RASIO KEUANGAN

By | September 30, 2022

Mangihin.com is a website that provides useful information, please share if there is interesting information that can help you. Thank you





RASIO KEUANGAN




1.1           
Pengertian Rasio Keuangan

Rasio adalah suatu
angka yang menunjukkan hubungan antar suatu unsur dengan unsur lainnya dalam
laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan media yang paling penting untuk
menilai prestasi dan kondisi ekonomis suatu perusahaan. Menurut Harahap
(2002:105) bahwa: ”

Laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil
usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu”.

Sedangkan menurut
Harahap (2002: 298), memberikan batasan sebagai berikut: “Rasio keuangan adalah
angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan
dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan
(berarti)”.

Dalam pembahasan 
ini digunakan analisis rasio keuangan dan analisis trend untuk menilai kinerja
perusahaan. Rasio-rasio tersebut bermanfaat untuk menunjukkan perubahan dalam
kondisi keuangan atau kinerja operasi. Analisis trend menggambarkan
kecenderungan serta pola perubahan tersebut yang pada gilirannya dapat menunjukkan
analisis mengenai  risiko dan peluang bagi perusahaan yang sedang
ditelaah.

Pengertian analisis
rasio menurut kamus istilah keuangan dan investasi adalah metode analisis yang
digunakan dalam membuat penilaian kredit dan investasi dan menggunakan hubungan
antara angka-angka yang ditemukan dalam laporan keuangan untuk menentukan nilai
dan mengkaji risiko. Rasio-rasio tersebut dibandingkan dengan rasio masa
sebelumnya serta rasio perusahaan lain agar dapat mengungkapkan kecenderungan
dan mengidentifikasi kejanggalan.   

Djarwanto (1996:123)
mengemukakan bahwa ”rasio dalam analisis laporan keuangan adalah suatu angka
yang menunjukkan hubungan antara suatu unsur dengan unsur lainnya dalam laporan
keuangan”.

Selanjutnya pengertian
rasio keuangan seperti yang dijelaskan oleh Horne (1997:133) adalah sebagai
berikut : “untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan, analis
keuangan harus melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan keuangan perusahaan”.
Alat yang bisa digunakan dalam pemerikasaan ini adalah rasio keuangan atau
indeks yang menghubungkan dua data keuangan dengan jalan membagi suatu data
dengan data lainnya.

Berdasarkan beberapa
pengertian analisis rasio tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
analisis rasio merupakan salah satu metode analisis untuk menilai kondisi
keuangan dan kinerja perusahaan dengan menggunakan perhitungan-perhitungan
rasio atas dasar kuantitatif, yang menunjukkan hubungan antara suatu unsur
dengan unsur lainnya dalam laporan keuangan.

Jadi dapat disimpulkan
bahwa analisis rasio keuangan adalah alat yang digunakan untuk mengukur
kelemahan dan kekuatan yang dihadapi oleh perusahaan di bidang keuangan, dengan
membandingkan angka-agka yang satu dengan angka yang lainnya dari suatu laporan
keuangan yang terdiri dari neraca dan laporan laba/rugi.

Dalam hal ini, neraca
menggambarkan posisi aktiva, utang dan modal sendiri perusahaan, sedangkan
laporan laba/rugi memberikan gambaran mengenai pendapatan dan semua biaya serta
laba yang terjadi pada suatu periode tertentu.

Rasio-rasio keuangan
ini dikelompokkan ke dalam 5 (lima) kelompok dasar, yaitu likuiditas, leverage,
aktivitas, profitabilitas dan penilaian pasar.
Ada pula yang
mengelompokkan rasio-rasio keuangan kedalam empat golongan, antara lain:

1.    
Rasio
likuiditas adalah rasio-rasio yang dimaksudkan untuk mengukur likuiditas
perusahaan (current ratio, acid test ratio).

