PROSES BUDIDAYA MANGGA TAIYO NO TAMANGO AGAR MENJADI BUAH TERMAHAL DI DUNIA

By | October 30, 2022

Mangihin.com – memberikan informasi seputar cara membudidayakan Tanaman, Tumbuhan, Binatang.

Selamat Membaca, semoga informasi ini bermanfaat dan dapat membantu anda.

Perjalanan Budidaya Buah Mangga di Prefektur Miyazaki

Tanaman mangga sendiri sebenarnya tidak bisa tumbuh secara alami di Negara Jepang. Karena beriklim subropis yang memiliki 4 musim. Setiap memasuki musim dingin suhu udara bisa turun drastis sampai -11C. Tentu saja karena tanaman mangga aslinya dari daerah tropis maka tidak dapat bertahan hidup di lahan terbuka.

Nah, pada tahun 1976 dimulailah uji coba budidaya mangga di Greenhouse Stasiun Percobaan Pertanian Prefektur Miyazaki. 

Pada awalnya ketika pohon mangga sudah dapat hidup dan berbuah, proses panen dilakukan saat buah mangga masih dalam keadaan mentah. 

Tapi ternyata kadar kemanisan buahnya lebih rendah dibandingkan dengan yang matang secara alami di pohon. Konsumen juga lebih menyukai buah yang matang alami di pohon.

Namun sayangnya kalau buah mangga dibiarkan sampai matang alami di pohon dia akan terlepas dari batang utama kemudian jatuh ke tanah. Sehingga buahnya bisa rusak dan harga jualnya pun turun. Kemudian ilmuan mengembangkan teknik panen buah mangga yang matang pohon.

Memasuki tahun 1993 para peneliti menemukan metode untuk memanen buah mangga yang matang alami di pohon. 

Teknisnya pun sangat sederhana. Buah mangga yang sudah berukuran cukup besar seukuran kepalan tangan satu per satu dibungkus menggunakan jaring. Kemudian diikat di langit-langit Greenhouse. 

Nantinya saat buah mangga sudah matang dan terlepas dari batangnya, maka akan tertampung di jaring tersebut.

Metode ini memungkinkan petani untuk bisa memanen buah yang sudah benar-benar matang terlebih dahulu tanpa perlu khawatir buahnya rusak karena jatuh ke tanah. Kadar kemanisannya pun bisa mencapai 15-19 brix. Tekstur seratnya juga sangat lembut dan juicy. 

Kemudian pada tahun 1998 Prefektur Miyazaki terdaftar sebagai sentra produsen buah mangga dengan trademark Taiyo no Tamago atau Telur Matahari. 

Disamping itu terhitung sejak tahun 2014 sampai sekarang setiap tanggal 25 Mei dijadikan sebagai perayaan Hari Mangga Miyazaki. 

Cara Budidaya Mangga Di Prefektur Miyazaki

Proses budidaya mangga miyazaki bisa dibilang unik sekaligus rumit. Namun sebenarnya varietas tanaman mangga Miyazaki bukanlah jenis mangga yang langka, dia merupakan jenis mangga Irwin yang aslinya dari Florida.

Di Indonesia sendiri jenis mangga Irwin mirip dengan varietas mangga garifta merah. Ciri-cirinya meliputi bentuk daun yang sempit dan memanjang, warna kulit buah kuning kemerahan, serta dagingnya berwarna kuning cerah keemasan.

Hanya saja kualitas mangga produksi Prefektur Miyazaki jauh lebih baik dibandingkan dari negara lain. Selain warna merah pada kulitnya lebih merata, daging buahnya juga lebih manis sedangkan tekstur seratnya sangat lembut bahkan ketika dimakan nyaris lumer di mulut.

Karena negara Jepang notabene bukan daerah tropis, untuk dapat membudidayakan mangga sekaligus mendapatkan buah mangga berkualitas seperti itu dibutuhkan didedikasi dan passion petani yang besar. 

Menggunakan Greenhouse

Setiap petani mangga di Prefektur Miyazaki menggunakan greenhouse dengan bahan plastic UV. Suhu, kelembaban udara serta kadar gas karbon dioksida dikontrol sedemikian rupa. 

Sehingga meskipun musim terus berganti, kondisi lingkungan di dalam greenhouse tetap hangat dan sesuai untuk pertumbuhan tanaman mangga secara optimal.

Daerah ini juga memiliki kelebihan tersendiri berupa lama waktu paparan sinar matahari dalam sehari tergolong lebih panjang dibandingkan di daerah lain. Hal ini penting karena untuk membuat kulit buah mangga bisa berwarna merah diperlukan paparan sinar ultra violet dari cahaya matahari.

