Teori Portofolio dan Analisis Investasi

By | May 16, 2021
contoh soal teori portofolio dan analisis investasi,makalah teori portofolio dan analisis investasi,teori portofolio dan analisis investasi ut pdf,tugas teori portofolio dan analisis investasi,eksi4203 teori portofolio dan analisis investasi,teori portofolio dan analisis investasi edisi 11 pdf,download ebook teori portofolio dan analisis investasi,tugas 1 teori portofolio dan analisis investasi ut

Analisis investasi dan manajemen portofolio menjadi dasar pengetahuan  dan penting sejalan dengan perkembangan  pasar modal Indonesia yang semakin terintegrasi dengan pasar keuangan global. Dalam topik-topik dibahas dengan teori investasi, pembentukan portfolio dan analisis investasi, strategi investasi, instrument derivative dan evaluasi kinerja investasi.

Pengertian portofolio adalah sekumpulan atau kombinasi dua atau lebih jenis investasi dengan tingkat risiko dan keuntungan yang berbeda beda dalam jangka waktu tertentu untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan risiko yang minim.
Secara harfiah, metode analisis investasi berkaitan dengan kegiatan riset dan mengevaluasi sekuritas. Lebih lanjut, analisis investasi bertujuan untuk memprediksi kinerja suatu saham industri di masa depan. Dengan memiliki pengetahuan dasar di atas, investor bisa menentukan kesesuaian dengan tujuan investasi.
Kita tahu bahwa tujuan melakukan investasi adalah untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan risiko yang seminimal mungkin. Agar risiko investasinya tidak tinggi, diversifikasi investasi dari teori portofolio adalah salah satu caranya.

Teori portofolio menyarankan untuk berinvestasi tidak hanya pada satu jenis investasi saja. Namun beberapa jenis investasi. Baik yang sejenis ataupun tidak sejenis.

Tujuannya tentu untuk mengurangi risiko. Apabila satu investasi mengalami kerugian, maka akan ada inevstasi yang lain yang bisa menutupinya. Namun jika keputusan investasi hanya pada satu jenis investasi saja, jika investasi tersebut merugikan, maka habis sudah. Tidak ada yang tersisa, tidak ada yang bisa membackup menutupi kerugiannya.

Pemahaman mengenai portofolio investasi ini merupakan hal wajib yang dimiliki para investor atau calon investor mengingat cukup beragamnya instrumen investasi yang ada. Dengan memahami portofolio investasi, kamu diharapkan bisa memaksimalkan investasi dengan berbagai alternatif jenis instrumen investasi.

Ada banyak instrumen investasi yang bisa dipilih dan dikombinasikan. Ada investasi dalam bentuk aktiva (aset) seperti membangun pabrik, ekspansi usaha, membeli properti dan lain lain. Ada pula investasi yang berbentuk aset finansial seperti deposito, sekuritas yang bisa obligasi dan saham atau produk derivatif.

Khusus untuk portofolio aset sekuritas ada jasa manajemen investasi yang mengelola portofolio sekuritas secara kolektif dalam sekelompok investor (nasabah). Dan ada yang disebut dengan reksadana.

Portofolio paling tidak ada dua jenis investasi yang bisa dipilih investor. Untuk menyusun portofolio, investor bisa melakukan diversifikasi investasi (memilih beberapa jenis investasi) untuk mengurangi risiko.

Risiko yang bisa tekan dari portofolio adalah risiko non sistematis. Risiko investasi terdiri dari dua macam, Risiko sistematis dan risiko non sistematis.

Risiko sistematis (systematic risk) adalah risiko yang umumnya berasal dari luar perusahaan, bersifat makro. Berdampak pada semua perusahaan yang ada dipasar. Risiko ini cenderung lebih sulit untuk dihindari.

Contohnya risiko pasar, risiko finansial, risiko politik, risiko bunga dan risiko nilai tukar yang fluktuatif. Perubahan politik misalnya, bisa mempengaruhi performa saham perusahaan. Dan itu tidak bisa dikendalikan oleh perusahaan.

Contoh kasus: Berita kenaikan tarif cukai rokok. Efeknya: harga saham perusahaan rokok bisa melemah. Padahal perusahaan rokok tidak melakukan apa apa. Keputusan politis bisa mempengaruhi harga saham.