2.    
Rasio
leverage adalah rasio-rasio yang dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa
jauh aktiva perusahaan dibiayai dengan utang (debt to total assets ratio, net
worth to debt ratio dan sebagainya).

3.    
Rasio
aktivitas adalah rasio-rasio yang dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa
besar efektivitas perusahaan dalam mengerjakan sumber-sumber dananya (inventory
turnover, average collection period, dan sebagainya).

4.    
Rasio
profitabilitas adalah rasio-rasio yang menunjukkan hasil akhir dari sejumlah
kebijaksanaan dan keputusan-keputusan (profit margin on sales, return on total
assets, return on net worth dan sebagainya).

Dari beberapa
pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa peralatan rasio keuangan yang sering
digunakan oleh para analisis keuangan dalam menganalisis keadaan keuangan suatu
perusahaan, yaitu terdiri dari:

1.    
Rasio
Likuiditas

2.    
Rasio
Leverage

3.    
Rasio
Aktivitas

4.    
Rasio
Profitabilitas

1.2           
Dasar Pembanding Angka Rasio

Analisis laporan
keuangan tidak akan berarti apabila tidak ada pembandingnya. Data pembanding
untuk rasio keuangan mutlak ada sehingga dapat dilakukan perhitungan terhadap
rasio yang dipilih. Dengan adanya data pembanding, kita dapaat melihat perbedaan
angka- angka yang ditonjolkan, apakah mengalami kenaikan atau penurunan dari
periode sebelumnya. Dengan kata lain, laporan keuangan tersebut memiliki makna
tertentu jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Menurut Riyanto
(2001;329), analisis rasio keuangan dapat dilakukan dengan dua macam cara
pembandingan yaitu:

1.    
Membandingkan
rasio sekarang dengan rasio – rasio dari waktu – waktu yang lalu atau dengan
rasio – rasio yang di perkirakan untuk waktu – waktu yang akan datang.

2.    
Membandingkan
rasio – rasio dari suatu perusahaan dengan rasio – rasio semacam dari
perusahaan lain yang sejenis atau industri untuk waktu yang sama. Dengan
demikian manfaat suatu angka rasio sepenuhnya tergantung kepada
kemampuan/kecerdasan penganalisis data menginterpretasikan data yang
bersangkutan.

1.3           
Laporan Keuangan

Telah dijelaskan bahwa laporan
keuangan dapat dijadikan media yang dapat dipakai untuk meneliti kondisi
kesehatan perusahaan, dimana laporan keuangan tersebut terdiri dari neraca,
perhitungan rugi laba, ikhtisar laba ditahan dan laporan posisi keuangan.

Biasanya laporan keuangan dibuat per periode. Adapun laporan keuangan lebih luas
dilakukan satu tahun sekali.

Laporan keuangan yang
lengkap terdiri atas 5 komponen diantaranya adalah laporan laba rugi, laporan
perubahan modal, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.

1.     Laporan
Laba Rugi (Income Statement)

Laporan
laba rugi, adalah laporan keuangan yang menyajikan detail atau rincian
pendapatan yang diperoleh dan beban yang terjadi selama satu periode akuntansi
di suatu perusahaan atau mengetahui apakah perusahaan mengalami keuntungan atau
kerugian pada periode tersebut.

2.    
Laporan
Perubahan Modal (Capital Statement)

Laporan
perubahan modal, adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai
perubahan modal suatu perusahaan yang terjadi selama satu periode akuntansi,
berfungsi untuk mengetahui apakah modal perusahaan bertambah atau berkurang.

3.    
Neraca
(Balance Sheet)

Neraca,
adalah laporan keuangan yang menunjukkan jumlah harta, utang, dan modal dari
sebuah perusahaan selama satu periode akuntansi di perusahaan tersebut.

