Transaksi Bisnis Perusahaan dan Persamaan Dasar Akuntansi

By | August 3, 2022

mangihin.com. Menyajikan beberapa informasi Otomotif, Bank, Tutorial, Kerajinan . semoga dapat membantu anda untuk belajar dan menuntut Ilmu serta menambah wawasan anda.

Sebuah
sistem akuntansi akan terdiri dari 3 (tiga) bagian penting, yang meliputi
sebagaimana dalam ilustrasi 2.1.

Ilustrasi 2.1: Bagian
dalam Sistem Akuntansi
A.
Pengertian Transaksi Bisnis Perusahaan

Sebagai
suatu organisasi yang berorientasi pada perolehan laba, perusahaan akan
berusaha untuk menghasilkan barang atau jasa untuk dijual ke konsumen dengan
harga tertentu hingga perusahaan mendapatkan keuntungan. Untuk melaksanakan
kegiatannya, tentunya perusahaan memerlukan dana. Dana ini akan digunakan untuk
pembayaran tagihan telpon, pembayaran gaji karyawan, dan sebagainya.

Transaksi bisnis merupakan kejadian ekonomis
yang menyebabkan perubahan dalam aset dan/atau kewajiban, dan/atau ekuitas.

Kejadian
ekonomis dari suatu perusahaan yang secara langsung mempengaruhi kondisi
keuangan atau hasil operasi dan harus dicatat oleh perusahaan yang bersangkutan
itulah yang disebut transaksi bisnis
(business transaction).

Transaksi
bisnis dikelompokkan menjadi 2 (dua), yaitu transaksi eksternal dan transaksi
internal. Transaksi eksternal merupakan kejadian dengan pihak luar perusahaan.

Transaksi bisnis dikelompokkan menjadi 2
(dua), yaitu transaksi eksternal dan transaksi internal.

Contoh:
pembelian perlengkapan kepada pemasok, pembayaran uang muka sewa gedung,
pembelian mesin. Sedangkan, transaksi internal adalah kejadian ekonomis yang
terjadi dalam perusahaan itu sendiri. Contoh transaksi internal adalah
penggunaan perlengkapan, pemanfaatan gedung beberapa waktu, penggunaan mesin,
dan lain-lain.

Semua
transaksi bisnis perusahaan akan senantiasa berpengaruh pada perubahan pada
ketiga unsur persamaan dasar akuntansi, yaitu aset dan/atau kewajiban dan/atau
ekuitas. Transaksi bisnis perusahaan ini paling tidak akan mempengaruhi 2 (dua)
diantara 3 (tiga) komponen atau unsur dalam persamaan dasar akuntansi. Sebagai
contoh: jika dalam perusahaan itu terdapat kenaikan aset, maka kejadian ini
akan bisa berpengaruh pada:

1.
Penurunan aset yang lain, atau

2.
Kenaikan kewajiban tertentu, atau

Marilah
kita lihat bersama, bagaimana adanya penambahan aset dapat berpengaruh kepada 3
(tiga) hal di atas? Berbagai transaksi bisnis baik transaksi internal maupun
transaksi eksternal yang terjadi di perusahaan akan berpengaruh terhadap
unsur-unsur persamaan dasar akuntansi.

Perhatikan
transaksi bisnis sederhana tentang pembelian perlengkapan secara kredit.
Transaksi sederhana ini akan mengakibatkan perubahan atau berpengaruh pada
kenaikan kewajiban tertentu, yaitu utang usaha dan kenaikan aset tertentu yaitu
perlengkapan. Ilustrasi 2.2 adalah contoh sederhana suatu transaksi dan
pengaruhnya.

Ilustrasi 2.2:
Pengaruh adanya Transaksi
B.
Persamaan Dasar Akuntansi

Sumberdaya
yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan disebut dengan aset.

Sedangkan
hak atau klaim atas aset perusahaan dibagi menjadi 2 (dua), yaitu: (1) hak
kreditor, (2) hak pemilik.

Persamaan dasar akuntansi adalah asset sama
dengan kewajiban ditambah dengan ekuitas.

