya akan digunakan untuk tujuan komersial. Akses database ini akan lebih mudah karena ditujukan untuk umum dan selain itu juga lebih efisien karena tidak perlu mencari informasi dari internet.

 

  1. Persyaratan Basis Data

Beberapa hal yang dimaksud dengan elemen database adalah sebagai berikut:

  1. Kesatuan

Entitas adalah orang, tempat, peristiwa, atau konsep yang informasinya direkam. Dalam bidang kesehatan entitasnya adalah pasien, dokter, ruangan.

  1. Bidang

Setiap entitas memiliki atribut atau sebutan untuk mewakili suatu entitas. Seorang siswa dapat dilihat dari atribut-atributnya misalnya NIM, Nama_Siswa, Alamat.

  1. Catatan

Record adalah kumpulan isi dari elemen data (atribut) yang saling berhubungan untuk menginformasikan suatu entitas yang lengkap.

Contoh kumpulan atribut NIP, nama, dan alamat berisi “01001245566”, Sanusi, Jl. Hati Kudus No. 2 Kupang.

  1. Nilai Data

Adalah data atau informasi sebenarnya yang tersimpan di setiap elemen data. Konten atribut disebut nilai data.

  1. Elemen Data Utama

Pengidentifikasi yang secara unik mengidentifikasi suatu entitas dari sekelompok entitas.

Contoh Entitas Mahasiswa yang memiliki atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir menggunakan npm Data Element Key.

 

  1. Komponen Sistem Basis Data (Database)

Basis data adalah suatu sistem yang terdiri dari kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan dan Sistem Manajemen Basis Data (DBMS) yang memungkinkan banyak pengguna untuk mengakses dan memanipulasi file-file tersebut (Fathansyah, 1999). Sistem database memiliki beberapa komponen, yaitu:

  1. Perangkat Keras (Perangkat Keras)

Perangkat keras yang biasanya terdapat dalam sistem database adalah harddisk memori sekunder.

  1. Sistem Operasi (Operating System)

Sistem Operasi (Operating System) adalah program yang mengaktifkan atau memfungsikan sistem komputer, mengontrol semua sumber daya (resources) dan melakukan operasi pada komputer. Sistem operasi yang banyak digunakan seperti: MS-DOS, MS-Windows 95 MS Windows NT, dan Unix.

  1. Basis Data (Basis Data)

Sebuah database (Database) dapat memiliki beberapa database. Setiap database dapat berisi atau memiliki sejumlah objek database seperti file atau tabel

 

 

  1. Sistem Manajemen (DBMS)

Pemrosesan basis data fisik tidak dilakukan oleh pengguna secara langsung, tetapi ditangani oleh perangkat lunak yang disebut DBMS yang menentukan bagaimana data disimpan, dimodifikasi, dan diambil.

  1. Pengguna (Pengguna)

Pengguna dapat berinteraksi dengan database dan memanipulasi data dalam program yang ditulis dalam bahasa pemrograman.

 

  1. Tujuan dan Manfaat Basis Data

Tujuan utama dalam mengolah data dalam sebuah database adalah agar kita bisa mendapatkan data yang kita cari dengan mudah dan cepat (Fathansyah, 1999). Penggunaan database dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Kecepatan dan kemudahan (Speed)

Pemanfaatan database memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan (manipulasi) dan menampilkan kembali data dengan cepat dan mudah, daripada menyimpan data secara manual.

  1. Ruang penyimpanan yang efisien (Ruang)

Dengan database penggunaan ruang penyimpanan data dapat dilakukan karena kita dapat menekan jumlah pengulangan data dengan mengimplementasikan sejumlah encoding.

  1. Akurasi (Akurasi)

Pemanfaatan pengkodean atau pembentukan hubungan antar data dengan menerapkan aturan atau pembatasan tipe data dapat diterapkan dalam database yang berguna untuk menentukan ketidakakuratan input atau penyimpanan.

