Tips Jitu Mencari Properti Perumahan KPR

By | November 11, 2020

Rumah adalah salah satu bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Rumah bisa menjadi tempat tinggal manusia maupun hewan, Rumah atau tempat tinggal  merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus tercukupi saat ini. Namun seiring tingginya biaya hidup, mahalnya harga rumah menyulitkan sebagian masyarakat untuk membeli properti hunian yang layak huni yang dekat dengan kota.

Tips membeli rumah / Properti lewat KPR 

Pahami lebih dahulu, apakah Anda layak “mencicil rumah”

Bank atau lembaga pemberi kredit bisa saja memberikan penilaian skor bagus pada Anda karena ketepatan pembayaran angsuran. Namun, ketahuilah dengan seksama, apakah Anda memang layak untuk mencicil rumah.

Caranya, dengan mengetahui rasio utang berbanding aset Anda sendiri. Nilai rasio utang berbanding aset menunjukkan berapa besar aset milik Anda yang dibiayai utang.

Untuk menghitungnya, dengan membagi total utang dan total aset, maka Anda bisa mendapatkan skor untuk rasio ini. Nilai ideal dari rasio tersebut adalah di bawah 50%.

Jika nilainya lebih dari 50%, tandanya: nilai utang Anda telah melebihi nilai aset. Tentu, hal ini jelas menunjukkan ketidaksehatan finansial. Perbaikilah terlebih dulu rasio ini sebelum Anda mengajukan KPR.

Jangan berutang jika tak ada dana darurat

Amankanlah terlebih dulu dana darurat Anda. Ketersediaan dana darurat yang ideal adalah 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan.

Semakin banyak tanggungan kita atau semakin tinggi risiko pekerjaan kita, maka semakin besar pula kebutuhan dana darurat kita.

Investasikan dana Anda untuk DP rumah

Ketahui terlebih dulu, kapan Anda akan membeli rumah dan membayar uang mukanya (DP). Ketahui pula biaya yang akan Anda keluarkan, dan sisihkan uang secara rutin di instrumen investasi.

Jika memang pembelian rumah ditargetkan dalam satu hingga tiga tahun ke depan, maka simpanlah dana tabungan pembelian rumah di instrumen investasi rendah risiko dan memiliki imbal hasil tetap.

Hindari penempatan dana di instrumen tinggi imbal hasil dan tinggi risiko, karena jangka waktu menabung Anda cenderung pendek. Risiko pasar yang terjadi dalam waktu dekat tentu bisa saja memengaruhi imbal hasil investasi Anda.

Pastikan cicilan rumah per bulan tak melebihi 35% penghasilan

Bank atau lembaga pemberi kredit mungkin saja menyetujui pengajuan KPR dengan nominal cicilan 50% dari penghasilan bulanan. Tetapi, cicilan rumah yang ideal maksimal adalah 35% dari penghasilan.

Alasannya adalah agar Anda tidak perlu mengurangi pengeluaran yang terkait kebutuhan pokok sehari-hari, asuransi, maupun investasi untuk dialokasikan ke dalam cicilan.