Hak
kreditor menunjukkan kewajiban
perusahaan, sedangkan hak pemilik disebut dengan ekuitas. Hubungan antara keduanya, dapat dinyatakan dalam suatu
persamaan yang disebut dengan persamaan dasar akuntansi dan ditulis sebagai
berikut:

Aset
adalah sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan, yang dapat digunakan oleh
perusahaan dalam kelancaran aktivitas produksi, konsumsi dan pertukaran. Dengan
demikian, aset merupakan kapasitas yang dimiliki perusahaan yang memberikan
manfaat ekonomis di masa yang akan datang dan menghasilkan bagi perusahaan yang
bersangkutan.

Kewajiban
adalah klaim atas aset tertentu. Bentuk sederhana kewajiban perusahaan adalah
utang. Utang ini bisa timbul dari peminjaman uang, pembelian barang dagangan
atau perlengkapan secara kredit yang digunakan untuk membantu kegiatan
perusahaan.

Ekuitas
pemilik merupakan klaim pemilik atas semua aset yang ada di perusahaan, yang
dihitung dengan cara total aset dikurangi dengan total kewajiban. Dengan
demikian, total aset yang dimiliki perusahaan akan menjadi klaim dari para
kreditor dan klaim pemilik. Klaim dari pemilik merupakan sisa dari klaim kreditor.

Setelah
kita memahami bersama tentang transaksi bisnis perusahaan, jenis transaksi dan
persamaan dasar akuntansi, marilah kita sekarang mencoba untuk menganalisis
pengaruh adanya transaksi bisnis terhadap ketiga unsur dalam persamaan dasar
akuntansi.

Pada
pembahasan berikut, akan diuraikan beberapa tipe transaksi yang akan
berpengaruh terhadap persamaan dasar akuntansi. Untuk menggambarkan pengaruh
transaksi bisnis ini, kita gunakan transaksi dari Perusahaan Widya Jasa Karya yang
bergerak di bidang jasa konsultan. Pemilik perusahaan ini adalah Tn Airlangga,
yang baru mengopersikan perusahaannya pada tanggal 1 Oktober 2006. Beberapa
transaksi yang terjadi pada awal pendirian perusahaan ini sebagai berikut:

Pengaruh transaksi investasi modal pemilik
terhadap persamaan dasar akuntansi.

Pada
saat pendirian perusahaannya, Tn Airlangga menyerahkan uang tunai ke perusahaan
sebesar Rp. 300.000.000-, sebagai setoran modalnya. Dengan adanya setoran modal
dari Tn Airlangga ini, maka aset perusahaan berupa kas akan bertambah sebesar
Rp. 300.000.000,-, dan di pihak lain hak Tn Airlangga sebagai pemilik bertambah
juga sebesar Rp. 300.000.000,-. Bagaimana transaksi ini berpengaruh terhadap persamaan
dasar akuntansi?

Pengaruh transaksi perolehan aset dari
kreditor terhadap persamaan dasar akuntansi.

Tn
Airlangga merasa bahwa uang tunai yang sudah diinvestasikan ke perusahaan
tidaklah cukup, sehingga dia mengajukan permohonan pinjaman ke Bank BCA.
Pinjaman yang disetujui oleh Bank BCA untuk Tn Airlangga adalah sebesar Rp.
150.000.000,-. Perjanjian menyatakan bahwa Tn Airlangga berjanji harus
mengangsur selama 30x angsuran dengan setiap kali angsuran sebesar Rp.
5.000.000,- ditambah bunga sebesar Rp. 600.000,- per angsuran. Bagaimana
transaksi ini berpengaruh terhadap persamaan dasar akuntansi?

Pengaruh transaksi pembelian perlengkapan
dan pengeluaran beban terhadap persamaan dasar akuntansi.