4.    
Laporan
Arus Kas (Cash Flow)

Laporan
arus kas, adalah laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui arus kas
masuk dan kas keluar, dan juga melihat pengaruhnya terhadap saldo kas akhir
periode. Arus kas masuk seperti pendapatan atau pinjaman dari pihak lain
sedangkan arus kas keluar seperti biaya-biaya yang sudah dikeluarkan
perusahaan.

5.    
Catatan
atas laporan keuangan

Catatan
atas laporan keuangan, adalah laporan keuangan yang dibuat berkaitan dengan
laporan keuangan lain yang disajikan. Laporan ini memberikan informasi atau
penjelasan secara rinci atau detail yang dianggap perlu terhadap laporan
keuangan yang ada. Tujuannya agar pengguna laporan keuangan menjadi jelas dengan
data yang disajikan. 

  Perusahaan
dianjurkan untuk menyajikan laporan keuangan yang menjelaskan karakteristik
utama yang mempengaruhi kinerja keuangan, posisi keuangan perusahaan dan
kondisi ketidakpastian

1.4           
Fungsi Rasio Keuangan

Analisis
rasio keuangan terutama bertujuan untuk mendapat gambaran tentang baik buruknya
keadaan keuangan suatu perusahaan pada saat dianalisis. Berdasarkan hasil
analisis tersebut manajemen akan memperoleh suatu informasi tentang kekuatan
dan kelemahan perusahaan. Informasi tersebut dapat membantu manajer dalam
memahami apa yang perlu dilakukan perusahan selain itu manajer dapat membuat
keputusan-keputusan penting di masa yang akan datang.

Analisis
rasio keuangan tidak hanya penting bagi pihak manajemen tetapi penting juga
bagi pihak ekstern perusahaan. Bagi pihak ekstern, analisis rasio keuangan
penting untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan keuangan suatu
perusahaan. Dengan mengetahui perkembangan keuangan perusahaan tersebut mereka
dapat memutuskan apakah akan tetap menginvestasikan dananya pada perusahaan
tersebut atau tidak. Dengan kata lain, rasio keuangan memilki fungsi yaitu:

1.    
Dapat
Mengetahui Kinerja Perusahaan

Dengan menggunakan rasio keuangan,
pebisnis atau pelaku usaha dapat mengetahui apakah bisnis/usahanya mengalami
peningkatan atau penurunan kinerja dengan cara membandingkan rasio – rasio
keuangan perusahaan dari tahun sebelumnya.

2.    
Membantu
Manajemen Perencanaan di Masa Mendatang

Dengan adanya perhitungan dan
analisis rasio keuangan perusahaannya dapat membantu menajemen memahami kinerja
perusahaannya sehingga dapat dijadikan acuan oleh manajemen untuk mengambil
keputusan atau kebijakan perusahaan untuk memperbaiki atau meningkatan kinerja
perusahaan dimasa yang akan datang, seperti :

A.    
Rasio Likuiditas

Rasio ini menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya (kurang dari satu
tahun). Menurut Munawir (2004), rasio likuiditas dapat dibagi menjadi tiga:

        
Current Ratio
(CR) yaitu
perbandingan antara aktiva lancar dan hutang lancar

        
Quick Ratio (QR) yaitu perbandingan antara aktiva
lancar dikurangi persediaan terhadap hutang lancar.

        
Working
Capital to Total Asset
(WCTA) yaitu perbandingan antara aktiva lancar dikurangi hutang lancar
terhadap jumlah aktiva.

B.     
Rasio
Solvabilitas/Leverage

Rasio ini menunjukkan kemampuan
perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya.

        
Debt Ratio (DR) yaitu perbandingan antara total
hutang dengan total asset.

        
Debt to
Equity Ratio
(DER)
yaitu perbandingan antara jumlah hutang lancar dan hutang jangka panjang
terhadap modal sendiri.

        
Long Term
Debt to Equity Ratio
(LTDER) yaitu perbandingan antara hutang jangka panjang dengan modal
sendiri.