  1. Keamanan (Keamanan)

Pada beberapa sistem manajemen basis data (aplikasi) tidak menerapkan aspek keamanan dalam penggunaan basis data. Namun untuk sistem yang besar dan serius, aspek keamanan juga bisa diterapkan. Dengan begitu kita dapat menentukan siapa yang dapat menggunakan database dan menentukan jenis operasi apa yang dapat dilakukan.

 

  1. Menjaga keselarasan data (Consitant)

Jika ada perubahan data di aplikasi yang berbeda, perubahan tersebut akan otomatis berlaku untuk keseluruhan

  1. Data dapat dibagikan (shared)

Data dapat dibagi oleh beberapa program aplikasi (batch atau on-line) secara bersamaan.

  1. Dapat diterapkan standardisasi (standardisasi)

Dengan kontrol terpusat, DBA dapat menerapkan standarisasi data yang disimpan, sehingga memudahkan penggunaan, pengiriman, dan pertukaran data.

 

Kelemahan Sistem Basis Data

  • Membutuhkan tenaga ahli
  • Kompleks
  • Memerlukan tempat yang luas
  • Mahal

 

  • Pengguna Basis Data
  1. Insinyur Sistem

Ahli yang bertanggung jawab untuk menginstal Sistem Basis Data, dan juga melakukan perbaikan dan melaporkan kesalahan dari sistem kepada penjual

  1. Administrator Basis Data (DBA)

Tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengendalikan sistem basis data secara keseluruhan, meramalkan kebutuhan suatu sistem basis data, merencanakan dan mengelolanya.

tugas DBA

  • Mengontrol DBMS dan perangkat lunak
  • Pantau siapa yang mengakses database
  • Kelola penggunaan basis data
  • Memeriksa keamanan, integritas, pemulihan, dan konkurensi

Program utilitas yang digunakan oleh DBA:

  • Memuat Rutinitas, Bangun versi utama database
  • Rutinitas Reorganisasi, Atur / reorganisasi database
  • Rutinitas Penjurnalan, Catat semua operasi penggunaan basis data
  • Rutinitas Pemulihan, mencari data kembali, sebelum terjadi kerusakan
  • Rutinitas Analisis Statistik, membantu memantau keandalan sistem

 

  1. Pengguna akhir

Ada beberapa tipe (tipe) pengguna terhadap sistem basis data yang dapat dibedakan berdasarkan cara mereka berinteraksi dengan sistem:

  1. Programmer aplikasi

Pengguna yang berinteraksi dengan database melalui Data Manipulation Language (DML), yang tertanam dalam program yang ditulis dalam bahasa pemrograman induk (seperti C, Pascal, Cobol, dll.)

  1. Pengguna Lanjutan (Pengguna Biasa)

Pengguna yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Mereka mendeklarasikan sebuah query (untuk akses data) dengan bahasa query yang telah disediakan oleh DBMS

  1. Pengguna Umum (Pengguna Akhir / Pengguna Naif)

Pengguna yang berinteraksi dengan sistem database dengan memanggil program aplikasi permanen (executable program) yang telah ditulis (disediakan) sebelumnya

  1. Pengguna Khusus / Canggih

Pengguna yang menulis aplikasi basis data non-konvensional, tetapi untuk tujuan khusus seperti aplikasi AI, Sistem Pakar, Pemrosesan Gambar, dll., dapat mengakses basis data dengan atau tanpa DBMS yang bersangkutan.

 

  • Peran Sistem Basis Data

Sistem basis data dalam suatu sistem informasi memegang peranan penting dimana basis data merupakan salah satu komponen (sub sistem) yang membentuk sistem informasi dan keberadaannya mutlak, dimana nilai dan kualitas sistem informasi sangat ditentukan oleh nilai dan kualitas sistem database yang digunakan untuk menyusun sistem. informasi itu.