Dalam
menjalankan aktivitas perusahaan, Tn Airlangga memerlukan perlengkapan yang dibelinya
secara kredit, senilai Rp. 5.000.000,- ke UD Dua Empat dengan jangka waktu 1 (satu)
bulan. Beberapa beban yang dikeluarkan selama bulan Oktober 2006 dalam pelaksanaan
kegiatan perusahaan, meliputi:

Transaksi-transaksi
di atas, akan berpengaruh pada persamaan dasar akuntansi sebagai berikut:

Coba
kita amati bersama tabel di atas. Sebelum transaksi-transaksi pengeluaran beban
terjadi, saldo kas menunjukkan jumlah Rp. 450.000.000,-. Pembayaran beban
sebesar Rp. 42.000.000,- akan mempengaruhi jumlah kas menurun dari Rp.
450.000.000,- menjadi Rp. 408.000.000,-.

Beban adalah penurunan ekuitas perusahaan
yang biasanya disebabkan adanya penggunaan aktiva untuk membantu menghasilkan pendapatan
perusahaan.

Pengeluaran
beban ini, tidaklah menyebabkan penambahan aset baru bagi perusahaan, juga
tidak mengakibatkan perubahan pada kewajiban perusahaan, tetapi berpengaruh
langsung pada penurunan ekuitas, yaitu penurunan modal pemilik. Saldo ekuitas
yang semula, sebelum terjadinya pengeluaran beban, sejumlah Rp. 300.000.000,-,
dengan adanya beban-beban ini menurun menjadi Rp 258.000.000,-.

Dengan
demikian, pengertian beban merupakan penurunan ekuitas perusahaan atau
penurunan modal pemilik perusahaan yang biasanya disebabkan adanya penggunaan
aset untuk membantu dalam menghasilkan pendapatan perusahaan.

Coba
kita lihat transaksi ke-4 (empat), yakni perusahaan membayar berbagai beban dengan
menggunakan aset kas perusahaan. Selain kas, perusahaan masih memiliki aset
yang lain, yaitu perlengkapan yang dibeli perusahaan sebagaimana pada transaksi
ke-3 (tiga) senilai Rp.5.000.000,-. Perlengkapan ini juga digunakan untuk
membantu perusahaan dalam memperoleh pendapatannya. Sehingga, penggunaan
perlengkapan ini juga harus diakui sebagai beban pada periode penggunaannya.

Pengaruh penggunaan perlengkapan terhadap persamaan
dasar akuntansi.

Pada
akhir bulan, Tn Airlangga menghitung besarnya penggunaan perlengkapan, yakni
senilai Rp. 3.000.000,-, yang harus diakui sebagai beban perusahaan pada bulan
Oktober 2006 itu juga dan sisanya senilai Rp. 2.000.000,- masih sebagai aset
perusahaan. Transaksi penggunaan perlengkapan inilah yang disebut dengan transaksi internal. Adanya transaksi
internal ini, akan berpengaruh pada penurunan aset perlengkapan dan penurunan
ekuitas perusahaan. Pengaruh tersebut akan nampak sebagai berikut:

Pengaruh penjualan jasa terhadap persamaan dasar
akuntansi

Perusahaan
telah melayani pelanggannya selama bulan Oktober 2006. Kas yang terkumpul dari
penjualan jasa yang dilakukan perusahaan senilai Rp. 100.000.000,- Ketika
perusahaan menerima sumber daya berupa kas yang berasal dari pelanggan,
perusahaan dikatakan telah menghasilkan pendapatan.

Pengaruh
perolehan pendapatan ini terhadap persamaan dasar akuntansi nampak sebagai
berikut:

Sebagaimana
kita lihat bersama pada pencatatan terhadap transaksi 6 (enam) di atas,
pendapatan yang diterima perusahaan akan menaikkan aset perusahaan di satu
pihak, dan di pihak lain pemilik perusahaan juga merasakan manfaat pertumbuhan
aset ini, yakni modal pemilik juga ikut bertambah.