Tempat Penanaman 

Petani mangga ada yang menanam pohonnya di dalam pot atau ditanam langsung di tanah. Sebenarnya kalau dilihat dari segi kualitas buah yang dihasilkan tidak ada perbedaan yang mencolok. 

Hanya saja perawatan tanaman mangga di dalam pot bisa lebih dikontrol, mulai dari segi jumlah maupun waktu pupuk dan air yang diberikan, serta ukuran kanopi dan kapasitas produksi buahnya.

Pemangkasan 

Setiap pohon mangga dipertahankan agar tingginya tidak lebih dari 2 meter. Untuk itu sehabis panen buah mangga, secara rutin dilakukan pemangkasan pada masing-masing ujung cabang tersier. 

Fungsinya selain peremajaan tanaman juga untuk memicu munculnya bunga.

Biasanya petani melakukan training atau pembengkokan cabang tersier yang sudah dipangkas supaya posisinya menjadi horizontal. 

Jadi pertumbuhan tanaman dapat dipertahankan supaya tetap pendek namun lebar dan tidak menjulang ke atas. Perawatannya pun menjadi lebih mudah dan terkontrol.

Selain itu jumlah daun juga dihitung dengan presisi. Untuk setiap satu buah mangga, jumlah daun di batangnya harus sebanyak 70-80 daun. 

Dari sini saja kita sudah bisa membayangkan seberapa rumitnya cara perawatan pohon mangga yang dilakukan oleh petani Jepang.

Seleksi Bakal Buah 

Supaya kadar kemanisan buah mangga bisa tinggi yaitu di atas 15 brix, maka jumlah buah untuk setiap pohonnya dibatasi. Rata-rata satu pohon menghasilkan tidak lebih dari 30 buah. 

Add caption

Jadi setiap tangkai malai bunga buah mangga hanya terdapat 1 atau 2 buah mangga. Seleksi buah tersebut dilakukan waktu ukuran bakal buah sudah sebesar jempol tangan. Petani menyeleksi dengan hati-hati kemudian disisakan buah yang memiliki ukuran dan bentuk paling sempurna.

Bahkan petani bisa mengetahui mana buah yang diserbuki oleh lebah dan mana yang tidak. Sehingga nantinya didapatkan buah dengan kualitas terbaik. 

Rahasia Supaya Buah Berwarna Merah Merata

Salah satu trik yang digunakan oleh petani mangga miyazaki supaya warna merah pada buah mangga bisa seragam dan menyeluruh ialah menggantung buah mangga sejak masih berukuran kecil. 

Dengan menggunakan klip kertas yang diikat dengan tali di atap greenhouse, pangkal batang bakal buah pilihan digantung supaya menjulang ke atas.

Posisinya diatur sedemikian rupa sehingga lebih tinggi dari daun tanaman. Sehingga buah mangga terlihat menggantung di atas pohon mangga. 

Cara tersebut dilakukan supaya seluruh permukaan buah terkena sinar matahari. Hal ini menambah panjang daftar aktifitas perawatan pohon mangga, mengingat aktifitas ini dilakukan secara manual. 

Bahkan beberapa petani yang cukup radikal dan menginginkan penampakan warna merah yang sempurna memberikan tambahan perlakuan. Mereka memasang kertas putih di bawah masing-masing buah ketika sudah mulai memasuki proses pematangan buah. 

Kertas putih tersebut akan memantulkan cahaya matahari. Sehingga kulit bagian bawah buah mangga yang tidak terkena sinar matahari tetap meendapatkan pantulan dari kertas tersebut.

Buah Mangga Sebagai Oleh-Oleh dan Hadiah Spesial

Di negara Jepang budaya masyarakatnya biasa menggunakan buah sebagai oleh-oleh atau bingkisan spesial. Baik itu untuk atasan, maupun hadiah untuk orang terdekat. Itulah kenapa produk yang fungsinya sebagai bingkisan harus memiliki kualitas yang sempurna. Salah satunya buah mangga dari Prefektur Miyazaki ini.

Dari sini kita bisa melihat betapa panjang proses budidaya mangga miyazaki. Tentu karena aktifitasnya dilakukan secara manual maka menjadikan biaya produksinya meningkat berkali-kali lipat dibandingkan dengan kebun mangga di negara lain. Yang notabene produksinya masal dan tidak mengejar kualitas yang sempurna.

Karena buah ini bukan untuk konsumsi harian melainkan digunakan sebagai hadiah spesial maka menambah daftar kenapa harganya bisa begitu mahal dan kualitasnya juga sangat baik. Bahkan pada salah satu kesempatan lelang di Jepang, dua buah mangga miyazaki dibandrol dengan harga $3000 atau sekitar 42 juta rupiah.

loading…