        
Times
Interest Earned
(TIE)
yaitu perbandingan antara pendapatan sebelum pajak (earning before tax,
selanjutnya disebut EBIT) terhadap bunga hutang jangka panjang.

        
Current
Liability to Inventory
(CLI) yaitu perbandingan antara hutang lancar terhadap persediaan.

        
Operating
Income to Total Liability
(OITL) yaitu perbandingan antara laba operasi sebelum bunga dan pajak
(hasil pengurangan dari penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan dan
biaya operasi) terhadap total hutang.

C.     
Rasio Aktivitas

Menurut Ang (1997) rasio ini
menunjukkan kemampuan serta efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan aktiva yang
dimilikinya atau perputaran (turnover) dari aktiva-aktiva. Rasio
aktivitas dapat diproksikan dengan:

        
Total Asset
Turnover
(TAT)
yaitu perbandingan antara penjualan bersih dengan jumlah aktiva.

        
Inventory
Turnover
(IT) yaitu
perbandingan antara harga pokok penjualan dengan persediaan rata-rata.

        
Average
Collection Period
(ACP)
yaitu perbandingan antara piutang rata-rata dikalikan 360 dibanding dengan
penjualan kredit.

        
Working
Capital Turnover
(WCT)
yaitu perbandingan antara penjualan bersih terhadap modal kerja.

D.    
Rasio
Rentabilitas / Profitabilitas

Menurut Husnan dan Pudjiastuti
(1994), rasio profitabilitas/rentabilitas digunakan untuk mengukur efisiensi
suatu perusahaan dalam menggunakan aktivanya, efisiensi ini dikaitkan dengan
penjualan yang berhasil diciptakan. Rasio profitabilitas dapat diproksikan
dengan:

        
Net Profit
Margin
(NPM) yaitu
perbandingan antara laba bersih setelah pajak (NIAT) terhadap total
penjualannya.

        
Gross Profit
Margin
(GPM) yaitu
perbandingan antara laba kotor terhadap penjualan bersih.

        
Return on
Asset
(ROA) yaitu
perbandingan antara laba setelah pajak dengan jumlah aktiva.

        
Return on
Equity
(ROE) yaitu
perbandingan antara laba setelah pajak terhadap modal sendiri.

1.5           
Keunggulan Dan Keterbatasan Rasio
Keuangan

Analisis
rasio ini memiliki keuanggulan dibanding teknik analisis lainnya. Keuanggulan
tersebut seperti diuraikan oleh Sofyan Syafii Harahap (1998 : 298) antara lain
:

1.     Rasio
merupakan angka-angka dan ikhtisar statistic yang lebih mudah dibaca dan
ditafsirkan.

2.     Merupakan
pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan
yang sangat rinci dan rumit.

3.     Mengetahui
posisi perusahaan di tengah industri lain

4.     Sangat
bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan keputusan dan
model prediksi.

5.     Menstandarisir
ukuran perusahaan

6.     Lebih
mudah memperbandingkan perusahaandengan perusahaan lain atau melihat
perkembangan perusahaan secara periodic atau time series.

7.    
Lebih
mudah melihat trend perusahaan serta melakukan prediksi di masa yang akan datang.

Disamping keunggulan yang dimiliki
analisis rasio ini, teknik ini juga memiliki beberapa keterbatasan yang harus
disadari sewaktu penggunaannya agar kita tidak salah dalam penggunaannya.
Adapun keterbatasan analisis rasio menurut Sofyan Syofii Harahap (1998 : 298)
ini antara lain :

1.    
Kesulitan dalam
memilih rasio yang tepat yang dapat digunakan untuk kepentingan pemakainya

2.    
Keterbatasan yang
dimiliki laporan keuangan juga menjadi keterbatasan analisis ini seperti :

A.  
Bahan perhitungan
rasio atau laporan keuangan itu banyak mengandung taksiran yang dapat dinilai
biasa atau objektif.