Dari
transaksi 4, 5, 6, kita dapat mempelajarinya bahwa beban perusahaan akan
menurunkan nilai aset perusahaan dan sekaligus ekuitas pemilik, sedangkan
pendapatan perusahaan akan menambah aset perusahaan dan juga ekuitas pemilik.
Dengan demikian, jika pendapatan perusahaan di atas beban perusahaan pada suatu
periode akuntansi, maka dikatakan bahwa perusahaan mendapatkan laba pada
periode tersebut, dan sebaliknya, jika pendapatan yang diperoleh perusahaan
lebih kecil dibandingkan dengan bebannya, maka perusahaan menderita rugi pada
periode tersebut.

Pengaruh pembayaran utang ke Bank BCA
terhadap persamaan dasar akuntansi.

Perusahaan
memiliki utang ke Bank BCA sebesar Rp. 150.000.000,- sebagaimana pada transaksi
(2). Perusahaan harus mengangsur ke Bank BCA beserta pembayaran bunganya. Untuk
setiap kali angsuran sudah ditetapkan sebesar Rp. 5.000.000,- dan bunganya
sebesar Rp. 600.000,-.

Pengaruh
transaksi ini terhadap persamaan dasar akuntansi akan menurunkan aset kas
sebesar Rp. 5.600.000,-, menurunkan kewajiban perusahaan sebesar Rp.
5.000.000,-, serta menurunkan ekuitas sebesar Rp. 600.000,-. Penurunan ini akan
nampak sebagai berikut:

Transaksi
di atas, disebut dengan transaksi
majemuk
, karena transaksi ini melibatkan lebih dari 2 (dua) akun, yaitu
akun aset, akun kewajiban, dan akun ekuitas. Pertama, akun aset, kas, berkurang
sejumlah Rp. 5.600.000,-, yaitu untuk pembayaran pokok pinjaman dan bunga,
kedua, akun utang kepada Bank BCA berkurang yakni sebesar Rp. 5.000.000,-,
yaitu pengurangan terhadap angsuran pokok pinjaman, dan ketiga akun ekuitas,
yakni modal Tn Airlangga berkurang sebesar, beban bunganya, yaitu senilai Rp.
600.000,-.

Pengaruh pengambilan untuk keperluan pribadi
terhadap persamaan dasar akuntansi.

Tn
Airlangga memerlukan uang untuk membayar uang pangkal anaknya masuk ke
perguruan tinggi sebesar Rp. 20.000.000,-. Pengambilan untuk keperluan pribadi
ini disebut dengan prive. Pengaruh
transaksi prive ini dalam persamaan dasar akuntansi sebagai berikut:

Pengambilan
sumber daya perusahaan untuk keperluan pribadi, seperti halnya Tn Airlangga
mengambil uang tunai perusahaan untuk pembayaran uang pangkal sekolah anaknya,
berpengaruh pada penurunan aset kas perusahaan sekaligus penurunan ekuitas
pemilik.

Kita
telah mempelajari 8 (delapan) transaksi yang terjadi pada perusahaan Widya Jasa
Karya selama bulan Oktober 2006. Jika kedelapan transaksi di atas kita
ikhtisarkan, maka transaksi-transaksi bisnis perusahaan yang berpengaruh terhadap
ekuitas pemilik sebagai berikut:

(b)
Beban pemeliharaan kendaraan

Ilustrasi
2.3 menunjukkan ikhtisar dari transaksi-transaksi bisnis perusahaan Widya Jasa Karya
yang terjadi selama bulan Oktober 2006.

Ilustrasi 2.3: Ikhtisar Pengaruh Transaksi
terhadap Persamaan Dasar Akuntansi

Marilah
kita telaah bersama ikhtisar tersebut dan perhatikan beberapa poin di bawah
ini, yang berlaku bagi setiap jenis transaksi bisnis.

1.
Dampak dari setiap transaksi adalah peningkatan atau penurunan satu atau lebih
unsur dalam persamaan dasar akuntansi.

2. Kedua sisi persamaan dasar akuntansi harus selalu sama
jumlahnya.

3.
Ekuitas pemilik bertambah sebesar investasi dari pemilik dan adanya pendapatan.
Sebaliknya, ekuitas pemilik akan berkurang sebesar penarikan oleh pemilik dan
karena adanya beban.

