Pola Lantai Tari Seudati

By | May 29, 2022
gambar pola lantai tari seudati,gambar pola lantai tari seudati aceh,5 pola lantai tari seudati,pola lantai tari andun,pola lantai tari tandak,makna pola lantai tari seudati,pola lantai tari tambun dan bungai,pola lantai tari tayub

Pola Lantai Tari Seudati

Tari seudati dari Aceh menggunakan pola gabungan antara pola lantai lurus, pola lantai lengkung, dan zig-zag.

gambar pola lantai tari seudati,gambar pola lantai tari seudati aceh,5 pola lantai tari seudati,pola lantai tari andun,pola lantai tari tandak,makna pola lantai tari seudati,pola lantai tari tambun dan bungai,pola lantai tari tayub

gambar pola lantai tari seudati,gambar pola lantai tari seudati aceh,5 pola lantai tari seudati,pola lantai tari andun,pola lantai tari tandak,makna pola lantai tari seudati,pola lantai tari tambun dan bungai,pola lantai tari tayub

Tari Seudati adalah tari tradisonal yang cukup populer berasal dari Aceh. Gerakan tarian ini begitu energik dan khas serta diiringi dengan nada dan lantunan syair. Dulunya, Tari Seudati juga dijadikan sebagai sarana penyebaran agama Islam atau sarana dakwah.

Sejarah Tari Seudati

Perkembangan Seudati dimulai dari daerah pesisir Aceh, dimana tarian ini diyakini merupakan bentuk baru dari tarian lawasan Tari Ratoh (Ratih).

Penggunaan kata Seudati sebagai pengaman tari tradisional ini terjadi bukan tanpa alasan. Namun dalam sejarah ada beberapa pendapat, yang pertama yakni penamaan ‘seudati’ berasal dari bahasa Arab yakni ‘syahadati’ atau ‘syahadatin’.

Kata tersebut memiliki makna syahadat atau pengakuan atas Allah sebagai tuhan yang Esa dan Muhammad sebagai Rasul-Nya. Selain itu, ada pendapat lain yang menyatakan jika ‘seudati’ berasal dari kata bahasa Aceh yakni ‘seurasi’.

Kata tersebut memiliki makna kompak dan harmonis yang bisa dilihat dari gerakan Tari Seudati yang memperlihatkan kekompakan dan keharmonisan.

Komponen Tari Seudati

1. Penari

Umumnya Tari Seudati terdiri dari 8 orang pria yang akan menjadi pemain utama.

Dari 8 penari tersebut salah satu menjadi pemimpin tarian yang disebut dengan syeikh.

Kemudian satu orang yang membantu syeikh. Kemudian ada 2 orang yang membantu di bagian kiri atau biasa disebut apeet wie.

Selanjutnya ada satu orang pembantu yang posisinya di bagian belakang atau apeet bak dan 3 orang pembantu biasa.

Menariknya, selain para pemain utama ini, ada juga 2 orang penyanyi. Para penyanyi inilah yang bertugas mengiringi tarian atau disebut aneuk syahi.

2. Pengiring Tarian yakni Musik dari Tubuh

Tahukan Anda Jika pertunjukan Tari Seudati tidak menggunakan alat musik apapun?

tarian ini hanya mengandalkan bunyi dari tepukan tangan ke pinggul dan dada, petikan jari serta hentakkan kaki pada lantai. Selain itu, ada juga nyanyian dari penari yang mengiringi setiap gerakan seudati. Gerakan demi gerakan tari akan dibawakan sesuai tempo dan irama lagu yang dinyanyikan.

Beberapa gerakan pada tarian ini begitu penuh semangat dan dinamis. Ada pula beberapa bagian gerakan yang terlihat kaku. Hal ini sengaja dilakukan untuk menekankan kesan keperkasaan serta kegagahan para penari Seudati.

Sementara tepukan tangan ke perut dan dada dilakukan untuk memperlihatkan kesan kesombongan serta sikap kesatria pria-pria Aceh.

3. Busana Tarian

Untuk busana yang dikenakan para penari saat pertunjukan ialah celana panjang dan kaos oblong panjang ketat berwarna putih. Selain kostum utama ini, ada pula kain songket yang dililitkan di pinggang penari sampai bagian paha.

Tak lupa penari juga mengenakan ikat kepala berwarna merah atau yang biasa disebut tangkulok, rencong yang disematkan pada pinggang dan sapi tangan berwarna.

Sejarah Tari Seudati

Tari Seudati merupakan salah satu kesenian tari tradisional yang berasal dari Aceh. Tarian tersebut berkembang di daerah pesisir. Kesenian tari seudati dianggap sebagai bentuk baru dari tari Ratih atau Ratoh.Tari Ratih ini adalah tarian yang kerap dipentaskan untuk mengawali acara lomba sambung ayam.

Selain itu, tarian ini juga dilakukan ketika akan menyambut panen dan datangnya bulan purnama. Lalu, setelah Agama Islam masuk dan tersebar luas di wilayah Aceh, terjadilah percampuran atau akulturasi budaya serta agama. Sehingga membentuk sebuah tarian yang dikenal sebagai tari Seudati.

Berdasarkan sejarahnya, tarian ini asalnya dari Desa Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie. Awalnya tari Seudati diprakarsai oleh seseorang yang bernama Syeh Tam. Kemudian tarian ini mulai berkembang lebih luas di sekitar desa. Seperti Kecamatan Mutiara, Desa Didoh, dan Pidie. Tari Seudati dipopulerkan oleh anak asuhan Syeh Ali Didoh. Setelah itu, tarian tersebut tersebar ke wilayah Aceh Utara sampai seluruh wilayah Aceh.

Asal Mula Nama Tari Seudati

Terdapat banyak pendapat tentang asal mula kata Seudati yang digunakan untuk menyebut tarian tersebut. Pendapat pertama mengatakan bahwa kata Seudati berasal dari Bahasa Arab, yang artinya syahadati atau syahadatain. Syahadat adalah sebuah bentuk atau kalimat pengakuan terhadap keesaan Allah SWT. Serta mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah rasul atau nabi yang diutus langsung oleh Allah SWT.

Namun, terdapat pula anggapan lain terkait asal mula nama dari tari Seudati, yaitu dianggap berasal dari Bahasa Aceh itu sendiri. Kata tersebut berasal dari “seurasi” yang artinya makna yang harmonis dan kompak. Apabila dikaitkan dengan gerakan yang ada di dalam tarian ini, maka akan ada kaitannya dengan nama serta koreografinya.

Asal usul dari nama tarian ini juga dapat dikaitkan dengan Bahasa Tarekat. Dimana kata tersebut berasal dari “ya sadati” yang artinya wahai tuan guru. Hal tersebut bisa dikaitkan dengan sejarah dari tari ini sendiri yang berasal dari komunitas tarekat yang diinisiasi oleh Syekh Tarekat Saman. Teori tersebut juga didukung dengan adanya nama lain dari tari seudati yaitu musamman yang berasal dari Bahasa Aceh.