Risiko non sistematis (unsystematic risk) risiko yang diakibatkan oleh perubahan yang terjadi pada mikro perusahaan tertentu. Hanya mempengaruhi perusahaan tersebut, tidak semua perusahaan bisa terdampak. Risiko non sistematis bisa diusahakan ditekan dengan portofolio.

Jadi portofolio hanya mengurangi risiko, bukan menghilangkan risiko. Risiko tetap ada, namun bisa ditekan.

Semakin banyak jenis investasi yang dipilih, semakin kecil risiko investasi yang mengancam. Tapi yang perlu diingat, banyaknya portofolio yang berlebih juga bisa berdampak buruk. Portofolio yang gemuk atau berlebih akan menyebabkan biaya-biaya yang berlebih pula, maka keuntungan akan berkurang karena banyaknya biaya yang dikeluarkan. Maka ada batasan batasan dalam menyusun portofolio investasi.

Portofolio ini adalah aspek yang cukup penting dalam investasi, karena portofolio ini menentukan bunga yang kamu inginkan agar investasi lebih optimal. … Portofolio dapat dikatakan sebagai suatu kumpulan aset investasi yang bisa berupa saham, emas, deposito, obligasi, properti, dan instrumen lainnya.
Faktor yang satu ini dikenal dengan nama manajemen portofolio. Kegiatan return ini diupayakan untuk memotivasi investor dalam melakukan investasi yang memberikan imbalan dalam menanggung risiko atas investasi yang dilakukanManajemen portofolio memberikan gambaran mengenai risiko dalam pelaksanaannya.

Pembentukan Portofolio

Untuk melakukan diversifikasi investasi dalam bentuk portofolio, tidak bisa langsung menanamkan invstasi kebeberapa instrumen investasi yang berbeda beda.

Namun ada beberapa hal hal yang perlu dipertimbangkan terlebih dahulu agar instrumen investasi yang akan dijadikan portofolio menghasilkan return yang maksimal. Tidak merugikan. Hal hal yang perlu diperhatikan dalam pembentukan portofolio seperti:

  1. Modal (Capital)
  2. Tujuan (Objective)
  3. Waktu
  4. Profil Risiko

1. Modal (Capital)

Seberapa besar modal untuk investas yang dimiliki?

Besar kecilnya modal yang dimiliki berpengaruh terhadap portofolio investasi yang akan diambil. Semakin kecil modal maka semakin kecil pula kesempatan untuk melakukan diversifikasi investasi. Akan ada batasan batasan dalam pembentukan portofolio menyesuaikan dana yang ada.

2. Tujuan (Objective)

Apa tujuan melakukan investasi? Apa tujuannya membeli properti ? apa tujuannya membeli saham? apa tujuannya membeli obligasi? dan instrumen investasi yang lain. Tujuan yang berbeda akan menghasilkan portofolio yang berbeda pula

Tujuan yang ingin mendapatkan yield investasi tentu akan berbeda struktur portofolionya dengan yang bertujuan ingin mendapatkan capital gain.

3. Waktu

Waktu, seberapa cepat keuntungan investasi yang akan diperoleh juga turut diperhitungkan. Apakah investasi berorientasi jangka panjang atau jangka pendek.

4. Profil Risiko

Profil risiko berkaitan dengan karakter investor. Pemilihan portofolio biasanya menyesuaikan degan preferensi profil dari investor. Secara umum, setidaknya ada 3 jenis karakter investor dalam berinvestasi. Ada tipe investor konservatif, moderat dan agresif.

Investor konservatif umumnya akan memilih instrumen investasi yang secara fundamental kondisinya bagus. Cenderung main aman dengan menghidar dari risiko. Tidak terlalu menyukai kondisi yang fluktuatif. Tipe konservatif umumnya akan berinvestasi dalam instrumen investasi yang memiliki pengembalian jangka panjang.

Investor moderat adalah investor yang mempunyai toleransi terhadap risiko yang lebih tinggi asalkan keuntungan yang diperoleh sepadan dengan risikonya. Tipe moderat cenderung mengambil risiko investasi yang sedang.

Sedangkan investor tipe agresif lebih suka tantangan. Cenderung aktif berspekulasi tentang investasi yang berisiko tinggi.

Dengan mengetahui karakter investor, maka portofolio yang dibangun akan berorientasi pada kepentingan investor itu sendiri. Sesuai dengan yang dikehendaki.