Hubungan
antara investasi, pendapatan, beban dan prive dengan ekuitas pemilik sebagaimana
dalam ilustrasi 2.4.

Ilustrasi 2.4: Hubungan antara Investasi
Pemilik, Pendapatan, Beban dan Prive dengan Ekuitas Pemilik

Investasi
pemilik merupakan aset yang disetorkan oleh pemilik ke dalam perusahaannya yang
digunakan perusahaan dalam menjalankan aktivitas perusahaan. Aset yang disetor ini
akan menambah ekuitas pemilik.

Dalam
menjalankan kegiatannya, perusahaan menghasilkan pendapatan dalam satu periode
akuntansi. Pendapatan ini biasanya berasal dari penjualan jasa, penjualan
barang dagangan, menyewakan aset dan meminjamkan uang. Pendapatan yang berasal
dari aktivitas tersebut biasanya akan menaikkan aset perusahaan.

Pendapatan
yang muncul dari sumber daya yang berbeda juga akan diidentifikasikan dengan
berbagai nama pula, tergantung pada karakteristik bisnisnya. Sebagai contoh,
sebuah hotel berbintang lima bisa mengkategorikan pendapatannya menjadi pendapatan atas penjualan kamar dan
pendapatan dari restauran.

Selama
perusahaan beraktivitas, pemilik juga bisa mengambil aset perusahaan untuk
keperluan pribadinya, bisa berupa uang tunai atau aset yang lain. Pengambilan
aset untuk keperluan pribadi ini harus langsung dicatat sebagai pengurang
ekuitas pemilik. Dan pengambilan pribadi ini harus dicatat dalam suatu rekening
prive (drawing) dan rekening ini sebagai pengurang ekuitas pemilik.

Hal
lain sebagai pengurang ekuitas pemilik adalah adanya beban. Beban adalah
penurunan ekuitas pemilik yang ditimbulkan dari pelaksanaan aktivitas perusahaan.
Beban adalah biaya (cost) dari aset
yang dikonsumsi atau jasa yang digunakan dalam proses menghasilkan pendapatan.
Beban menunjukkan pembayaran atau pengeluaran uang tunai yang sesungguhnya
ataupun yang diestimasikan.

Seperti
halnya pendapatan, beban juga memiliki bentuk dan bisa diidentifikasikan dengan
berbagai nama tergantung jenis aset yang dikonsumsi atau jasa yang digunakan.
Contoh: beban perlengkapan yang muncul akibat pemakaian aset perlengkapan,
beban utilitas yang muncul pada perusahaan akibat penggunaan aset daya listrik
telpon, air, dan sebagainya.

Jika
dalam satu periode akuntansi, perusahaan memiliki pendapatan yang lebih besar
dari beban, maka dikatakan perusahaan memperoleh laba bersih (net income) dan sebaliknya, jika beban
yang terjadi lebih besar dari pada pendapatannya, maka perusahaan menderita
rugi bersih (net losses).

Dari
ilustrasi 2.3 di atas, marilah kita mencoba membantu Tn Airlangga untuk menyiapkan
laporan keuangan perusahaan, yang meliputi Neraca per 31Oktober 2006, laporan
laba rugi untuk bulan Oktober 2006, dan laporan perubahan ekuitas untuk bulan
Oktober tahun 2006.

Apakah
Tn Airlangga dalam menjalankan perusahaannya mendapatkan laba? Bagaimanakah
posisi aset perusahaan Citra Jasa karya pada akhir Oktober 2006, dan bagaimana
posisi atau perubahan ekuitas pemilik pada perusahaan tersebut?

Setelah
transaksi bisnis dicatat dan diikhtisarkan, maka laporan bagi pengguna bisa
disiapkan. Laporan akuntansi yang menghasilkan informasi keuangan disebut
laporan keuangan. Laporan keuangan utama yang dihasilkan perusahaan perorangan
meliputi laporan laba rugi, laporan ekuitas pemilik, neraca, dan laporan arus
kas.