 

  1. Sistem database sebagai infrastruktur

Sistem Informasi. Sistem basis data dan sistem manajemen basis data (DBMS) berfungsi sebagai infrastruktur sistem informasi yang dibangun oleh suatu organisasi.

 

  1. Sistem database sebagai sarana efektifitas dan efisiensi MIS

Sistem database akan mendukung efektifitas dan efisiensi sistem informasi manajemen suatu organisasi yang menggunakannya.

Efektivitasnya dapat dilihat dari antara lain: data yang disusun dan disimpan dalam file sistem basis data dengan baik (valid), perangkat lunak yang digunakan telah teruji keandalannya (akurat dan benar) sehingga sistem basis data mampu memberikan dukungan yang besar terhadap sistem . informasi.

Efisiensinya dapat dilihat dari antara lain: sistem basis data dirancang dan dibangun untuk berbagai kebutuhan pengguna (user need), mudah digunakan (easy to use), dapat digunakan secara terpisah atau bersama-sama oleh pengguna (ready to use), meminimalkan duplikasi data (menghindari redundansi), data mudah dimodifikasi (database dapat dimodifikasi), dapat dikembangkan baik volume maupun struktur (volume atau struktur dapat dikembangkan).

  1. Definisi DBMS

Database Management System (DBMS) adalah seperangkat program komputer yang mengontrol pembuatan, penanganan, dan penggunaan database. Kroncke at al (1997 dan 2007) menjelaskan bahwa Database Management System (DBMS) terdiri dari perangkat lunak yang mengoperasikan database, menyediakan penyimpanan, akses, keamanan, back up dan fasilitas lainnya. Database Management System (DBMS) adalah sistem untuk mengatur dan memproses basis data di komputer. Sistem ini dirancang untuk dapat melakukan berbagai data dengan beberapa referensi terhadap data yang sama. DBMS ini dapat diakses oleh berbagai aplikasi. Database Management System (DBMS) adalah perangkat lunak yang digunakan untuk membangun sistem database yang terkomputerisasi. DBMS membantu dalam memelihara dan memproses sejumlah besar kumpulan data.

Sistem manajemen basis data dapat dikategorikan berdasarkan: model data yang didukung, seperti “database relasional” atau XML, jenis komputer yang didukung, seperti “klaster server” atau “ponsel”, bahasa untuk mengakses basis data, seperti SQL atau Xquery , “trade-of” seperti “skala maksimum” atau “kecepatan maksimum” atau lainnya. Beberapa DBMS mencakup lebih dari kategori yaitu didukung oleh beberapa bahasa akses seperti yang dilakukan di DBMS MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, SQL Server, FileMaker, Oracle, RDBMS, dBASE, Clipper, FoxPro dan sebagainya.

  1. fungsi DBMS

Layanan yang harus disediakan oleh DBMS adalah:

  1. Penyimpanan, pengambilan, dan perubahan data

Sebuah DBMS harus menyediakan kemampuan untuk menyimpan, mengambil dan memodifikasi data dalam database.

  1. Katalog yang dapat diakses pengguna

Menyediakan katalog yang berisi deskripsi item data yang disimpan dan diakses oleh pengguna.

  1. Mendukung transaksi

Menyediakan mekanisme yang akan menjamin semua perubahan yang berkaitan dengan transaksi yang ada atau yang akan datang.

  1. Melayani kontrol konkurensi

Sebuah DBMS harus menyediakan mekanisme yang memastikan database diperbarui dengan benar ketika beberapa pengguna membuat perubahan ke database yang sama secara bersamaan.

  1. Melayani pemulihan

Menyediakan mekanisme untuk mengembalikan database ke keadaan sebelum terjadi kerusakan pada database.

  1. Melayani otorisasi

Sebuah DBMS harus menyediakan mekanisme untuk memastikan bahwa hanya pengguna yang berwenang yang dapat mengakses database.