B.  
Nilai yang
terkandung dalam laporan keuangan dari rasio adalah nilai perolehan (cost)
bukan harga pasar.

C.  
Klasifikasi dalam
laporan keuangan bisa berdampak pada angka rasio.

D.  
Metode pencatatan
yang tergambar dalam standar akuntansi bisa diterapkan berbeda oleh perusahaan
yang berbeda.

3.    
Jika data untuk
menghitung rasio tidak tersedia maka akan menimbulkan kesulitan menghitung
rasio.

4.    
Jika data yang
tersedia tidak sinkron maka akan kesulitan dalam menghitung rasio.

5.    
Jika dua atau
lebih perusahaan dibandingkan teknik dan metode yang digunakan berbeda maka
perbandingan dapat menimbulkan kesalahan.

Rasio keuangan
merupakan alat yang sangat berguna, namun mempunyai beberapa keterbatasan dan
harus digunakan dengan hati-hati. Rasio-rasio tersebut terbentuk dari penfsiran
dengan cara menggabungkan beberapa rasio yang ada menjadi suatu model peramalan
yang berarti yaitu model yang disebut analisis diskriminan. Analisis
diskriminan ini menghasilkan suatu index yang memungkinkan penggolongan suatu
observasi ke dalam satu kelompok yang telah ditetapkan terlebih dahulu,
sehingga dengan model ini dapat diukur prospek sutu perusahaan.

1.6           
Hubungan Antar Berbagai Rasio

Seperti yang dijelaskan
sebelumnya, rasio laporan keuangan memiliki hubungan tersendiri antar rasio.
Hubungan ini bisa merupakan hubungan rasio antara laporan keuangan yang satu
dengan yang lain atau hubungan dalam komponen dalam satu laporan keuangan.
Hubungan tersebut dapat bersifat positif maupun negatif tergantung rasio
keuangannya. Sebagai contoh hubungan antar berbagai rasio keuangan yaitu:

1.    
Hubungan
antara rentabilitas ekonomi dengan rentabilitas modal sendiri

2.    
Hubungan
antar rasio utang dengan rentabilitas modal sendiri

Misalnya hubungan
antara rentabilitas ekonomi dengan rentabilitas modal sendiri bersifat positif.
Semakin besar rentabilitas ekonomi, akan berakibat besar pula rentabilitas
modal sendiri. Tentu saja dengan asumsi faktor-faktor lain tidak berubah
seperti bunga dan pajak. Kemudian dapat dikatakan pula bahwa hubungan
rentabilitas ekonomi dengan rentabilitas modal sendiri pada berbagai tingkat
pengguna modal asing cukup berpengaruh. Misalnya semakin tinggi rentabilitas
ekonomi (bunga tetap), pengguna modal asing yang lebih besar akan berpengaruh
terhadap rentabilitas modal sendiri. Atau dapat pula dikatakan bahwa
bertambahnya pengguna modal asing yang lebih besar akan mempengaruhi
rentabilitas modal sendiri, demikian pula sebaliknya. Berbeda dengan hubungan
antara rentabilitas ekonomi dengan rentabilitas modal sendiri yang selalu
bersifat positif, Hubungan antara rasio utang dengan rentabilitas modal
sendiri. Hubungan kedua rasio ini dapat bersifat positif dan bersifat negatif
atau bahkan tidak berpengaruh sama sekali. Dalam praktiknya rentabilitas modal
sendiri, selain dipengaruhi rentabilitas ekonomi, juga di penagruhi rasio
utang.

Pengaruh positif
memiliki arti semakin besar rasio utang, besar pula rasio modal sendiri. Dengan
catatan kalau rentabilitas ekonomi (8%) lebih besar dari tingkat bunga (7%). Pengaruh
negatifnya adalah kalau rentabilitas ekonomi lebih kecil dari tingkat bunga, rasio
utang bertambah besar dan rasio modal sendiri menjadi kecil.