Laba bersih –selisih lebih pendapatan
terhadap beban– meningkatkan ekuitas pemilik.

Laporan Laba Rugi. Laporan ini
melaporkan pendapatan dan beban selama periode waktu tertentu berdasarkan
konsep penandingan (matching concept).
Konsep penandingan digunakan untuk menandingkan atau mengaitkan antara pendapatan
dan beban selama periode terjadinya.

Selain
itu, laporan laba rugi juga melaporkan kelebihan pendapatan terhadap beban-beban
yang terjadi, yang disebut laba bersih (net
income
), dan sebaliknya jika beban melebihi pendapatan disebut rugi bersih
(net losses).

Dampak
dari pendapatan yang dihasilkan dari beban yang terjadi selama sebulan
beroperasi ditunjukkan dalam persamaan dasar akuntansi sebagai kenaikan dan
penurunan ekuitas pemilik. Pengaruh adanya laba bersih suatu periode akan meningkatkan
ekuitas pada periode tersebut, sebaliknya, jika terjadi rugi bersih akan menurunkan
ekuitas pemilik dalam periode yang bersangkutan.

Laba bersih akan meningkatkan ekuitas
pemilik, rugi bersih akan menurunkan ekuitas pemilik.

Laporan Ekuitas Pemilik. Laporan ekuitas
pemilik melaporkan perubahan ekuitas pemilik selama jangka waktu tertentu.
Laporan ini merupakan penghubung antara laporan laba rugi dengan neraca.
Laporan ini dipersiapkan setelah laporan laba rugi, karena laba bersih atau
rugi bersih periode berjalan harus dilaporkan dalam laporan ini. Laporan ini
dibuat sebelum mempersiapkan neraca, karena jumlah ekuitas pemilik pada akhir
periode harus dilaporkan di neraca.

Laporan ekuitas pemilik merupakan penghubung
antara laporan laba rugi dengan neraca pemilik.

Neraca. Neraca perusahaan merupakan laporan
keuangan yang menunjukkan aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik per tanggal tertentu.
Bentuk neraca ada 2 (dua), yaitu bentuk akun (account form) dan bentuk laporan (report form).

Neraca menunjukkan aset, kewajiban dan
ekuitas pemilik.

Pada
neraca bentuk akun, aset ditempatkan di sebelah kiri, sedangkan kewajiban dan
ekuitas ada di sebelah kanan. Pada neraca dengan bentuk laporan, neraca
diletakkan di atas, sebelum kewajiban dan ekuitas. Bagian aset dalam neraca
biasanya disusun berdasarkan urutan cepat lambatnya aset tersebut dikonversikan
menjadi kas atau digunakan dalam operasi.

Dua bentuk neraca adalah bentuk akun dan
bentuk laporan.

Pada
bagian kewajiban, semua jenis kewajiban harus disajikan berdasarkan urutan
waktu pembayarannya. Kewajiban yang harus segera diselesaikan disajikan pada
urutan yang paling atas. Sedangkan pada bagian ekuitas pemilik, karena jenis
perusahaannya adalah perorangan, maka hanya ada satu modal pemilik.

Laporan kas terdiri dari 3 (tiga) bagian,
yaitu: (1) arus kas dari aktivitas operasi, (2) arus kas dari aktivitas investasi,
(3) arus kas dari aktivitas pendanaan.

Laporan arus kas. Laporan arus kas
terdiri dari 3 (tiga) bagian, yaitu: (1) arus kas dari aktivitas operasi, (2)
aktivitas investasi, (3) aktivitas pendanaan.

Arus kas dari aktivitas operasi. Bagian
ini melaporkan ikhtisar penerimaan dan pembayaran kas yang menyangkut operasi
perusahaan. Arus kas bersih dari aktivitas operasi biasanya berbeda dari jumlah
laba bersih periode berjalan. Perbedaan ini terjadi karena pendapatan dan beban
tidak selalu diterima atau dibayar secara tunai.

Arus kas dari aktivitas investasi.
Bagian ini melaporkan transaksi kas untuk pembelian atau penjualan aset tetap
atau aset permanen.