  1. Mendukung komunikasi data

Sebuah DBMS harus mampu berintegrasi dengan perangkat lunak komunikasi.

  1. Melayani integritas

Sebuah DBMS bertujuan untuk memastikan bahwa semua data dalam database dan setiap perubahan dalam data harus mematuhi aturan yang berlaku.

  1. Melayani kemandirian data

Sebuah DBMS harus menyertakan fasilitas untuk mendukung kemandirian program dari struktur database yang sebenarnya.

  1. Melayani utilitas

Sebuah DBMS harus menyediakan kumpulan layanan utilitas.

 

  1. komponen DBMS
  2. Pemroses Kueri

Komponen yang mengubah formulir kueri menjadi instruksi tingkat rendah ke manajer database.

  1. Manajer basis data menerima kueri dan memeriksa skema konseptual dan eksternal untuk menentukan apakah catatan diperlukan untuk memenuhi permintaan. Kemudian manajer database memanggil manajer file untuk menyelesaikan permintaan.
  2. Manajer file

Memanipulasi penyimpanan file dan mengelola alokasi ruang penyimpanan pada disk.

  1. Praprosesor DML

Modul yang mengubah DML yang disematkan menjadi program aplikasi

  • komponen RDBMS

Dalam praktiknya, banyak sistem manajemen basis data menggunakan “model relasional”. Komponen Sistem Manajemen Basis Data Relasional, yaitu:

  • Subbahasa, Relational DBMS (RDBMS) termasuk Data Definition Language (DDL) untuk mendefinisikan struktur database, Data Control Language (DCL) untuk membangun keamanan / kontrol akses, dan Data Manipulation Language (DML) untuk mempertanyakan dan memperbarui data,
  • Driver antarmuka, drive adalah pustaka kode yang menyediakan metode untuk menyiapkan pernyataan, mengeksekusi pernyataan, mengambil hasil, dan sebagainya. Contoh: ODBC, JBDC, MySQL/PHP, Firebird/Python.
  • Mesin SQL, komponen ini menafsirkan dan mengeksekusi pernyataan DDL, DCL dan DML (termasuk tiga komponen utama (kompiler, pengoptimal, dan pelaksana),
  • Mesin transaksi, memastikan bahwa beberapa pernyataan SQL berhasil atau gagal sebagai grup, berdasarkan aplikasi yang didiktekan,
  • Mesin relasional, objek relasional seperti tabel, indeks, dan batasan integritas referensial telah diimplementasikan dalam komponen ini,
  • Storage engine, komponen ini menyimpan dan mengambil data dari second storage, serta pengelolaan transaksi yang terjadi dan entry, backup dan recovery

 

  • Arsitektur DBMS Multi Pengguna

Arsitektur yang biasanya digunakan untuk mengimplementasikan sistem basis data pengguna meliputi:

1) Pemrosesan jarak jauh

Arsitektur tradisional untuk sistem multi-pengguna adalah teleprocessing, di mana komputer dengan CPU dan sejumlah terminal komputer. Semua pemrosesan dilakukan dalam batasan fisik komputer yang sama. Terminal untuk pengguna tipe ‘bodoh’, yang tidak dapat berfungsi secara independen dan masing-masing terhubung ke komputer pusat. Terminal mengirimkan pesan melalui subsistem kontrol komunikasi pada sistem operasi ke program aplikasi, yang pada gilirannya menggunakan layanan DBMS. Dengan cara yang sama, pesan dikembalikan ke terminal pengguna.

2) Server File

Proses didistribusikan di seluruh jaringan, sejenis Jaringan Area Lokal (LAN). File server mengontrol file yang dibutuhkan oleh aplikasi dan DBMS. Meskipun aplikasi dan DBMS dijalankan pada setiap workstation tetapi tetap meminta file dari file server jika diperlukan. Dengan cara ini, file server berfungsi sebagai hard disk yang digunakan secara bersamaan. DBMS pada setiap workstation meminta data ke file server untuk semua data yang diinginkan DBMS.