Arus kas dari aktivitas pendanaan. Bagian
ini melaporkan transaksi kas yang berhubungan dengan investasi pemilik,
peminjaman dana, dan pengambilan uang oleh pemilik.

Ilustrasi
2.5 menunjukkan laporan keuangan perusahaan Widya Jasa Karya pada bulan Oktober
2006 yang terdiri dari: (1) laporan laba rugi, (2) laporan ekuitas pemilik, (3)
neraca, (4) laporan arus kas.

Ilustrasi 2.5:
Laporan Keuangan Perusahaan Widya Jasa Karya

Marilah
kita pelajari bersama ilustrasi 2.5. Setiap jenis laporan keuangan menyediakan
data keuangan yang relevan bagi manajemen, pemilik perusahaan dan para pengguna
lainnya. Setiap jenis laporan keuangan yang satu berkaitan dengan jenis laporan
keuangan yang lain.

Keterkaitan
antara laporan keuangan yang satu dengan lainnya dijelaskan sebagai berikut:
(1) laba bersih sebesar Rp. 54.400.000,- sebagaimana ditunjukkan dalam laporan
laba rugi akan ditambahkan ke saldo modal Tn Airlangga awal, 1 Oktober 2006
yang ada pada laporan ekuitas pemilik, hingga menghasilkan saldo modal Tn
Airlangga pada akhir periode, 31 Oktober 2006. (2) Modal Tn Airlangga pada
akhir periode, 31 Oktober 2006 sebagaimana dalam laporan ekuitas pemilik
sebesar Rp. 34.400.000,- dilaporkan dalam neraca per 31 Oktober 2006. (3)
Posisi kas sebesar Rp. 482.400.000,- sebagaimana dalam neraca per 31 Oktober
2006 didapatkan sebagaimana disajikan pada laporan arus kas untuk bulan yang
berakhir 31 Oktober 2006.

Untuk
melengkapi laporan yang ada di perusahaan, biasanya seperangkat laporan keuangan
dilengkapi dan didukung dengan catatan atas laporan keuangan yang menjadi satu
bagian dari laporan keuangan tersebut.

CONTOH SOAL
DAN PENYELESAIANNYA

Pada
tanggal 1 Agustus 2007, Karina, S.Psi. membuka sebuah kantor konsultan pendidikan.
Berikut ini adalah transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan pertama
operasi perusahaan tersebut.

1.
Menyerahkan kas sebesar Rp. 20.000.000,- sebagai setoran modal.

2.
Membayar sewa kantor bulan Juli Rp. 1.600.000,-.

3.
Membeli peralatan kantor secara kredit seharga Rp. 6.000.000,-.

4.
Memberikan jasa kepada klien secara tunai, Rp. 3.000.000,-

5.
Meminjam uang dari bank BCA sebesar Rp. 1.400.000,- dengan menandatangani
sebuah wesel.

6.
Memberikan jasa kepada klien secara kredit Rp. 4.000.000,-.

7. Membayar
biaya-biaya sebagai berikut: gaji pegawai Rp. 1.000.000,-; biaya listrik Rp. 600.000,-;
biaya telepon Rp. 200.000,-.

a.
Catatlah transaksi-transaksi di atas ke dalam persamaan dasar akuntansi.

b.
Susunlah laporan laba-rugi, laporan perubahan ekuitas, dan neraca per 31
Agustus 2007 untuk kantor konsultan milik Karina, S.Psi.

(a)
Pencatatan transaksi yang terjadi selama bulan Agustus 2007 ke dalam persamaan
dasar akuntansi

(b)
Laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi, dan laporan perubahan ekuitas,
dan necara dari kantor konsultan Karina, S.Psi. pada bulan Agustus 2007.
Konsep Dasar Akuntansi
dan Pelaporan Keuangan SMK
Buku Sekolah
Elektronik, Departemen Pendidikan Nasional

semoga informasi bermanfaat dan dapat membantu anda.

Mangihin.com is a website that provides useful information, please share if there is interesting information that can help you. Thank you