3) Server Klien

Server klien menunjukkan bagaimana komponen perangkat lunak berinteraksi dalam bentuk sistem. Sesuai dengan namanya, ada prosesor klien yang membutuhkan sumber daya dan server yang menyediakan sumbernya. Server ditempatkan di satu sisi LAN dan klien di sisi lain.

 

  • Manajemen Data di DBMS

Data perlu disimpan dalam database untuk tujuan memberikan informasi lebih lanjut. Data dalam database perlu diatur sedemikian rupa sehingga dihasilkan informasi yang berkualitas. Organisasi database yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanan.

Dalam pengertian yang sama, dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat diakses oleh perangkat lunak tertentu. Basis data terdiri dari bagian yang disebut bidang dan catatan yang disimpan dalam file. Field adalah unit informasi terkecil dalam database. Satu set bidang terkait akan membentuk catatan.

  1. Bahasa dalam DBMS

Untuk berinteraksi dengan DBMS (database), gunakan bahasa database yang ditentukan oleh perusahaan DBMS. Bahasa database biasanya terdiri dari perintah-perintah yang diformulasikan sehingga perintah-perintah tersebut akan diproses oleh DBMS. Perintah biasanya ditentukan oleh pengguna. Ada 2 bahasa database:

1) Bahasa Definisi Data (DDL)

DDL digunakan untuk menggambarkan desain database secara keseluruhan. DDL digunakan untuk membuat tabel baru, memuat indeks, atau memodifikasi tabel. Hasil kompilasi DDL disimpan dalam kamus data.

2) Bahasa Manipulasi Data (DML)

DML digunakan untuk memanipulasi dan mengambil data dalam database seperti menambahkan data baru ke database, menghapus data dari database dan mengubah data dalam database.

 

  • Tampilan di DBMS

Salah satu tujuan DBMS adalah menyediakan antarmuka pengguna dalam hal menyampaikan data. Untuk itu, di dalam DBMS terdapat Data Abstraction Level. Level ini berguna untuk menyembunyikan detail atau kompleksitas database seperti bagaimana data disimpan dan diproses. Sehingga pengguna hanya melihat tampilan yang dibutuhkan pengguna.

1) Tingkat fisik

Level fisik adalah level terendah. Level ini menunjukkan bagaimana data sebenarnya disimpan.

 

 

2) Tingkat Konseptual

Level ini menjelaskan bagaimana database sebenarnya disimpan dan terkait dengan data lain

3) Tampilan Tingkat

Tingkat abstraksi ini hanya mewakili sebagian dari database. Pada umumnya pengguna tidak terlibat secara langsung sehingga pengguna hanya melihat data seperlunya saja.

 

  • Manfaat dan keuntungan menggunakan DBMS

Manfaat dan kelebihan penyimpanan data DBMS dalam bentuk DBMS memiliki banyak manfaat dan keunggulan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, antara lain:

1) Performa yang diperoleh dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performa data yang disimpan dalam bentuk flat file. Selain memiliki performa yang lebih baik, Anda juga akan mendapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori.

2) Integritas data dijamin dengan menggunakan DBMS. Masalah redundansi sering terjadi pada DBMS. Redundansi adalah terjadinya pengulangan data atau kumpulan data yang sama dalam suatu database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.

3) Kemerdekaan. Perubahan struktur basis data dimungkinkan tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya, sehingga membuat antarmuka menjadi data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS

4) Sentralisasi. Data terpusat akan menyederhanakan manajemen database. Kemudahan berbagi dengan DBMS dan juga konsistensi data yang diakses secara bersama-sama akan lebih terjamin dibandingkan data yang disimpan dalam bentuk file atau spreadsheet.

5) Surat berharga. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada keamanan file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keleluasaan dalam memberikan hak akses kepada pengguna.